Bukan Di Komik, Desa Ini Benar-Benar Dihuni Para Penyihir di Dunia Nyata

192

Liburan ke desa yang cantik sudah biasa, tapi berkunjung ke desa penyihir di Spanyol bakal memberikan sensasi yang berbeda, berani?

Di Spanyol, terdapat sebuah desa yang dikutuk. Namanya desa Trasmoz yang dikepung pegunungan Moncayo di wilayah Aragon, provinsi Zaragoza. Dilihat dari peta, wilayahnya masuk bagian utara Spanyol dan berjarak empat jam lebih dari Madrid, ibukota Spanyol.

Meski berada di negara terkenal seperti Spanyol, desa Trasmoz ini menyimpan cerita kelam dan dicap sebagai desa yang terkutuk hingga saat ini. Berdasarkan cerita sejarah, pada abad ke-13, Desa Trasmoz adalah desa yang cantik. Desa ini kaya dengan sumber air dan pertambangan perak.

Masyarakat disana juga sangatlah makmur. Kala itu, tercatat ada 10 ribu orang tinggal disana. Wilayah desa juga bukan milik pemerintah sehingga tidak diharuskan membayar upeti kepada gereja-gereja katolik di dekatnya seperti Biara Veruela yang sama-sama Provinsi Zaragoza. Pemerintahan desa terpusat di Kastil Trasmoz yang berada di bagian paling atas.

Tapi, pelan-pelan tersiarlah kabar bahwa kastil itu tempatnya penyihir. Berdasarkan laporan masyarakat, mereka juga sering mendengar bunyi-bunyian aneh dari dalam kastil.

Hari berganti hari, makin sering para penyihir terlihat di jalanan dengan membawa peralatannya seperti sapu, salib hitam dan kuali. Wabah-wabah penyakit lalu bermunculan dan hanya bisa disembuhkan oleh para penyihir.

Melihat kondisi yang tidak baik ini, gereja-gereja Katolik pun menegur Pedro Manuel Ximenez de Urrea, sang penguasa Kastil Trasmoz. Pihak gereja juga mengancam penduduk desa Trasmoz tidak diizinkan datang ke pengakuan dosa atau mengambil sakramen sukci di gereja Katolik. Aliran air turun dihentikan mengalir ke desa Trasmoz.

Bukannya takut, Pedro malah angkat senjata dan berperang melawan pihak-pihak gereja. Dengan bantuan para penyihirnya, Pedro sangat kuat!

Kabar itu akhirnya sampai ke pemerintah pusat Spanyol di bawah pemerintahan Raja Ferdinand II. Di tahun 1511, dengan bantuan dari Paus Julius II dari Vatikan, Italia, desa itu lalu dikutuk dengan ayat 108 kitab Mazmur yang dianggap sebagai kitab paling sahih yang dimiliki gereja untuk memberi kutukan.

Dengan kutukan itu, Pedro dan para tukang sihir berhasil dikalahkan. Kastil Trasmoz lalu dibakar sampai habis biar tidak ada lagi tukang sihir bersarang disana. Para penduduk desanya pun mulai mengungsi ke tempat lain. Hanya tinggal puluhan orang saja yang masih menetap hingga saat ini.

Tapi sayangnya, disana belum ada fasilitas seperti sekolah atau rumah sakit. Hanya rumah penduduk saja. Nah buat yang mau ke desa Trasmoz ini, ada satu orang penduduk setempat bernama Lola Ruiz Diaz yang siap jadi guide tuk mengantar ke reruntuhan Kastil Trasmoz, termasuk tempat-tempat para penyihir di eksekusi.

Katanya, hingga saat ini masih ada segelintir penyihir yang hidup di desa Trasmoz. Penyihir-penyihir itu membuat ramuan-ramuan dan mantra-mantra untuk menangkal roh jahat..

Percaya tidak percaya..

[zombify_post]

Previous articleBisa Sebabkan Kematian, Inilah 5 Dampak Negatif Terlalu Sering Masturbasi
Next article5 Fakta Kucing Emas Yang Terancam Punah Di Dunia