Bisnis Cacing Di Tengah Pandemi, Pria Ini Untung Rp 6 Juta/Bulan

Cacing yang kerap dipandang menggelikan bagi sebagian besar orang ternyata bisa juga lho mendatangkan keuntungan besar. Hewan melata tersebut banyak dicari orang karena dibutuhkan tuk beragam kepentingan, mulai dari pakan, suplemen makanan ikan, hingga membantu pertumbuhan dan sebagai pupuk buat tanaman.

Dilansir dari 99.co, beberapa jenis cacing yang bisa dibudidayakan dan menghasilkan keuntungan adalah cacing tanah asia atau Pheretima, Perionyx, dan Lumbricus. Persiapan untuk beternak cacing ini juga cukup mudah. Dan berikut ulasan selengkapnya.

Siapkan kandang sebagai lokasi mengembangbiakkan cacing

Sebelum mulai beternak cacing, hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah lokasi budidaya yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jika menemukan tempat yang pas, langkah selanjutnya adalah menyediakan kandang yang terbuat dari box-box kayu berukuran 90x50x30 cm.

Untuk menyiasati agar tidak terlalu makan tempat, wadah tersebut bisa disusun dalam rak-rak berukuran besar.

Sediakan media tanam

Lokasi dan kandang telah siap, langkah berikutnya adalah membuat media tanam yang bakal ditinggali oleh cacing. Bahannya terdiri dari campuran pupuk kandang, kompos dan sisa limbah rumah tangga plus air.

Perbandingannya adalah 7:3 dengan air. Selanjutnya, media tersebut dimasukkan ke dalam box setinggi 30 cm.

Cari cacing di sawah atau Beli untuk bibit

Media tersebut lalu diisi oleh bibit cacing yang bisa diperoleh dengan cara mencari sendiri di atau membeli kepada pembibit. Sedikit banyaknya jumlah bibit harus disesuaikan dengan box media tanam yang tersedia.

Jika jumlahnya mencapai ratusan, alangkah baiknya kalau membeli ke petani cacing. Tapi jika di bawah jumlah tersebut, bibit bisa diperoleh dengan cara mengembangbiakkan cacing yang berasal dari tanah.

Rawat cacing hingga berkembang biak dengan baik

Biasanya, satu box media tanam mampu diisi 50 hingga 100 bibit cacing. Untuk pakan, bisa diberikan dalam bentuk serbuk dengan perbandingan 1:1 antara makanan dengan cacing. Saat berkembang biak, cacing bakal menghasilkan kokon atau telur yang menetaskan 20 cacing.

Telur ini juga harus ditempatkan di wadah khusus di dalam box berupa campuran jerami dan kompos. Usahakan box bebas dari semut, burung dan hewan lainnya.

Cacing bisa dipanen pada umur sekitar 40-50 hari

Media tanam di dalam box juga perlu diganti setiap 1 atau 2 bulan sekali karena campuran kompos, pupuk kandang dan air bisa mengeras dalam jangka waktu tersebut. Cacing yang telah berumur 40-50 juga telah bisa dipanen.

Untuk mengambil cacing, peternak bisa menggunakan sinar agar mereka keluar dari tanah dengan sendirinya.

Adapun salah satu kisah sukses dari budidaya cacing ini adalah Arian Arsyagam Isbandi. Berawal dari kebingungan karena tidak adanya pemasukan akibat Covid-19, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun itu mencoba beternak cacing.

Harga perkilogram cacing lumbricus yang kering dijual dengan harga Rp 500 ribu. Pria yang akrab disapa Rian tersebut diketahui bisa mengantongi omset hingga sebesar Rp 3 juta sampai Rp 6 juta sebulan.