Baru Lulus dan Sedang Cari Kerja? Pahami Jenis Kontrak Karyawan

Kamu mungkin sering mendengar tentang karyawan kontrak dan tetap. Perbedaan mendasar keduanya yaitu terletak pada masa kerjanya dengan perusahaan. Jika karyawan kontrak harus selalu merasa was-was karena takut masa kerjanya tidak diperpanjang setelah masa kontrak berakhir, lain halnya dengan karyawan tetap yang tidak perlu mengkhawatirkan hal semacam itu. Mereka juga biasanya memiliki kesempatan untuk mengambil cuti serta beberapa keuntungan lain jika dibanding pegawai yang bekerja dengan sistem kontrak. Kenyataannya, jenis karyawan masih ada yang lain yaitu karyawan magang, paruh waktu, dan freelance. Kelima jenis pekerja ini dibedakan berdasarkan jenis kontrak karyawan. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya di bawah ini yuk!

Fungsi dan Beda Setiap Jenis Kontrak Karyawan

Jenis kontrak karyawan yang pertama yaitu karyawan magang. Secara spesifik, magang ini bertujuan untuk memberikan pengenalan dan pengalaman pada seseorang dalam dunia kerja. Oleh karena itu umumnya masa magang ini dijalani oleh pelajar SMA / SMK maupun orang-orang yang masih duduk di bangku perkuliahan sebagai salah satu persyaratan kelulusan. Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya bahwa aktivitas tersebut diperuntukkan untuk belajar, maka itulah yang menjadi kelebihan jika kamu menjalani masa ini. Selain itu sebagai lulusan baru yang sedang mencari kerja, kamu juga bisa mencantumkan pengalaman magang tersebut di dalam CV atau daftar riwayat hidupmu. Sayangnya, menjadi karyawan magang tidak selalu menyenangkan. Berdasar pada tujuannya yang bekerja karena adanya kebutuhan untuk memenuhi syarat lulus, maka sangat pantang memiliki harapan tinggi mengenai persoalan gaji.

Setiap perusahaan memberikan nominal gaji yang berbeda pada karyawan magang, bahkan ada yang memanfaatkan dengan menyuruh ini itu selama jam kerja penuh tanpa imbalan apapun. Tapi masih ada juga kok perusahaan yang setidaknya memberikan uang transportasi, makan siang, atau sejumlah uang setelah masa magang berakhir.

Kedua yaitu karyawan part time. Seperti namanya, jenis kontrak karyawan ini bersifat paruh waktu di mana seseorang hanya bekerja kurang dari jam kerja normal. Jadi jika biasanya durasi kerja dalam satu hari adalah 8 jam, maka pekerja jenis ini hanya akan bekerja sekitar 4 jam. Keuntungan bekerja dengan sistem ini jika dibandingkan dengan magang tentunya dari sisi pendapatan, sehingga sangat cocok bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pemasukan uang namun tetap bisa mengikuti perkuliahan.

Ketiga ada karyawan freelance yang mana dalam pekerjaannya ia tidak terikat kontrak jangka panjang, melainkan hanya bekerja dalam proyek-proyek tertentu saja. Karyawan jenis ini umumnya bekerja di rumah, akan tetapi ada juga yang harus terjun ke lapangan, tergantung pada pekerjaan apa yang ia ambil dan kesepakatan apa yang ia setujui bersama dengan orang yang mempekerjakannya itu. Meski terdengar lebih fleksibel, nyatanya mereka pun bisa bekerja melebihi jam kerja normal. Hal ini dikarenakan mereka harus bisa menyelesaikan pekerjaan / proyek tepat waktu sebagai bukti profesionalitas.

Lalu keempat ada karyawan kontrak yang umumnya status ini didapatkan oleh para karyawan yang baru beberapa bulan bergabung dengan perusahaan. Mereka terikat sebuah kontrak atau perjanjian kerja yang mana jika mereka melanggar aturan perusahaan atau keluar dari perusahaan sebelum masa kontrak berakhir, maka akan ada denda atau sanksinya. Di samping itu, jika sudah betah sekalipun di tempat kerja kamu akan tetap merasa tidak aman karena bisa jadi setelah masa kontrak berakhir, HRD atau pimpinan perusahaan tidak lagi memperpanjang kontrak kerjamu. Lain halnya lagi jika memang kamu tipe orang yang ingin menjelajahi bidang pekerjaan lain, sistem kontrak akan sangat berguna untukmu. Tapi ingat ya, terlalu sering pindah pekerjaan hanya akan memberikan kesan yang kurang baik bagimu di mata perusahaan lain.

Dan terakhir yaitu karyawan tetap. Sebagaimana kita tahu bahwa saat ini menjadi karyawan tetap di sebuah perusahaan itu sangat sulit. Bahkan orang-orang yang sudah bekerja selama puluhan tahun pun banyak yang masih berstatus karyawan kontrak. Adapun keuntungan menjadi karyawan tetap yaitu banyaknya fasilitas berupa tunjangan (kesehatan, transportasi, makan, cuti, dan lain-lain). Gaji yang didapatkan karyawan tetap juga biasanya akan mengalami kenaikan dibanding saat masih menjadi karyawan kontrak. Selain itu kamu juga tidak perlu khawatir ‘ditendang’ pergi. Selama perusahaan tempatmu bekerja tetap berdiri dan kamu juga tetap loyal serta produktif, maka posisimu aman!

Itulah macam-macam jenis kontrak karyawan serta perbedaan dari segi pengertian, kelebihan, dan kekurangannya. Semoga bemanfaat!