Cara Cegah Krisis Finansial untuk Menghadapi Kondisi Tak Terduga

Dalam kondisi normal, kita mungkin tak mengalami masalah finansial. Tapi ketika menghadapi kondisi yang tak terduga, jika keuangan tak ditata dengan rapi, dapat membuat orang menderita karena krisis keuangan. Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus memiliki perencanaan finansial yang baik.

Kita perlu bersyukur jika hingga sampai saat ini, kita tak pernah mengalami yang namanya krisis finansial. Di luar sana, banyak dari teman-teman kita yang memiliki finasial bagus namun tiba-tiba harus menderita saat menghadapi kondisi tertentu. Misalnya menghadapi masa pendemi Covid-19 ini. Banyak orang yang dalam kondisi normal hidup baik-baik saja, namun mereka kewalahan ketika harus menghadapi krisis finansial di tengah badai pandemi. Semua itu bisa terjadi karena tidak memiliki perencaan keuangan yang baik.

Seperti yang kita ketahui bahwa di tengah pandemi Corona ini banyak orang kehilangan pekerjaan. Orang yang biasanya bisa mendapatkan penghasilan besar, bisa berkurang lebih dari 50 persen karena pembatasan aktivitas ekonomi. Akibatnya, krisis finansial pun terjadi.

Kondisi yang tidak ideal seperti sekarang ini semoga cepat berlalu dan pasti berlalu. Namun di masa yang akan datang, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi– yang bisa berakibat fatal pada perekonomian kita. Oleh sebab itu, sejak saat ini kita harus mulai sadar untuk membuat persiapan finansial untuk menghadapi keadaan yang tidak terduga. 

Berikut ini akan kami berikan beberapa tips finansial agar krisis finansial tak terjadi dalam keadaan tertentu. 

  1. 1 Dana Darurat


    Memiliki dana darurat adalah suatu kewajiban jika kita tak ingin menderita saat menghadapi keadaan terburuk. Kita harus mulai membangun dana darurat ini dari penghasilan kita per bulan.

    Dana darurat paling ideal adalah sebesar 3 kali lipat dari pendapatan kita per bulan. Artinya jika kita memiliki penghasilan 5 juta pe rbulan, maka kita harus memiliki dana darurat senilai 15 juta di tabungan kita. Dengan demikian, apapun yang terjadi kita sudah memiliki persiapan  cukup dengan tabungan tersebut.

    Jika kita ingin kondisi paling aman dalam menyiapkan dana darurat, kita bisa menyimpan 12 kali lipat dari pendapatan kita per bulan. Tentu saja ini tidak mudah bagi sebagian orang, namun jika terjadi kondisi ekonomi yang tak terduga, persiapan ini akan sangat membantu dan membuat kita relatif aman.

  2. 2 Mengelola Uang dengan Baik


    Kita juga harus bisa mengelola uang dengan baik dalam kondisi apapun. Jangan sampai kita hidup dengan gaji bulanan dan habis pada bulan itu juga. Kita harus punya pengelolaan keuangan yang baik jika ingin aman menghadapi kondisi yang tak terduga.

    Jika kita memiliki gaji 5 juta per bulan, misalnya, kita harus bisa mengatur pembagiaannya  untuk keperluan-keperluan tertentu. Artinya kita harus mengetahui pendapatan dan besaran pengeluaran kita sendiri setiap bulan. Kita harus tahu berapa kebutuhan untuk makan per bulan, untuk bayar kontrakan, untuk berbagi dengan yang lain, bayar cicilan dan lain sebagainya.

    Bayar cicilan seringkali paling banyak menyerap dari pendapatan kita perbulannya. Untuk itu kita perlu ingat bahwa besaran cicilan yang kita ambil, layaknya tidak boleh lebih dari 35 persen dari pendapatan per bulan. Selebihnya, bisa kita gunakan untuk keperluan lain termasuk menabung untuk persiapan dana darurat.

  3. 3 Gaya Hidup


    Ada satu ungkapan yang perlu kita renungkan soal keuangan, bunyinya: "Hidup ini sebenarnya murah, yang mahal adalah gaya hidup."

    Ungkapan tersebut jika kita renungkan ada benarnya. Dalam hidup ini yang paling utama adalah kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Jika semua aspek tersebut terpenuhi, maka kita sudah bisa hidup normal. Namun gaya hidup dapat memberikan pengaruh besar pada keuangan kita. Kita sebenarnya sudah bisa hidup normal dengan memakai baju seharga 100 ribuan. Namun karena gaya hidup, terkadang kita tidak puas kalau tidak membeli baju seharga jutaan.

    Nah, gaya hidup hidup ini perlu kita perhatikan. Memang tidak ada salahnya kita memilih gaya hidup apapun. Namun di sisi lain, kita juga harus tahu kemampuan kita khususnya di bidang finansial. Jangan sampai, antara gaya hidup dan pendapatan tidak seimbang.

    Orang yang bernafsu untuk mengikuti gaya hidup yang terlalu tinggi justru akan membuat menderita. Apalagi jika sumber untuk memenuhi gaya hidup tersebut didapatkan dari utang. Ini akan sangat membuat orang tersebut lebih menderita. Jangankan melakukan perencanaan keuangan, orang yang terjebak dalam gaya hidup berlebihan akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-sehari jika tak diimbangi dengan pendapatan yang sepadan.

  4. 4 Asuransi


    Asuransi juga menjadi hal yang sangat penting untuk persiapan menghadapi kondisi yang tak terduga-duga. Asuransi akan melindungi harta kekayaan kita jika terjadi suatu bencana. Oleh sebab itu, kita perlu untuk mendapatkan asuransi baik untuk jiwa dan seluruh aset-aset yang kita miliki.

    Itulah beberapa tips agar kita memiliki perencanaan keuangan yang baik. Agar ketika terjadi bencana seperti pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kita tidak mengalami krisis finansial. Apakah Anda tertarik melakukannya?