Berapa Frekuensi Buang Air Besar yang Baik? Begini Penjelasannya!

7
Berapa Frekuensi Buang Air Besar yang Baik? Begini Penjelasannya!
Sumber : Canva

Berapa Frekuensi Buang Air Besar yang Baik? Begini Penjelasannya! Dalam sehari berapa kira-kira bagusnya buang air besar?

Ini mungkin menjadi pertanyaan yang sering terlintas setiap kali kamu memikirkan tentang BAB. Namun, tak usah pusing-pusing memikirkannya karena sudah ada ahli yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Melansir laman Health Digest, Selasa (21/2/2023), Dr. Kenneth Brown, salah satu ahli gastroenterologi terkemuka di Plano, Texas, memberi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Mengenai seberapa sering orang harusnya buang air besar yang sebenarnya memiliki jawabannya yang bisa beragam.

“Frekuensi yang sehat dapat berkisar dari tiga kali sehari pada satu orang hingga tiga kali seminggu pada orang lain,” kata Dr. Brown.

“Penting untuk dicatat bahwa tidak ada frekuensi normal yang ditetapkan untuk buang air besar, itu hanya tergantung pada apakah kamu tidak merasa tidak nyaman dengan frekuensi yang kamu miliki,” sambungnya.

Jika seseorang tidak buang air besar secara teratur, maka itu ada kemungkinan karena mengalami sembelit.

Orang yang mengalami sembelit memiliki frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam minggu. Selain itu, tanda lainnya adalah memiliki tinja yang keras dan kering sehingga sulit untuk dikeluarkan.

“Itu juga bisa disertai dengan gejala lain seperti sakit perut, kembung, dan perasaan seperti Anda tidak bisa mengosongkan usus sepenuhnya,” kata Dr. Brown.

Sembelit dapat menyebabkan serangkaian masalah kesehatan seperti sakit perut atau kram, fisura anus, kembung, impaksi tinja, diare yang meluap dan dalam kasus yang serius dapat menyebabkan keadaan darurat yang dikenal sebagai obstruksi usus.

Berapa Frekuensi Buang Air Besar yang Baik? Begini Penjelasannya!
Sumber : Canva

Tips buang air besar secara teratur

Dr. Brown memberi beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga agar buang air besar tetap teratur. Salah satu yang terpenting adalah mengonsumi makanan berserat tinggi dan minum banyak air.

Makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga agar feses tetap lembut dan mendorong buang air besar secara teratur.

“Tetap terhidrasi dapat membantu mencegah sembelit dengan menjaga tinja tetap lembut dan lembab,” kata Dr. Brown.

Selain itu, kita juga harus berolahraga secara teratur, karena dapat membantu merangsang otot-otot di usus dan membuat BAB menjadi lebih teratur. Penting juga untuk tidak mengabaikan keinginan untuk buang air.

“Ketika kamu merasa perlu BAB, cobalah untuk buang air secepat mungkin,” kata Dr. Brown.

Baca Juga : Manfaat Dibalik Minum Air Hangat, Obat Pegal Hingga Lancarkan Pencernaan

Jika menunda atau mengabaikan dorongan tersebut, feses bisa menjadi lebih keras dan lebih sulit untuk dikeluarkan. Jangan mencoba mengejan, karena dapat menyebabkan wasir dan fisura.

Sebaliknya, Dr. Brown menganjurkan agar kita bisa mengubah posisi duduk di kloset. Bisa dengan menggunakan Squatty Potty atau bangku untuk mengangkat lutut di atas pinggul dan bersandar sedikit ke depan. Ini adalah posisi yang lebih alami untuk buang air besar dan membantu buang air besar.

Previous articleSusah Buang Air Besar Hingga Kesakitan? Berikut Cara Mengatasinya
Next articleApa Itu Strawberry Parents? Gaya Didikan Orang Tua yang Berakibat Fatal Terhadap Anak