Begini Tes Kapal Selam Pertama Buatan RI Yang Bikin Dag-Dig-Dug

Ada kisah yang cukup menegangkan di balik keberhasilan tahapan uji Tactical Diving Depth (TDD) kapal selam buatan Indonesia yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia. PT PAL sendiri merilis detik-detik menegangkan saat proses Kapal Selam Alugoro menembus kedalaman 311 meter di bawah permukaan laut.

Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh mengungkapkan detik-detik yang cukup membuat nyali ciut pada 4 Maret 2020 lalu tersebut. Bahkan, menurut Budiman Saleh, dirinya dan para awak kapal selam sampai rela meminum air  laut di kedalaman ratusan meter tersebut. Kenapa?

Jadi, sebagaimana yang diketahui, Budiman Saleh turut serta dalam proses uji coba Tactical Diving Depth (TDD) bagian dari Sea Acceptance Test (SAT) Kapal Selam Alugoro di perairan utara Bali pada kedalaman 311 meter.

Uji coba ini dilakukan setelah kapal selam Alugoro dinyatakan lolos tes Nominal Diving Depth (NDD) di kedalaman 250 meter pada Januari 2020. Adapun tahapan testing di kedalaman 311 meter ini merupakan pengujian yang paling berisiko baik dari segi desain dan produksi kapal selam.

“NDD dan TDD test yang paling berisiko dari segi desain dan produksi, apalagi ini pengujian pertama kali dilakukan PT PAL dan Indonesia,” ungkap Budiman Saleh dilansir dari penjelasannya di akun YouTube PT PAL, Kamis (15/10).

Menurut Budiman, saat tes, badan kapal Alugoro mendapatkan tekanan sebesar 25 Bar pada kedalaman 250 meter dan 30 Bar pada kedalaman 300 meter.

“Badan kapal selam akan menciut, diameter jadi mengecil,” katanya.

Namun, ada hal yang paling menegangkan yakni ketika baju selam yang dimiliki tim yaitu Submarine Escape Immersion Equipment buatan Inggris hanya mampu bertahan di kedalaman 183 meter atau setara 600 kaki.

Artinya, baju itu tak ada gunanya lagi bila sampai kejadian terburuk menimpa tim penguji kapal selam termasuk dirinya ketika sudah berada di kedalaman 300 meter.

“Jika terjadi kegagalan pada kedalaman lebih dari 183 meter, maka diperlukan suatu wahana penyelamat atau Submarine Rescue Vehicle yang hingga saat ini Indonesia belum memiliki,” jelasnya lagi.

Sekalipun cukup berisiko, namun segala perhitungan teknis dan mitigasi risiko sudah dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya pengujian yang dilaksanakan bisa berlangsung dengan aman dan sukses dengan mencapai kedalaman yang dipersyaratkan untuk kapal selam.

“Mau nggak mau harus berserah diri kepada Allah setelah melakukan kalkulasi detil dan rinci,” kenangnya.

Pada prosesnya, momentum itu pun tiba. Kapal selam Alugoro berhasil menembus ke kedalaman yang krusial bagi kapal selam. Layar tampilan kedalaman di dalam kabin menunjukkan kedalaman 310,8 meter.

Saat itu juga, tim mengambil sampel air laut di kedalaman tersebut dan langsung bersulang kemudian meminum air laut bersama-sama sebagai bukti rasa syukur.

“Air asin banget dan dingin,” ujar Budiman Saleh.

Lebih lanjut menurut Budiman Saleh, aspek lain yang cukup krusial saat pengetesan kapal selam Alugoro adalah ketika tim melakukan buka tutup laras terpedo di kedalaman laut tersebut, karena berpotensi terjadi risiko yang tidak diinginkan bakalan mungkin terjadi.

Namun, Budiman menegaskan bahwa proses keberhasilan tes kapal selam PAL di kedalaman 311 meter berkat kemampuan SDM Indonesia dalam bidang pengelasan.

Proses pengelasan disebutnya sebagai elemen paling penting dalam hal pembuatan kapal selam. Bahkan proses las ini sendiri dipelajari langsung oleh PT PAL di Korea Selatan baru berlanjut dilakukan di dalam negeri. Dan hasilnya benar-benar sangat memuaskan karena dinyatakan ‘zero defect’ oleh lembaga penguji di Jerman.

“Proses pengelasan kapal adalah faktor utama sukses tidaknya NDD dan TDD,” tegas Budiman Saleh.

Kapal Selam Alugoro sendiri sudah sempat melaksanakan Nominal Diving Depth (NDD) di kedalaman 250 meter pada 20 Januari 2020 lalu. Kegiatan SAT dilaksanakan di perairan utara Pulau Bali yang merupakan wilayah latihan TNI AL serta memiliki kedalaman laut yang memadai yakni 500 hingga 800 meter.

Pada Desember 2020 nanti, rencananya akan diserahkan ke Kementerian Pertahanan. Kapal selam Alugoro adalah satu dari 3 kapal selam yang dipesan Indonesia dari Korsel, dua kapal selam dibuat di Korsel, dan satu kapal selam dibuat di PT PAL Surabaya.