5 Hal yang Sangat Murah di Indonesia tapi Mahal di Jepang

Indonesia dan Jepang memiliki kultur yang berbeda baik itu dalam kehidupan sosial dan kondisi ekonomi. Tapi jika kita melihat secara sekilas, terdapat beberapa barang di Jepang yang relatif mahal dan di Indonesia harganya sangat murah. Bahkan gratis.

Apa saja hal-hal yang mahal di Jepang namun murah di Indonesia?

  1. 1 Buang Air Limbah Rumah Tangga


    Di Jepang jika kamu ingin menggunakan air harus bayar. Ketika membuangnya pun harus bayar. Di Indonesia membuang air limbah gratis, tapi di Jepang ada biaya sekitar 260 ribu per dua bulan.

    Penerapan seperti ini tentu saja tidak di semua tempat di Jepang. Biaya buang limbah air tersebut biasanya diterapkan pada rumah-rumah di perkotaan dan untuk penghuni apartemen.

    Sementara itu di Indonesia di manapun kamu tinggal tidak ada yang namanya memakan biaya ketika ingin membuang air limbah. Tapi jika membayar untuk keperluan air, tentu saja itu sangat umum. 

  2. 2 Buang Sampah Rumah Tangga


    Selain membuang air limbah, membuang sampah rumah tangga di Jepang juga harus bayar. Ada beberapa barang bekas yang tidak dikenakan biaya yaitu botol dan kaleng-kaleng yang dapat didaur ulang.

    Orang-orang di Jepang harus punya kantong plastik untuk membuang sampah. Untuk mendapatkan kantong sampah tersebut, harus membayar senilai 26 ribu rupiah per 10 kantong plastik.

    Jika ingin membuang sampah yang ukurannya besar, maka orang Jepang juga harus rela mengeluarkan uang lebih besar. Ingin membuang barang-barang elektronik, misalnya. Mereka harus menyiapkan uang paling tidak 130 ribu rupiah untuk membeli kantong pembungkus.

    Sementara di Indonesia sangat murah untuk masalah pembuangan sampah ini. Di daerah elit sekalipun, orang cukup membayar tak lebih dari 100 ribu per bulan untuk biaya kebersihan. Dengan biaya tersebut, kita bebas membuang apa saja.

  3. 3 Ongkos Parkir


    Di Indonesia, ongkos parkir untuk mobil rata-rata seharga senilai 5 ribu rupiah. Untuk sepeda motor, biaya parkir biasanya ditarik 2 ribu rupiah.

    Jika kamu tak ingin punya masalah soal ongkor parkir, jangan coba-coba hidup di Jepang. Pasalnya di negera tersebut parkir mobil akan kena 13 ribu rupiah per 15 hingga 30 menit. Jika parkir selama satu jam dapat menghabiskan dana sekitar 130 ribu rupiah. Mahal kan?

    Kebijakan parkir mahal di Jepang ini memang upaya pemerintah setempat untuk membatas warganya menggunakan kendaraan pribadi. Untuk aktivitas sehari-hari, orang Jepang disarankan untuk pakai transportasi umum.

  4. 4 Tarif Awal Taksi


    Kita harus berterima kasih hidup di Indonesia karena hidup di tempat yang relatif murah. Jika kita ingin naik taksi, untuk kilometer pertama biasanya tak sampai 10 ribu rupiah.

    Namun di Jepang untuk kilometer pertama sudah dikenakan biaya sebesar 50 ribu rupiah. Untuk kilometer selanjutnya, akan terkena biaya sebesar 13 ribu rupiah.

    Memang di Jepang agak kejam tentang hal-hal yang bersifat pribadi. Itulah kenapa orang Jepang lebih suka jalan kaki atau menggunakan kereta umum, bus dan sepeda.

  5. 5 Harga Sayur


    Harga sayuran di Jepang juga relatif mahal. Untuk mendapatkan kangkung saja, harus bayar senilai 26 ribu rupiah. Harga kubis bisa mencapai 20 ribu rupiah. Di Indonesia tak akan mencapai harga seperti itu.

    Bahkan di Indonesia, sayur-sayuran kadang tidak perlu beli. Kita bisa petik sendiri di kebun atau minta pada tetangga.

    Jika harus beli sayuran, di Indonesia harganya juga relatif murah.