Ajarkan Anak Cinta Binatang Sejak Kecil

Bukan hanya anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun terkadang merasa takut atau geli saat memegang hewan. Hal ini dapat dipastikan bahwa orang tua mereka tidak mengajarkan anak cinta binatang sejak kecil. Saat masih berusia anak-anak, kebanyakan dari kita hanya dikenalkan pada hewan melalui gambar atau hanya menunjuk hewan-hewan yang ada di kebun binatang tanpa mendekati atau menyentuh mereka secara langsung. Jika hewan buas memang tidak memungkinkan, setidaknya cobalah buat anak berani mengelus hewan jinak yang mudah ditemui di kehidupan sehari-hari seperti kucing, kelinci, kuda, dan kambing.

  1. 1 Manfaat Mengajarkan Anak Cinta Binatang


    Mengajarkan anak cinta binatang itu penting loh! Selain melatih keberanian diri, sikap cinta binatang juga membuat anak akan memiliki rasa empati yang juga berlaku pada orang lain. Oleh karena itu, pengajaran ini tidak kalah pentingnya dengan pelajaran di sekolah. Terkadang pelajaran yang anak perlu dapatkan bukan hanya pengetahuan saja, tetapi juga akhlak dan moral yang bisa didapatkan dari kehidupan sehari-hari.

  2. 2 Cara yang Bisa Dilakukan Agar Anak Cinta Binatang


    Menumbuhkan rasa cinta binatang pada anak memang tidak mudah, apalagi jika orang tua sendiri yang bahkan takut dengan hewan. Maka dari itu, demi bisa melatih keberanian anak, orang tua pun perlu mengalahkan rasa takut pada diri sendiri agar anak bisa percaya bahwa binatang jinak tidak akan menyakiti mereka jika diperlakukan dengan benar, salah satunya dengan tidak mengganggu. Dari sekian banyak binatang di sekitar kita seperti kucing, burung, dan anjing, ajarkan pada anak untuk tidak memukul atau mengusir hewan-hewan tersebut yang sedang diam untuk berteduh dari hujan atau terik matahari.


    Mengenalkan anak dengan dunia binatang melalui cerita bergambar serta tayangan video atau film juga baik dilakukan sebagai langkah awal. Di dalam proses pengenalan ini, anak belajar mengenai pengetahuan dasar mengenai nama-nama hewan, makanan, dan tempat hidupnya. Pengetahuan-pengetahuan itu pula yang bisa didapat melalui beberapa reality show atau cerita fiksi yang mengangkat kehidupan para binatang. Selain dua cara di atas, orang tua juga bisa mengajak anak untuk mengunjungi kebun binatang sehingga anak bisa melihat hewan secara langsung.


    Ketika di rumah atau di tempat umum, beberapa orang tua terkadang mengusir binatang yang ada di sekitar karena takut hewan-hewan tersebut membuang kotoran. Tak sampai di situ, mereka juga mengatakan pada anak-anak mereka untuk tidak bermain dengan hewan dengan alasan bahwa hewan itu kotor. Tentunya hal ini tidak dibenarkan karena dengan begitu, sepanjang hidupnya anak akan selalu beranggapan bahwa binatang itu kotor. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika orang tua tidak menanamkan pikiran seperti itu dan membiarkan anak berinteraksi dengan hewan.


    Cara yang terakhir yaitu dengan memelihara binatang. Hal ini bukan hanya bisa mengajarkan anak cinta binatang dengan menumbuhkan rasa empati, namun juga anak bisa belajar memegang tanggung jawab. Saat mengadopsi hewan untuk dipelihara, orang tua bisa memberikan penjelasan kepada anak bahwa binatang juga adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang perlu dijaga dengan baik. Selain memberi penjelasan, orang tua juga perlu memberi contoh berupa praktik bagaimana merawat dan memerlakukan binatang.


    Nah, sekarang kita tahu, kan, bahwa mengajarkan anak cinta binatang itu sangat penting dan mampu memberikan banyak manfaat bagi kehidupan mereka, terutama dalam sikap dan perilakunya di masa depan. Jadi, yuk mulai ajak anak untuk bisa menyayangi dan memperlakukan hewan dengan baik sejak kecil!