Cerita Nelayan Asal Minang Yang Dilamar Bule Prancis Dan Mengajaknya Menikah

Pria asal Sumatera Barat ini sukses memikat hati seorang wanita bule asal Prancis yang populer di Youtube dengan nama Channel Clem Bule Minang. Danil begitu namanya dulunya adalah seorang nelayan.

Meski demikian, ia sukses membuat sang bule jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatnya. Penasaran bagaimana kisahnya, lanjut baca artikel ini.

Nelayan bernama lengkap Danil Gustian yang berusia 25 tahun ini telah melangsungkan pernikahan dengan wanita asal Prancis, Clementin Vincent yang dikenal sebagai Youtuber Clem Bule Minang. Keduanya bahkan sempat menggalang dana untuk biaya pernikahan mereka.

Danil mengungkapkan kisah cintanya bermula saat melihat Clem tengah berkunjung ke kampung halamannya, Pulau Bungus, Teluk Kabung, Sumatera Barat pada tahun 2015 siilam. Di pulau itu pula, Danil tinggal dan setiap harinya mencari nafkah sebagai nelayan dan pemandu wisata.

"Waktu itu dia mau berangkat, dan saya melihat dia dari jauh, dia sangat cantik. Berbeda-lah dengan yang lain. Dan saya tanya kepada temannya melalui akun instagram, saya lalu follow dia dan kirim pesan. Selama satu tahun, saya selalu coba kirim pesan tapi dia jarang balas, dia sangat cuek." ucap Danil.

Baru pada tahun 2017, alias dua tahun kemudian, perasaaan cinta Danil dibalas oleh Clem.

"Pada tahun 2017, saya ketemu Danil di sebuah toko sayur di tepi pantai Bungus, Teluk Kabung. Saya melihat dia dan saya langsung jatuh cinta. Danil pun begitu. Sejak hari itu pula, kami selalu bersama dan tidak pernah lagi berpisah." ucap Clem tersipu malu.

Selain cantik, Danil mengungkapkan alasannya bisa jatuh cinta pada bule Prancis tersebut. Katanya, Clem sangat bisa memahami adat istiadat orang Sumatera Barat karena sejak usia enam tahun ia sudah tinggal di daerah tersebut dan bisa berbahasa Minang.

"Dia begitu mengerti kehidupan saya. Dia menerima saya apa adanya, dan hatinya sangat baik. Dia tulus tidak memandang saya sebagai nelayan maupun tour guide. Dia tetap menerima saya apa adanya. Dia tidak menuntut laki-laki yang sempurna." kata Danil.

Danil juga mengungkapkan bahwa sebelum cintanya dibalas oleh Clem, ibunda istrinya tersebut sebenarnya sudah sangat ingin menjodohkannya dengan sang anak, saat itu, ibunda Clem sedang liburan di Indonesia dan Clem sendiri sedang berada di Indonesia.

"Ibunya saya bawa jalan-jalan selama satu minggu selama liburan. Akhirnya, ibunya senang dan suka sama saya. Dia bilang, anaknya akan datang dan nanti akan dikenalkan anaknya dengan saya. Saya tidak menyangka kalau ternyata itu adalah ibu Clem." jelas Danil.

Saat awal dekat dengan Clem, Danil langsung menceritakan kepada keluarga dan teman-temannya, tapi hampir semuanya tidak ada yang percaya bahwa dia bisa dekat dengan seorang bule. Danil pun lalu membuktikan ucapannya dengan membawa Clem ke rumahnya.

"Teman saya banyak yang ndak percaya, dan selama satu tahun, saya diam saja karena banyak yang bilang saya bohong. Setelah saya bawa Clem ke rumah baru semua pada percaya. Akhirnya, keluarganya Clem juga datang dan mengajak menikah. Baru kaget mereka dan percaya. Itulah namanya jodoh, ketika saya kirim undangan, sangat hebohlah waktu itu, sampai saya dipanggil masuk acara televisi." sambungnya.

Danil sendiri menikahi Clem pada 6 Februari 2019 lalu di Padang. Saat itu, Danil mengaku tak punya cukup uang untuk menggelar pesta pernikahan. Dia pun berinisiatif untuk membuka galang dana secara online alias open donasi.

"Karena keluarga saya kan ndak punya, namanya juga nelayan. Kalau Clem kan ada uangnya. Setelah open donasi, ternyata tidak ada juga yang mau menyumbang. Tapi pernikahan tetap terlaksana meski sederhana. Nikahnya dua kali, di Padang dan Prancis," kenang Danil.


Saat ini, Danil dan Clem sudah tinggal di Prancis. Negara beribukota Paris itu, Danil bekerja sebagai chef tetap di sebuah restoran ternama.

"Saya belum pernah menjadi chef sebelumnya, karena dulunya saya kerja kuli dan nelayan di Padang. Ingat dulu kerja keras di Padang, itulah namanya rezeki dan jodoh. Kalau Tuhan mau naikkan derajat kita, apapun tidak ada hambatannya. Bayangkan saja, bahasa Prancis belum lancar, tapi satu minggu disini saya sudah bisa dapat pekerjaan." jelasnya haru.