4 Alasan Microsoft Sebut Netizen Indonesia Paling Nggak Sopan

128

Beberapa waktu lalu, Microsoft membuat heboh jagad dunia maya dengan merilis hasil studi tahunan yang mereka lakukan. Studi tahunan yang bernama Civility, Safety and Interraction Online 2020 tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengukur tingkat kesopanan dari para pengguna internet saat mereka berinteraksi di dunia maya.

Studi yang dilakukan dengan 16 ribu respoden pada 32 wilayah tersebut menuai beragam reaksi dan komentar. Terutama yang mengatakan bahwa indonesia dinobatkan sebagai netizen yang paling nggak sopan se-asia.

Tentu saja, akibat dari pernyataan tersebut, Microsoft harus menutup kolom komentar di akun instagram mereka karena dibanjiri kalimat-kalimat negatif dari netizen Indonesia.

Namun bisa jadi Microsoft sebenarnya punya alasan kuat kenapa hasil studi mereka bisa menuliskan hal itu. Dan berikut beberapa alasan netizen Indonesia disebut paling nggak sopan seperti dikutip dari Boombastis.com

Mudahnya termakan hoaks

Seperti yang kita ketahui bahwa di zaman digital seperti sekarang ini, ada banyak sekali berita beredar yang tidak semuanya benar. Kadang, berita-berita tersebut merupakan sebuah hoaks yang disebarkan untuk tujuan tertentu.

Mudahnya terpengaruh dengan hoaks membuat kadar ketidaksopanan warga +62 disebut makin naik. Adapun nilainya berada di angka 47 persen, naik 13 poin dari sebelumnya.

Selain dari faktor hoaks, penilaian dari studi tersebut juga turut dipengaruhi dari segi ujaran kebencian. Netizen indo diklaim berada di angka 27 persen, bisa jadi karena netizen Indo memang dikenal cukup bar-bar dalam menyampaikan segala komentar. Mulai dari isu agama, politik, sosial atau julid jika ada artis atau selebgram yang tidak mereka sukai.

Kerap kali sebagian besar netizen indo akan mengatakan hal-hal negatif yang terkesan seperti sebuah bullying, body shaming dan sebagainya.

Dari segi diskriminasi

Perlakuan Diskriminasi menjadi salah satu tindakan yang saat ini masih banyak kita temui. tak hanya di indonesia. Namun, pada studi yang dilakukan oleh Microsoft, perolehan angka atau poin diskriminasi di Indonesia berada pada kisaran 13 persen.

Tentu saja, angka tersebut terbilang besar. Namun dibandingkan tahun lalu, sebenarnya perolehannya turun sebanyak 2 poin. Masyarakat kita masih memiliki kecenderungan mempersalahkan suku, ras atau kalangan tertentu yang minoritas maupun mayoritas.

Penyerangan oleh netizen Indo di akun Microsoft

Akibat dari pertanyaan tersebut, Microsoft harus menanggung akibatnya. Yakni kolom komentar postingan mereka yang kemudian dibanjiri respon dari para warganet negara +62.

Tingkah ugal-ugalan yang dilakukan netizen tersebut justru malah membenarkan penilaian Microsoft. Bahkan saking ramainya, pada sekitar jumat 26 Februari lalu akhirnya Microsoft memutuskan untuk mematikan kolom komentar pada akun mereka.

Sudah lama mendapatkan citra buruk

Sebenarnya, bukan kali ini saja netizen Indonesia dinilai sebagai netizen yang kurang baik. Beberapa tahun sebelumnya, warganet di tanah air juga dijuluki sebagai cyberbully ,saking banyaknya yang hobi mem-bully sesama pengguna internet.

Mulai dari menghina penampilan fisik, sampai memaki-maki kerena keadaan. Sebagian besar, publik figure yang jadi sasaran serangan para netizen. Hingga saat ini, netizen Indonesia juga masih hobi menyerang artis, meski kadang si artis tersebut tidak bersalah.

Masih ingat dengan drama korea Word of Married? Di mana pemeran pelakornya dimarah-marahin menggunakan bahasa Indonesia padahal itu hanya akting?

Previous articleRangkaian Skincare Korea Untuk Para Remaja
Next articleJadi Pelakor Di Drakor, Artis Ini Diserang Netizen Se-Indonesia