5 Ciri Khas Pengaturan Keuangan Kamu Sudah Sehat, Wajib Baca!

119

Bagi sebagian besar orang, memahami keuangan mungkin terdengar sangat mudah. Dan bahkan tidak sedikit dari kita atau teman-teman kita yang membutuhkan keuangan adalah hal yang tidak perlu. 

Padahal, hal ini sangat menentukan kesejahteraan masing-masing. Pada saat masih banyak orang-orang yang belum dapat menggunakan uang yang dimilikinya dengan bijak, sehingga akan selalu bisa mendapatkan berkekurangan.

Kali ini, penulis akan menerbitkan beberapa ciri khas dari orang-orang yang sudah daat dikategorikan sebagai seorang pengatur keuangan yang baik.

1.   Memiliki Tabungan dan Angaaran Darurat

Ciri pertama dari keuangan yang sehat dan baik yang memiliki tabungan dan anggaran dana darurat yang bisa digunakan disaat keperluan pemulihan. 

Biasanya, orang-orang yang memiliki metode penyimpanan yang baik akan selalu membutuhkan menabung dan menyisihkan dana sebelum menggunakan uangnya. Tidak jarang ada yang memiliki target dalam kurun waktu tertentu. Baik itu bulanan maupun tahunan.

Namun, harus dibedakan antara tabungan dan dana darurat, ya. Jika tabungan adalah uang yang kita simpan untuk kebutuhan masa depan seperti rencana kuliah, liburan, atau membli rumah, dana darurat adalah simpanan yang bisa kita pakai disaat bepergian. Misalnya saat sakit atau saat terjadi musibah.

Salah satu tips untuk menghemat uang dan dana darurat yang baik adalah dana yang diperlukan atau uang sebelum digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Kalian bisa mulai dengan menghitung jumlah tabungan dan dana darurat dan juga untuk keperluan pembayaran. Dengan demikian, uang tabungan kita tidak akan dihabiskan dengan kebutuhan bulanan kita.

2. Membayar Cicilan Tanpa Menunda

Salah satu jebakan keuangan di era modern sekarang adalah dengan menawarkan cicilan yang menggiurkan dengan jangka waktu yang cukup lama. Bahkan, barang kebutuhan barang tersier saat ini pun sudah bisa dicicil. Seperti HP dan alat elektronik lainnya.

Namun, jangan senang dulu dengan membeli barang yang memiliki cicilan murah setiap bulannya. Karena bisa jadi saat kamu akan membayar untuk cicilan dalam waktu lama.

Salah satu bentuk pembayaran keuangan yang baik adalah dengan pembayaran jumlah pembayaran yang tepat. Alasannya adalah karena jika terlambat membayar, biasanya pihak pemberi cicilan akan memberikan denda berupa kenaikan biaya yang harus dibayar.

Akan lebih baik lagi jika kamu dapat membeli barang tanpa dicicil. Namun jika sudah terlanjur memiliki cicilan yang harus dibayar, maka saat awal gajian langsung harus dilunasi. Agar bisa mencegah jebakan finansial ditunjuk denda, ya.

3. Memilik Arus Masuk-Keluar Yang Seimbang

Biasanya, orang-orang akan membeli barang yang sesuai kebutuhan dan hanya untuk menyesuaikan standar masyarakat.

Ini adalah pantangan jika ingin memiliki keuangan yang baik. Sesuaikan gaya hidup dengan kemampuan tanpa memberatkan diri sendiri.

4. Tidak Berhutang

Poin berikutnya masih terkait dengan poin tiga. Seperti yang sudah dibeli, lebih baik tidak membeli barang yang tidak masuk daftar kebutuhan dengan cara dicicil. Hal ini merupakan patokan untuk memiliki keuangan yang sehat.

Dengan tidak berhutang, kit dapat meminimalisir beban dinansial dan juga menjaga kesehatan jiwa dan batin. Karena biasanya orang yang memiliki hutang cenderung tidak tenang.

Gunakan uang yang kamu butuhkan dengan bijak agar kamu bisa mencukupi kebutuhan kalian sehari-hari. Jangan sampai ingin meminta sukses, namun kamu harus meminta cara meminta pinjaman yang ada.

5. Berinvestasi

Dan salah satu ciri jika kamu memiliki keuangan yang baik adalah kamu bisa berinvestasi. Ini sedikit mirip dengan menabung. Karena dengan berinvestasi, uang yang dialokasikan akan menggandakan dirinya tanpa perlu kita campuri.

Bahkan, sudah banyak orang di Indonesia yang sadar akan membutuhkan investasi dan mulai berinvestasi sejak dini. Bukannya uang dari investasi yang dibutuhkan uang hari ini dan uang yang bisa dijual lebih banyak. 

[zombify_post]

Previous article5 Film Halloween yang Aman untuk Keluarga
Next articleFakta mengenai Lemak Disaat Kita Berolah