Biografi Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia

120

Ketika para tokoh selesai mempersiapkan proklamasi kemerdekaan RI dalam organisasi BPUPKI. Soekarno bersama 8 tokoh lainnya membentuk panitia kecil yang bertugas merumuskan dasar negara. Selain itu, panitia kecil juga menghasilkan PPKI dan Piagam Jakarta. Menjelang hari H teks proklamasi dibacakan, Soekarno menyatakan meski mempersiapkan kemerdekaan ini bekerja sama dengan pihak Jepang, namun sebetulnya rakyat Indonesia tetap dengan mandiri mengusahakan kemerdekaannya. Soekarno dalam biografinya digambarkan bahwa beliau aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan. Antara lain beliau berkontribusi dalam perumusan Pancasila, UUD 1945, hingga perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Sehari sebelum peristiwa proklamasi kemerdakaan. Peristiwa Rengasdengklok terjadi tanggal 16 Agustus 1945. Soekarno dan Mohammad Hatta yang dibujuk golongan muda mengungsi ke daerah Rengasdengklok. Beberapa tokoh golongan muda tersebut diantaranya adalah Singgih, Soekarni, Wikana hingga Chairul Saleh. Pemuda ini mendesak Soekarno dan Moh Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan RI lantaran Indonesia sedang mengalami vacum of power. 

Vacum of Power sendiri sebenarnya terjadi akibat Jepang mengakui kekalahannya dari pasukan sekutu. Pasukan sekutu sendiri berniat untuk datang ke Indonesia, tetapi mereka belum datang. 

Meskipun terjadi vacum of power, Soekarno, Mohammad Hatta dan beberapa tokoh golongan tua menolak untuk terburu-buru memproklamirkan kemerdekaan karena menunggu kejelasan dari info menyerahnya Jepang dari pasukan sekutu. Sedangkan yang lain berpendapat bahwa alasan Soekarno karena menunggu tanggal yang tepat, yaitu 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan Ramadlan. Sehingga proklamasi dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Setelah mendapat desakan dari golongan muda, akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Soekarno ditemani oleh Mohammad Hatta menjadi proklamator dalam momen bersejarah ini. Selain itu, beliau berdua juga diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.

Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945, organisasi PPKI mengangkat Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama yaitu Soekarno dan Moh Hatta. Pengangkatan ini dikukuhkan tanggal 29 Agustus 1945 oleh KNIP. Baru sebentar jadi Presiden, Soekarno dihadapkan dengan masalah yang terjadi di Lapangan Ikada. 200 ribu lebih rakyat Jakarna merencanakan melakukan aksi bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap. 

Namun, dengan luar biasa beliau menyelesaikan masalah tersebut tanpa terjadi pertumpahan darah tanggal 19 September 1945. Saat Letjen. Sir Phillip Christison menjadi pimpinan pasukan sekutu dan datang ke Indonesia. Mereka akhirnya mengakui secara de facto kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Soekarno. 

Pada tanggal 10 November 1945, terjadi agresi militer sekutu di Surabaya. Belanda memprovokasi sekutu yang berada di bawah naungan Inggris untuk melakukan penyerangan ke daerah Surabaya. Presiden berusaha keras untuk dapat menyelesaikan krisis di Surabaya saat itu. Akhirnya pahlawan Brigadir Jendral A.W.S Mallaby gugur dalam tragedi 10 November 1945. Hari itu dikenang sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Kondisi pemerintahan Indonesia pada awal-awal kemerdekaan cenderung tidak stabil dan sulit karena banyaknya provokasi yang terjadi di Jakarta masa itu. Oleh karenanya, presiden Soekarno memutuskan memindahkan sementara Ibukota dari Jakarta ke Yogyakarta yang kemudian diikuti oleh Wakil Presiden beserta semua staff pemerintahan dan pejabat tinggi lainnya. 

Berdasarkan UUD 1945 saat itu, presiden Soekarno menjabat sebagai kepala pemerintahan namun juga sekaligus sebagai kepala negara. Tetapi, selama masa revolusi, sistem pemerintahannya berubah-ubah. Satu saat Indonesia menganut sistem pemerintahan semi presidensiil dimana Presiden Soekarno sebagai kepala negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana menteri atau kepala pemerintahan. Hal ini bertujuan agar Indonesia menjadi negara yang demokratis.

Namun meski sistem pemerintahan berubah, dunia Internasional tetap mengakui Soekarno dan Moh Hatta sebagai pemimpin sesungguhnya Indonesia kala itu. Meski saat itu sudah dibentuk Pemerintahan Darurat RI yang diketuai oleh Sjarifuddin Prawiranegara. Terutama ketika terjadi peristiwa Madiun di tahun 1948 dan Agresi. Sehingga kebijakan beliau mampu menyelesaikan sengketa yang ada antara Indonesia dan Belanda.

[zombify_post]

Previous article7 Film tentang Konser Fenomenal Band Legendaris Dunia
Next articleBiografi Soekarno, Sang Proklamator dan Founding Father