5 Objek Wisata Sejarah Wajib Dikunjungi saat di Kota Cirebon

25
5 Objek Wisata Sejarah Wajib Dikunjungi saat di Kota Cirebon
Sumber : @goasunyaragi_official

5 Objek Wisata Sejarah Wajib Dikunjungi saat di Kota Cirebon – Merupakan salah satu kota tertua di Nusantara, Kota Cirebon menyimpan berbagai macam sejarah panjang.

Jejak-jejak peninggalan masa lalu hingga warisan karya leluhur, masih bisa ditemukan di sudut-sudut kota kecil di pesisir pantai utara Jawa Barat ini.

Berlibur di akhir pekan sambil menyelami sejarah, Kota Cirebon menjadi pilihan destinasi wisata yang cocok bersama keluarga. Daerah berjuluk Kota Udang ini masih menyimpan bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Berikut lima tempat wisata sejarah di Kota Cirebon yang dapat dinikmati panorama arsitektur kuno dan situs-situs peninggalan masa kesultanan hingga era kolonial.

1. Keraton Kanoman

5 Objek Wisata Sejarah Wajib Dikunjungi saat di Kota Cirebon
Sumber : @plesirwisatacirebon

Kurang lengkap jika setelah berkunjung ke Keraton Kasepuhan tapi tidak menyambangi Keraton Kanoman. Lokasi keraton hanya berjarak 600 meter dari Keraton Kasepuhan.

Di bagian dalam lingkungan komplek Keraton Kanoman terdapat bangunan ikonik bernama Witana.

Bangunan tersebut merupakan bangunan pertama kali didirikan di tanah Caruban. Witana dibangun pada abad ke-14 Masehi, tepatnya pada tahun 1362 Saka/1440 Masehi.

Di keraton ini juga menyimpan koleksi benda pusaka dari bangsa lain; Mongol, India, Mesir dan Tiongkok. Koleksi itu menandakan pertalian Cirebon dengan bangsa lain sudah terjalin sejak abad ke-14.

Di museum ini juga terdapat dua kereta kencana tertua peninggalan Kesultanan Cirebon, Kereta Paksinagaliman dan Jempana. Kedua kereta itu dibuat pada 1428 oleh Pangeran Losari.

2. Taman Sari Goa Sunyaragi

5 Objek Wisata Sejarah Wajib Dikunjungi saat di Kota Cirebon
Sumber : @goasunyaragi_official

Di era Kerajaan Pakungwati (sebelum Keraton Kasepuhan dan Kanoman), Taman Sari Goa Sunyaragi difungsikan sebagai tempat peristirahatan raja dan permaisuri.

Konon, dahulu Taman Sari Goa Sunyaragi menjadi tempat Sunan Gunung Jati untuk berkontemplasi atau menyepi. Sesuai dengan namanya Sunyaragi, Sunya bermakna sepi atau sunyi. Dan Ragi berarti raga.

Bangunan Taman Goa Sunyaragi ini terbuat dari batu karang. Karena itu, tempat ini pun disebut-sebut sebagai satu-satunya bangunan kuno yang terbuat dari batu karang.

Berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, bangunan ini memiliki luas 15 hektare. Komplek bangunan ini terdiri dari dua area utama. Yaitu, Pesanggrahan dan 10 gua dengan nama dan keunikan makna filosofi masing-masing.

3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Baca Juga : Patut Dicoba! 5 Objek Wisata di Jabar dengan Cerita Legenda

Lokasi Masjid Agung Sang Cipta berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Persis di depan lingkungan keraton.

Oleh masyarakat Cirebon, masjid ini dikenal sebagai masjid satu malam. Konon, masjid ini dibangun dan didirikan hanya memakan waktu satu malam saja.

Masjid berwarna khas merah bata itu didirikan pada zaman pemerintahan Sunan Gunung Jati. Tepatnya pada tahun 1948 Masehi.

Saat itu, Sunan Kalijaga dan Raden Sepat ditugaskan untuk menjadi arsitektur dalam pendirian masjid.

Lima ratus pekerja dari Majapahit, Demak, dan Cirebon, dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan hanya dalam rentang waktu semalam.

Masjid Sang Cipta Rasa memiliki keunikan pelaksanaan salat Jumat. J
Biasanya, masjid-masjid lain hanya menggunakan hanya seorang muazin untuk mengumandangkan azan.

Akan tetapi, di masjid ini menggunakan tujuh orang muazin untuk memanggil para jamaah yang hendak melaksanakan ibadah salat Jumat.

4. Kawasan kota tua BAT

Tak hanya dijumpai di Jakarta atau Semarang, Kota Tua juga ternyata ada di Cirebon. Hal ini menandakan bahwa Cirebon pernah eksis sebagai kota besar di era kolonial.

Kawasan kota tua di Cirebon bisa dikunjungi di kawasan Gedung British American Tobacco (BAT). Bangunan tua itu dibangun masa kolonial Belanda pada 1924 dan menjadi saksi kejayaan industri rokok di masanya.

Saat masa perang dunia kedua tahun 1942, perseroan mengalami hambatan. Usaha dan kekayaan perseroan jatuh di tangan pemerintahan Jepang sehingga kegiatan roda perusahaan menjadi terhenti.

Pada tahun 1949 perseroan telah kembali membaik dengan memakai nama baru, yaitu British America Tobacco Manufacture. Arsitektur bangunan gedung yang ikonik itu membuat banyak dikunjungi  wisatawan, baik lokal maupun luar Kota Cirebon.

Selain gedung BAT, terdapat bangunan tua lain di kawasan kota tua yang masih difungsikan hingga sekarang.

Seperti, gedung De Javasche Bank yang digunakan sebagai Kantor perwakilan Bank Indonesia di Cirebon, Kantor Pos Indonesia, gedung Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij (NIEM) sekarang kantor Bank Mandiri, Vihara Welas Asih dan bangunan tua lainnya.

5. Keraton Kasepuhan

Menelusuri jejak peninggalan sejarah Cirebon, berkunjung ke Keraton Kasepuhan adalah pilihan yang direkomendasikan. Bangunan keraton bergaya arsitektur Jawa Kuno ini masih terawat baik.

Luas areal komplek keraton ini mencapai 25 hektare. Bagian pagar tembok keraton ini batu bata merah lengkap dengan ornamen piring keramik berbagai corak dan motif.

Piring-piring yang menempel itu didatangkan dari Tiongkok sebagai hadiah untuk Kesultanan Cirebon.

Koleksi ratusan benda pusaka berupa piring, keris, tombak, gamelan, senjata perang dan benda-benda koleksi hadiah kerajaan dari berbagai belahan dunia pun masih terawat di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan.

Berbagai tradisi dan upacara adat pun masih dilaksanakan di Keraton Kasepuhan. Terutama pada bulan Mulud dan Sura (kalender Jawa).

Di bulan-bulan itu, pengunjung bisa melihat prosesi Siraman Panjang atau pemandian benda pusaka. Benda-benda pusaka itu dibasuh dengan air dari tujuh sumur yang berada di komplek keraton.

Previous articleAsal Usul Berdirinya Es Cendol Elizabeth Khas Kota Bandung
Next articleLiburan di Bandung, Yuk Bermain ke Museum Pos Indonesia