3 Faktor Lemahnya Atlet Bulutangkis Putri Indonesia di Ajang Internasional

309

Ajang bulutangkis akhir-akhir ini memang sudah menjadi ajang trending topic dunia dalam dunia olahraga. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya negara-negara di berbagai belahan dunia yang ikut serta dalam penyelenggaraan setiap pertandingan bulutangkis yang sudah masuk level internasional. Artinya bukan hanya satu hingga dua negara saja yang ikut terlibat didalamnya, melainkan beberapa negara antar benua yang ikut serta didalamnya.

Begitu juga Indonesia, salah satu negara di Asia Tenggara yang digadang-gadang memliki sejuta potensi atlet-atlet berbakat didalamnya. DI level asia tenggara, Indonesia merupakan negara terkuat dengan dilapisi beberapa atlet-atlet berbakat dan berprestasi dalam setiap pertandingan. Namun untuk level dunia, Indonesia masih kalah jauh dengan negara-negara asia lainnya seperti China, Jepang dan Korea Selatan.

Hal ini dikarenakan tidak meratanya bakat serta potensi yang dimiliki oleh beberapa atlet di Indonesia. Terutama pada sektor putri, banyak diantara mereka yang belum bisa bersaing dengan atlet-atlet bulutangkis putri dunia lainnya. Sedangkan dulu Indonesia pada sektor putri memiliki atlet sektor tunggal putri yang menjadi andalan dalam setiap pertandingan, dialah Susi Susanti. Namun sampai saat ini belum ada bibit-bibit penerus yang bisa melanjutkan prestasinya.

Kepala bidang pembinaan bulutangkis sektor putri yakni Rexy Mainaky seringkali angkat bicara mengenai permasalahan yang terjadi pada sektor putri. Salah satu faktor yang mendasar atas lemahnya atlet bulutangkis di sektor putri ini adalah faktor psikologis antar atlet putri, dimana seringkali tidak adanya percaya diri dalam diri atlet ketika di lapangan. Selain itu, untuk lebih jelasnya akan diulas 3 faktor yang menjadi lemahnya atlet bulutangkis putri Indonesia.

Lemahnya kepercayaan diri atlet putri ketika di lapangan

Dalam setiap pertandingan, kepercayaan diri menjadi tumpuan utama dalam keberhasilan seorang atlet untuk memenangkan suatu pertandingan. Kuatnya fisik tanpa dibarengi dengan kepercayaan diri yang kuat juga tentu sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang atlet dalam menguasai pertandingan ketika di lapangan.

Dengan percaya diri tentunya akan menciptakan mental juara pada setiap atlet. Sehingga dalam setiap pertandingan mereka tetap enjoy dan focus dalam menghadapi lawan mainnya di lapangan. Dan inilah yang menajdi permasalahn pada atlet-atlet bulutangkis putri Indonesia. Dimana mereka sudah dibekali skill-skill dan fisik yang kuat selama latihan, namun ketika di lapangan mereka belum bisa percaya diri untuk bisa memenangkan setiap pertandingan.

Contoh kecil realita yang terjadi pada setiap atlet bulutangkis putri Indoensia adalah ketika selama pertandingan, di awal mereka selalu memetik kemenangan, namun ketika masuk point-point akhir mereka seakan-akan kehilangan arah dan patah semangat, tidak ada mental juara sama sekali pada mereka, hal ini dilihat dari tidak konsistennya permainan mereka selama di lapangan, yang akhirnya mereka selalu kalah dalam hal mental dan berujung kekalahan.

Kondisi fisik yang gampang terkuras

Dalam dunia olahraga, fisik juga menjadi hal yang paling utama bagi setiap atlet. Semakin bagus ketahanan fisik seorang atlet maka akan semakin konsisten pula pola permainan seorang atlet tersebut di lapangan. Hal ini dapat dilihat dari konsistensi kelincahan dan kecepatan gerak seorang atlet selama pertandingan.

Permasalahan fisik ini sudah menjadi hal yang biasa bagi atlet-atlet bulutangkis Indonesia, terutama pada sektor putri. Dimana mereka seringkali mengalami penurunan permainan mereka selama pertandingan di lapangan akibat fisik yang tidak konsisten. Ketika di awal pertandingan mereka seringkali unggul dalam permainan, namun ketika sudah memasuki beberapa set mereka seringkali tertinggal jauh, hal tersebut dilihat dari ritme permainan mereka yang semakin menurun.

Dan tetntunya hal ini menjadikan fisik atlet putri Indonesai menajdi kelemahan dalam setiap pertandingan. Dimana atlet-atlet di berbagai belahan dunia rata-rata memiliki fisik yang kuat dan konsisten dalam setiap pertandingan dan itu menjadi faktor kemenangan mereka dalam setiap pertandingan melawan atlet-atlet putri Indonesia.

Indisiplioner

Dalam dunia olahraga, kedisiplinan memang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan setiap atlet. Karena dengan disiplin dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab pada setiap atlet bagaimana agar mereka bisa fokus dan bekerja keras dalam setiap pertandingan di lapangan.

Kedisiplinan para atlet bulutangkis putri Indonesia memang terbilang rendah dan dapat dikatakan jelek. Hal ini dikarenakan banyakanya para atlet yang sering mangkir dalam proses latihan sebelum pertandingan dilaksanakan. Hal ini juga berpengaruh terhadap kesiapan para atlet dalam menghadapi setiap pertandingan. Baik dari segi fisik maupun mental mereka selama di lapangan.

Dari beberapa faktor penyebab lemahnya atlet bulutangkis putri Indonesia tersebut dapat kita lihat bahwa keberhasilan seorang atlet dalam memenangkan setiap pertandingan itu tergantung pada diri atletnya masing-masing. Karena selama di lapangan, hanya mereka lah yang bisa menyesuaikan diri terhadap lapangan dan ritme permainan.

[zombify_post]

Previous article5 Film yang Bercerita tentang Pemabuk
Next article5 Film tentang Basket