Dear Calon Ayah, mengertilah mengapa Bumil gampang menangis!

Kehamilan merupakan salah satu kebahagiaan yang dinantikan oleh semua wanita di dunia. Karena kehamilan merupakan anugerah tersendiri yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Meski diliputi kebahagiaan, namun pada proses kehamilan seorang perempuan akan mengalami banyak hal ‘ajaib’ dalam tubuhnya. Hal inilah yang terkadang membuat ‘mood’ bumil naik turun layakknya roaler coaster. Perubahan mood inilah yang membuat calon ayah kewalahan bahkan tidak sabar dengan sikap dari ibu hamil mulai dari sensitif, ngambekan sampai menangis.Yuk calon ayah pahami mengama ibu hamil bisa seperti ini.

1. Perubahan Hormon

Pada awal kehamilan khususnya trisemester pertama, calon ibu baru saja mengetahui bahwa ada janin yang mulai tumbuh di dalam rahimnya. Perasaan bahagia, bingung, cemas dan kaget bercampur menjadi satu sehingga memicu emosi yang tak terkendali. Selain itu pada trisemester pertama, tubuh akan memproduksi hormon estrogen dan juga progesteron yang lebih banyak dari wanita normal sehingga, ibu hamil cenderung sensitif. mudah marah, sedih dan menangis.

2. Morning Sick

Pada masa awal kehamilan, ibu hamil akan mengalami morning sick (mual) , lemas, kelelahan serta nyeri di beberapa bagian tubuh. Meski berada pada kondisi tubuh seperti itu, ibu hamil dituntut untuk melakukan rutinitas biasa meski harus membatasi aktivitas. Calon ayah mungkin mengangap ibu hamil tampak biasa saja namun sebenarnya ia sedang berusaha keras untuk berada pada keadaan senormal mungkin. Karena itu, wahai calon ayah mohon pahami dan dukung kami yang sedang berjuang ini.

3. Kurang Percaya Diri

Penampilan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh perempuan. Ketika mengalami kehamilan, seorang wanita harus rela mengalami perubahan fisik seperti, payudara membesar, perut membuncit, tubuh semakin gemuk dan muka hitam berjerawat. Meski tak dapat dihindari, ada beberapa ibu hamil yang merasa kurang percaya diri dengan penampilannnya tersebut. Karena itu ada baikknya calon Ayah selalu menyemangati dan memberikan dukungan. Karena satu kata ejekan ‘kamu bulet sekarang’ bisa membuat ibu hamil meraung – raung.

4. Overthinking

Para suami, jangan pernah berpendapat bahwa pada pikiran ibu hamil hanyalah ‘makan apa hari ini?’ atau ‘pakai baju apa besok?’ namun ibu hamil hamil memikirkan banyak hal yang mungkin tidak dipikirkan oleh calon ayah. Apakah nutrisi bayinya cukup, apakah dia sehat, apakah anggota tubuhnya lengkap ? Bagaimana cara membuat dia bahagia di dalam sana ? Bagaimana persalinan nanti ? itulah beberapa pemikiran yang ada dalam benak ibu hamil. Dalam keadaan seperti ini, ibu hamil perlu diberikan support dan juga kenyamanan dari suami. Saling bertukar isi hati merupakan hal yang diperlukan oleh ibu hamil saat ini. Saat ia bisa mencurahkan segala kegelisahaannya maka tidak akan merasa menaggung beban sendirian, ia merasa tenang dan dapat mengandalkan sang suami.

5. Lingkungan

Lingkungan sekitar juga sangat mempengaruhi suasana hati dari ibu hamil. Suasana kerja yang penuh tekanan, komentar miring dari banyak orang serta hubungan dengan pasangan salah satu pemicu perasaan ibu hamil menjadi sensitif. Jika lingkungan diluar rumah sudah berat setidaknya wahai calon ayah buatlah istrimu merasa aman dan nyaman dirumah. Membuat suasana rumah yang ceria, memberikan kasih sayang dan perhatian lebih serta tidak memicu konflik adalah satu tugas yang harus dilakukan oleh calon ayah. Istrimu saat ini sedang mengandung buah kasih antara kalian berdua, sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan yang terbaik sejak dari kandungan hingga lahir nanti.