Bukan hanya di Disney, Inilah Putri Tidur Di Dunia Nyata

200

Baru-baru ini, media sosial Indonesia tengah diramaikan oleh berita seorang bayi laki-laki bernama shaka. Dia dikabarkan telah tidur sejak usianya baru delapan bulan, selama satu tahun lamanya hingga usianya 18 bulan. Disebutkan pula, meskipun Shaka terus tidur dan tak dapat beraktivitas seperti anak-anak lain, namun bayi tersebut bisa makan dan minum. Malangnya, kini balita menggemaskan itu, telah tiada. 

Dalam dunia medis, fenomena yang terjadi pada bayi Shaka ini dinamakan sindrom putri tidur atau Slepping Beauty Syndrome. Selain bayi Shaka, fenomena ini juga pernah dialami oleh beberapa orang di berbagai belahan dunia. Berikut ini merupakan beberapa orang yang mengalami sindrom putri tidur dari berbagai Negara di dunia

1. Beth Goodier, Inggris

Putri tidur di dunia nyata yang pertama adalah Beth Goodier. Dia mengalami sindrom putri tidur pada tahun 2014. Saat itu, Beth masih berumur 16 tahun. Dalam sehati, gadis itu hanya bangun dua jam saja. Akibatnya dia tidak dapat menjalankan aktifitas seperti orang normal lainnya. Segala sesuatu hal yang dibutuhkan oleh Beth bergantung pada campur tangan Janine, Sang Ibu. Jeth pernah mengatakan bahwa dirinya ingin melakukan sesuatu hal yang sangat produktif sama seperti gadis-gadis yang lainnya.  Pada bulan oktober 2014, gadis itu berksempatan untuk menyampaikan sesuatu kepada khalayak ramai soal sindrom yang di alaminya. Tujuannya, agar setiap orang dapaat mengerti dan waspada soal penyakit langka tersebut.

2. Heather Reed, Kanada

Putri tidur yang selanjutnya adalah Heather Reed asal Kanada. Sindrom Putri tidur juga dapat terjadi pada seorang wanita, salah satunya dalah Heather Reed. Wanita ini bekerja sebagai seorang ilmuwan. Karena terkena sindrom tersebut, ia harus kehilangan pekerjaanya sebagai ahli biologi. Bayangkan, selama kurun waktu satu tahun (jika dihitung ada 8.670 jam), wanita ini mampu menghabiskan waktu hingga 8.030 jam hanya untuk tidur. Iti artinya dia hanya menghabiska 640 jam dalam setahun untuk beraktifitas.

Setelah terbebas dari belenggu ‘sindrom putri tidur’ ini. Wanita ini mengaku kondisi tersebut sangat berdampak besar dalam kehidupannya. Misalnya, dia merasa seperti menjadi hantu dalam hidupnya.

3. Jade Fraizer, Amerika Serikat

Seorang gadis kecil asal Amerika Serikat, Jade Fraizer didiagnosa mengidap KLS yang akhirnya menyebabkan dirinya tertidur hingga beberapa hari. Gejala aneh sudah dirasakan oleh Dee, Ibunya. Anak gadis yang masih berusia 11 tahun itu sering tertidur di dalam kelas ketika pelajaran berlangsung. Bahkan ketika hari natal, Jade juga tertidur.

Melihat kondisi seperti itu, Dee langsung merujuk anaknya ke rumah sakit unutk di periksa. Kemudian dokter langsung menyimpulkan bahwa Jade Terkena sindrom putri tidur.

4. Louisa Ball, Inggris

Sindrom putri tidur juga pernah terjadi di Inggris pada tahun 2011. Putri tidur yang semula hanya ada dalam cerita dongeng terjadi di dunia nyata. Gadis tersebut bernama Louisa Ball asal Worthing. Saat itu, suhu di Inggris begitu dinging sehingga Louisa mulai tertidur. Orang uta gadis yang masih berusia 17 tahunitu tak mengira jika anak perempuannya tak kunjung bangun selama 14 hari. Mereka bahkan mencoba untuk membangunkan putrinya dengan membuat makanan lezat, namun upaya itu gagal. Orang tua nya juga telah memberikan makanan favoritnya, seperti lima bungkus keripik, sekotak biscuit namun dia hanya melewatkannnya. Bahkan orang tuanya harus memasukan makanan itu kedalam mulutnya sedikit demi sedikit. Hal ini persis seperti hamster yang sedang berhibernasi. Karena tidur selama hampir dua minggu, gadis itu kehilangan berat bdan selama 10 kg. Louisa kemudian di rujuk ke rumah sakit di London. Berkat campur tangan pihak medis, gadis itu didiagnosa terkena Kleine-Levin Syndrome (KLS) atau sindrom putri tidur.

Previous articleMengulik Derita dan Suka Profesi Sebagai Penonton Bayaran Di TV
Next articleCara Mudah Untuk Memahami Wanita