Bikin Geger! Obrak-Abrik Sistem Google, Remaja Pasuruan Ini Hanya Jurusan IPS Di SMU

269

Dunia hacking atau keamanan teknologi di dunia maya memang menjanjikan banyak hal bagi pelakunya. Selain mendapat ilmu dan pengalaman, uang yang melimpah juga bakal bisa diterima oleh mereka yang berkecimpung di dunia tersebut. Dan nama satu ini tak kalah sangarnya soal dunia hacking.

Ya, dia adalah M Nosa Sandi Prasetyo atau yang akrab disapa Nosa. Dilansir dari berbagai sumber, Nosa ini pernah sukses menjebol celah keamanan milik Google. Seorang bug hunter atau pencari error dalam sebuah sistem, prestasinya ini tergolong luar biasa.

Padahal, Nosa adalah lulusan SMA di jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia komputer. Kok bisa ya?

Nosa yang lahir pada 30 September 1999 ini sejatinya memang sudah memiliki minat yang besar di bidang IT. Ia mulai menyukai program game saat masih duduk di bangku SD. Saat beranjak ke Sekolah Menengah Pertama, barulah dirinya mengenal dunia sofware dan seluk beluknya. Bahkan di periode tersebut, Nosa sudah berhasil menciptakan sebuah virus komputer yang sederhana.

Dari situ, Nosa terus mengasah kemampuannya hingga duduk di bangku SMA. Kala itu, dirinya sudah memiliki keahlian dalam membuat kode program untuk menjalankan perintah tertentu. Keahliannya ini pernah dicoba untuk membobol sebuah akun rapor online dan akun ujian berbasis Android.

Hal itu ia lakukan setelah dirinya melihat ada sebuah celah keamanan (bug) pada program tersebut. Berawal dari itu, Nosa lalu mengembangkan tekniknya sampai membuat Google harus membayar dirinya.


Saat itu, Nosa tertantang untuk menemukan celah sensitif milik raksasa internet, Google. Percobaan pertamanya diaplikasikan dengan menggunakan browser internet explorer dan Mozilla Firefox. Namun laporan awal yang ia kirim ditolak mentah-mentah oleh Google karena dianggap tak memenuhi syarat.

Tak putus asa, Nosa kembali melakukan eksperimen kali ini dengan cara yang berbeda. Tak disangka, laporan bug-nya ini mendapat apresiasi tinggi dari Google dan langsung memberinya hadiah berupa uang sebesar 7.500 US atau setara dengan Rp 109,3 juta. Nosa pun makin bersemangat belajar IT.

Sayang, saat ia berusaha mendaftar di salah satu perguruan tinggi negeri untuk mengambil jurusan IT, ia malah ditolak. Alasannya sederhana, Nosa ditolak karena jurusan tersebut hanya dikhususkan untuk mereka yang berlatar belakang lulusan IPA, sementara Nosa seperti yang disampaikan di awal adalah siswa lulusan IPS.

Tapi berbekal pengalamannya menemukan celah keamanan Google, Nosa memilih menekuni profesi sebagai bug hunter. Isu yang terkait security engineering menjadi santapan sehari-hari dirinya saat sudah berada di depan layar komputer. Bahkan pemuda asal kota Pasuruan ini bertekad menjadi bug hunter yang sukses.

Ya, selama ada niat dan kemauan, apa yang selama ini dianggap mustahil pasti bisa dikerjakan dengan baik. Sama halnya dengan Nosa, sempat ditolak masuk kuliah karena latar belakang pendidikan IPA, dirinya kini sukses menjadi seorang ahli IT yang mencari kelemahan perusahaan sekelas Google.

[zombify_post]

Previous article5 Film yang Memiliki Cerita Mengejutkan
Next articleAjib! Dari Gang Sempit Di Ciledug, Siswa MTs Tangerang Ini Bobol Situs NASA