Di 5 Daerah Ini, Kopi Pernah Dianggap Racun Dan Minuman Setan

Saat ini, kopi boleh dibilang adalah minuman paling populer di dunia. Namun siapa sangka, kopi ternyata pernah dianggap sebagai racun, minuman setan dan minuman menyesatkan. Waduh!

Jauh sebelum kopi bisa dikonsumsi secara bebas, ternyata kopi pernah punya kisah dan sejarah kelam di beberapa negara. Konsumsi kopi dilarang karena beberapa pimpinan di masa lampau menganggap kalau kopi adalah minuman misterius.

Karena belum familiar, akhirnya beberapa negara dan kota melarang konsumsi kopi. Alasannya adalah karena minuman tersebut dikhawatirkan akan memberi dampak buruk.

Sejarah mencatat, kopi di masa lampau bahkan dianggap sebagai racun dan minuman yang menyesatkan. Padahal sebenarnya jika dikonsumsi secara tepat, kopi justru membawa manfaat bagi kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Mental Floss, berikut beberapa negara dan kota yang pernah melarang peredaran dan konsumsi kopi.

Kota Mekah

Otoritas pemerintah kota Mekah pernah melarang peredaran kopi. Pada tahun 1511, kopi bahkan dianggap minuman haram karena gubernur yang menjabat di masa tersebut menganggap kopi sebagai minuman yang berpotensi memunculkan perilaku radikal.

Kebiasaan minum kopi secara berkumpul juga disebut-sebut merupakan cara kaum oposisi dalam melakukan pertemuan. Karena khawatir akan banyaknya masyarakatnya yang berkhianat, maka pimpinan kota Mekah mengeluarkan larangan mengonsumsi kopi.

Kelompok Sufi pada masa itu juga mengandalkan kopi sebelum berdoa semalam suntuk saat proses pemakaman. Hal ini juga dianggap sebagai hal yang buruk. Padahal di periode tersebut, tujuan minum kopi adalah agar mata tetap terjaga semalaman.

Italia

Kopi masuk ke Eropa pada kisaran abad ke-16. Saat itu beberapa pemuka agama melarang konsumsi kopi karena kopi dinilai sebagai minuman para setan. Hal ini pun dipercaya masyarakat yang kemudian menghindari dan memusnahkan kopi.

Tapi keadaan berubah ketika Paus Clement VIII mencicipi kopi dan mengungkapkan bahwa minuman tersebut lezat. Paus Clement VIII bahkan sampai membuat pernyataan yang menyebutkan kopi sebagai minuman yang diberkati.

Mulai dari situ, kopi jadi sering dikonsumsi. Kedai-kedai kopi pun mulai banyak berdiri di Italia, bahkan kini kafe kopi terkenal dan populer di dunia justru berlokasi di Italia.

Swedia

Masyarakat Swedia dilarang minum kopi pada tahun 1746-an. Kopi bahkan masuk dalam kategori minuman terlarang dan berada dalam posisi setara dengan racun. Ya, saat itu kopi dianggap sebagai racun yang mematikan.

Di Kerajaan, ada seorang ahli yang memang ditugaskan untuk mencicipi makanan dan minuman sebelum dikonsumsi raja dan keluarganya. Orang ini bertugas memeriksa dan mengidentifikasi apakah dalam makanan dan minuman tersebut mengandung kopi.

Saking dianggap racun, pihak kerajaan menetapkan hukuman minum kopi bagi pencuri atau pembunuh yang tertangkap. Penjahat juga akan dicekoki kopi sebagai hukuman mati. Tapi cara ini tentu saja tidak efektif dan memakan waktu sangat lama karena kopi sama sekali tidak mengandung racun.

Konstantinopel

Hampir selama Abad Pertengahan, Konstantinopel boleh dibilang adalah salah satu kota terbesar dan termakmur di benua Eropa. Namun saat tahta kekaisaran Utsmani yang berlangsung sekitar tahun 1623, kopi jadi minuman yang dilarang keras untuk dikonsumsi. Bahkan ada aturan hukum yang sengaja dibuat khusus untuk penikmat kopi.

Orang-orang yang nekat menikmati kopi maka akan mendapat hukum pukulan. Jika ketahuan lagi mengonsumsi kopi maka akan dihukum mati. Hukumannya pun tanggung-tanggung, pelaku akan dimasukkan ke dalam kantung kulit dan dilemparkan ke laut.

Prusia

Prussia adalah kerajaan Bangsa Jerman. Pada tahun 1777, Raja Frederick membuat pernyataan yang mengatakan bahwa bir lebih unggul dibanding kopi. Pengumuman ini ia buat karena pada masa itu kopi memiliki peminat yang jauh lebih besar.

Padahal kawasan Prussia merupakan produsen yang menjadikan bir sebagai minuman khas masyarakat setempat. Khawatir eksistensi bir akan tergusur kopi maka Raja Frederick memerintahkan warganya untuk membuang kopi dan memperbanyak mengonsumsi bir.

Tapi lambat laun, seiring bergantinya sistem pemerintahan akhirnya kopi kembali diizinkan untuk dikonsumsi. Buktinya hingga kini, kawasan Jerman tetap unggul soal produksi bir. Kopi dan bir sebenarnya memiliki penggemar masing-masing dan dua minuman ini juga punya karakter yang berbeda jauh.