Aturan Perjalanan Menggunakan Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

1068
Aturan Mudik Lebaran 2021
Photo By: mamikos.com

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan aturan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Aturan ini berlaku selama masa larangan mudik lebaran pada 22 April – 5 Mei dan 18 – 24 Mei 2021.

Aturan ini merujuk pada Addendum Surat Edaran (SE) satuan tugas (Sargas) Covid-19 nomor 13 tahun 2021 yang diterbitkan kamis (22/4/2021).

Dilansir dari Kompas.com, Syafrin, mengatakan pelaku perjalanan darat yang hendak meninggalkan Jakarta menggunakan kendaraan pribadi di masa larangan mudik, tidak wajib melakukan test Covid-19.

“Untuk kendaraan pribadi memang jika kita membaca dari Addendum SE 13 tadi, maka dihimbau, tetap sifatnya dihimbau melakukan tes mandiri”, ujar Syafrin.

Aturan Perjalanan ke Luar Jakarta

Syafrin juga memastikan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan secara acak nantinya kepada pengguna kendaraan pribadi ke luar Jakarta. Hal yang sama juga berlaku bagi penumpang bus. “Untuk pergerakan darat tidak wajib”, sambungnya lagi.

Penumpang bus, akan dilakukan pemeriksaan Covid-19 secara acak. Selain itu, pengecekan suhu juga akan dilakukan ke setiap pelaku perjalanan.

“Sementara untuk perjalanan darat itu sifatnya bukan mandatori. Jadi kami di terminal (untuk penumpang bus) itu melakukan pengecekan suhu terhadap setiap pelaku perjalanan”, terangnya.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 menerbitkan Addendum tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H, serta upaya pengendalian penyebaran Covid-19. Dalam Addendum itu berisi bahwa perjalanan darat maupun pribadi dihimbau melakukan PCR atau rapid test antigen H-1 sebelum berangkat.

Opsi yang lain dapat melakukan GeNose C19 yang tersedia pada hari keberangkatan yang tersedia di Rest Area. Satgas Covid-19 daerah nantinya dapat melakukan tes acak di sejumlah titik apabila diperlukan.

Aturan Transportasi Lain

Pelaku perjalanan dengan transportasi laut, udara, dan penyeberangan laut sendiri wajib menunjukkan surat negatif tes PCR atau Rapid Test antigen H-1 sebelum keberangkatan atau tes GeNose C19. Pelaku perjalanan tersebut diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia.

Bagi para penumpang kereta Api antar kota atau juga diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR atau tes rapid antigen H-1 sebelum keberangkatan atau tes GeNose.

Penumpang kereta tersebut tidak harus mengisi e-HAC. Di lain sisi, masyarakat umum termasuk warga DKI dilarang mudik pada 6-17 Mei 2021.

Pada periode tersebut, warga yang harus melakukan perjalanan ke Luar Jakarta diwajibkan untuk memperlihatkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).