Banyak Pria Alami Kebotakan Dini Di Usia 30 Tahun, Mungkin Ini Penyebabnya

218

Kebotakan merupakan hal yang umum terjadi pada rambut. Baik pria maupun wanita bisa mengalami kebotakan. Tapi ternyata, pria lebih beresiko mengalami kebotakan daripada wanita loh. Lantas apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Dr. Marie Valentine SpBP, dokter spesialis bedah plastik di RSKB Bina Estetika mengatakan bahwa kebotakan terjadi pada 80 persen pria dan 50 persen wanita. Pada pria, kebotakan rambut umumnya terjadi di atas 50 tahun, tapi saat ini, kebotakan pria di usia 20 sampai 30 tahun sudah banyak yang bisa ditemui.

Beberapa faktor mempengaruhi mengapa pria lebih beresiko mengalami kebotakan. Dokter Marie Valentine menjelaskan faktor genetiklah yang paling utama mempengaruhi faktor hormonal sehingga pria lebih mudah mengalami kebotakan dini.

"Faktor utama itu genetik, jadi kalau orang tua alami kebotakan, biasanya anaknya lebih mudah mengalami kebotakan. Pola hidup dan pola makan, serta stress yang tinggi juga bisa jadi pemicu kebotakan dini. Aktivitas yang kurang juga bisa membuat pria mengalami kebotakan." ucap dokter Marie Valentine.

Kebotakan pada pria terjadi akibat ketidakseimbangan hormon dehidrotestosteron (DHT) atau reseptor DHT yang berlebih di folikel rambut. Ini selanjutnya menjadikan folikel rambut mengecil dan membuat rambut rontok di bagian depan atau dikenal sebagai hairline dan semakin meluas ke bagian tengah belakang.

"Pada pria ini biasa disebut male pattern baldness jadi kebotakan dengan pola tertentu. Gejala awal biasanya folikel rambut menipis sehingga rambut juga tumbuh menipis, biasanya pada bagian depan kepala. Kemudian rambut jadi makin jarang karena folikel makin tipis. Kalau sudah parah, biasa rambut botak dari bagian depan sampai ke belakang." jelas dokter Marie Valentine.

Tapi satu hal yang penting juga diketahui adalah botak bukan cuma permasalahan pria. Saat wanita menua, botak juga bisa menggentayangi wanita. Adapun salah satu lokasi botak wanita sama seperti pria, yakni di atas kepala. Penyebab utamanya bisa saja faktor genetik, hormon, usia dan menopause.

Untuk penanganannya biasanya menggunakan obat oral atau topikal, transplantasi rambut dan mengkamuflase area yang menipis.

Ada juga kebotakan yang diistilahkan marginal alopecia, yakni kebotakan yang terjadi di garis rambut. Salah satu bentuknya adalah traction alopecia yang disebabkan karena terlalu sering menguncir rambut sedemikian kencang.

"Terlepas dari gaya hidupnya, jika gaya rambutnya menyebabkan sakit, maka itu tidak baik buat rambutmu. Jika kamu harus menarik rambutmu ke belakang, temukan gaya rambut yang tidak menekan kulit kepalamu.," kata Dr Paradi Mirmirani, ahli Dermatologi.

Terlalu sering memaparkan panas seperti penggunaan hair dryer atau kimia seperti cat rambut dalam jangka waktu yang lama juga bisa menyebabkan kebotakan. Dr Mirmirani mengatakan bahwa sering melihat wanita yang menunda pergi ke dokter karena mereka tidak menyadari rambut rontoknya disebabkan masalah medis dan bisa disembuhkan.

"Maka dari itu, penting bagi wanita untuk mengetahui bahwa hampir semua kasus rambut rontok itu bisa dihentikan atau diobati." jelas Dr Mirmirani.

[zombify_post]

Previous articleHarga Terus Menggila Hingga Puluhan Juta, Berikut Cara Membudidayakan Monstera
Next articleJangan Sampai Salah! Di Negara Ini, Gelengkan Kepala Artinya Iya