Belajar dari 3 Raja Brand yang Kalah dalam Inovasi Kemudian Terlupakan

250

Inovasi adalah sebuah kewajiban untuk menjaga usaha bisnis agar tetap bertahan di tengah persaingan yang ketat. Sejaya apapun sebuah brand jika tak sanggup melakukan inovasi akan meredup hingga bangkrut. Kita bisa belajar dari para mantan penguasa pasar yang kalah dalam inovasi kemudian terlupakan.

Siapa yang tak kenal dengan Nokia pada awal-awal tahun 2000-an. Brand satu ini menguasai hampir seluruh pasar ponsel di seluruh dunia. Kurang lebih hampir selama 14 tahun menjadi raja dalam industri ponsel. Namun mungkin karena terlalu nyaman, Nokia harus mengakui kehebatan para pesaingnya.  

Lalu ada BlackBerry. Ia pernah menjadi raja dalam industri ponsel setelah Nokia surut. Pasa saat itu hingga muncul anggapan tidak bisa dikatakan keren kalau belum pakai BBM (BlackBerry Messenger). Beberapa tahun kemudian, BlackBerry harus gulung tikar karena kalah dalam inovasi.

Hal yang sama dialami Kodak. Perusahaan yang bergerak di bidang fotografi ini pernah jaya pada tahun 90-an. Sebab tak bisa menyesuaikan keinginan pasar dengan baik, pada tahun 2009 perusahaan asal Amerika tersebut berhentik produksi lalu pailit.

Itulah nasib para raja yang pernah jaya pada eranya namun kemudian harus ditelan zaman. Siapa yang saat ini masih pakai Kodak? Siapa sekarang yang masih pakai BlackBerry? Hampir tidak ada.

Jika kita membangun usaha, kita sangat perlu melakukan inovasi yang konstan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Bisa jadi idealis adalah sesuatu yang bagus, tapi dalam urusan bisnis, inovasi sesuai pasar juga sangat diperlukan.

Sekarang mari kita mengambil pelajaran dari para raja brand yang sekarang hancur tersebut.

[zombify_post]

Previous article7 Ide Bisnis Rumahan yang Bisa Kamu Lakukan selama Pandemi Virus Corona
Next article6 Sikap yang Harus Kamu Tunjukkan Jika Ingin Disayang Calon Mertua