5 Kebiasan Orang Indonesia Ini Bikin Bule Suka Terheran-Heran

14384
4 Kebiasan Orang Indonesia Ini Bikin Bule Suka Terheran-Heran
Ilustrasi, Photo: Boombastis

Indonesia sejak lama menjadi negara yang banyak sekali dikunjungi oleh orang dari berbagai belahan dunia. Bahkan sebelum Indonesia dibentuk menjadi negara kesatuan seperti sekarang, orang-orang datang dari benua lain untuk berdagang.

Orang Indonesia, di sudut manapun itu, sudah terbiasa melihat warga negara lain dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tetap saja orang Indonesia selalu kagum dan senang jika bertemu dengan “Bule”, istilah yang kita pakai untuk orang asing.

Kita tampak begitu senang untuk melihat sisi yang berbeda dari seorang bule. Tanpa kita sadari, beberapa bule juga heran dengan kebiasaan kita. Ini beberapa kebiasaan orang Indonesia yang membuat bule bingung.

Makan Nasi Setiap Hari

Nasi adalah makanan wajib bagi orang Indonesia. Makanan apapun yang tidak mengandung nasi akan dianggap sekedar cemilan, bukan makanan berat. Orang Indonesia sudah terbiasa untuk memakan nasi untuk sarapan, makan siang dan makan malam.

Tapi tahukah anda, banyak sekali orang bule yang bingung dengan kebiasaan kita ini. orang bule mengambil asupan karbohidratnya dari makanan seperti roti, gandum, pasta dan lain-lain. Mereka akan memakan nasi sesekali, itupun dalam bentuk risotto.

Melihat orang Indonesia melahap begitu banyak nasi dalam sehari, bule akan sedikit khawatir. Sebab mereka merasa karbohidrat nasi membuat cepat gemuk dan bisa membuat kita terkena diabetes. Namun, di Indonesia belum makan nasi artinya belum makan.

Panglaris

Ketika kita berbelanja di pagi hari, kita sudah akrab dengan istilah “panglaris.” Para pedagang memurahkan dagangan mereka, agar kita menjadi pembeli pertama mereka hari itu. Para pedagang di Indonesia percaya bahwa ketika satu pembeli jadi membeli, maka pembeli lain akan berdatangan. Hal ini kita sebut sebagai “panglaris”.

Ternyata, kebiasaan kita ini diamati oleh para bule. Setelah mengetahui sistem “panglaris”, banyak blog-blog para bule yang menyarankan pada temannya untuk berbelanja apapun di pagi hari, agar mendapatkan diskon “panglaris”.

“Mister! Mister! Mau Kemana?”

Setiap kali terlihat orang bule berjalan, sontak dari anak kecil hingga orang tua, sebisa mungkin akan memanggil dengan sebutan “Mister!”. Bagi orang bule, hal ini cukup mengherankan.

Mereka tidak terbiasa untuk menegur orang begitu saja tanpa kenal siapa yang sedang ditegur tersebut. Namun di Indonesia, kenal tidak kenal bukanlah hambatan. Setiap ada bule, panggil saja “Mister!”.

Setelah memanggil, biasanya pertanyaan yang keluar adalah “mau kemana?”. Mungkin bagi kita ini adalah pertanyaan yang wajar. Kita sering menanyakan ini kepada orang yang berpapasan dengan kita.

Namun, bagi para bule, sebenarnya ini adalah pertanyaan yang kurang sopan. Bayangkan anda sedang di jalan, tiba-tiba orang yang tidak anda kenal bertanya, “mau kemana?”. Tentu anda merasa sedikit tidak nyaman.

Traktir

Kita tentu sudah biasa meminta traktiran. Ketika teman kita ulang tahun bahkan jika ada yang “jadian” maka kita akan minta traktiran. Hal tersebut sudah biasa dan kita anggap sebagai ajang “bagi-bagi rezeki”.

Beda halnya dengan orang bule. Jika anda berulang tahun, maka andalah yang berhak untuk diberi hadiah atau makanan. Tidak ada istilah traktir. Bahkan, di negara seperti belanda, pasangan yang sedang berpacaran pun berkencan dengan biaya masing-masing. Ketika makan, tidak ada istilah pria yang harus membayar, atau sebaliknya. Mereka membayar dengan uang masing-masing.

Mengomentari Fisik

“Wah, kamu kurusan deh sekarang”, “Eh, kayaknya kamu gemukan, deh.”, “Loh, kok makin hitam sekarang?” itu adalah beberapa ungkapan yang sering kali kita ucapkan pada orang yang sudah lama tidak kita temui. Hal tersebut wajar, malah dikategorikan sebagai bagian dari “perhatian” kita.

Namun, bagi orang bule hal tersebut adalah hal yang kasar dan bisa dianggap sebagai body shaming. Kamu tidak boleh mengomentari fisik seseorang langsung di depannya, karena hal itu dinilai tidak sopan.

Bagai orang bule, menjadi lebih gemuk, lebih kurus atau lebih hitam adalah hak setiap orang. Jadi, mengomentarinya adalah hal yang tabu.

Itu tadi 5 kebiasaan orang Indonesia yang memebuat bule bingung. Tidak ada salahnya jika kita mengevaluasi tindakan dan kebiasaan kita untuk menjadikan kita orang yang lebih baik lagi. Seperti misalnya berhenti mengomentari fisik orang lain dan berhenti merokok. Selain lebih sehat, mungkin klita akan jadi pribadi yang lebih disegani orang.