Didi Kempot, Sang Maestro Campursari Inspiratif

132

Siapa yang tidak mengenal Didi Kempot? Penyanyi, pemusik sekaligus pencipta lagu campursari yang sangat dikenal masyarakat pecinta music ini memang sangat digandrungi karena ciri khas suara dan musiknya. Seringkali kita mendengar lagu-lagu campursari Didi Kempot lewat radio maupun televisi, namun kita tidak mengetahui siapa sosok beliau. Yang kita ketahui hanya alunan musik dan suara khasnya yang terkadang bikin hati itu adem anyem.

Didik Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot adalah penyanyi dan pencipta lagu dengan genre campursari dari Surakarta. Ia juga merupakan putra dari seniman tradisional terkenal di tanah air, yaitu Ranto Edi Gudel, serta adik kandung dari pelawak senior Srimulat, mamiek Prakoso.

Kehadiran Didi Kempot di dunia musik tanah air memang memberikan  warna tersendiri. Bagaimana tidak, ditengah maraknya berbagai jenis genre musik yang tengah popular di era modernisasi ini, sang maestro campursari ini mampu mempertahankan eksistensi musik tradisional ke masyarakat pecinta musik. 

Musik campursari itu sendiri merupakan salah satu wujud kesenian music yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa, terutama Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Wujud dari musiknya adalah penggabungan dari alat musik irama pentatonic ( tradisional Indonesia ) dengan nada diatonic ( Barat ).

Dari Pengamen Jalanan Menjadi Maestro Campursari

Perjalanan karir seseorang untuk menuju puncak memang tidaklah mudah dan memiliki kisahnya masing-masing. Termasuk Didik Prasetyo yang sering kita dengar dengan panggilan Didi Kempot ini. Siapa yang menyangka kalau sebelum menjadi maestro campurasi yang terkenal di kalangan masyarakat pecinta music ini dulunya adalah seorang pengamen jalanan.

Perjalanan karir Didi Kempot dari sebelum ia terkenal dimulai pada tahun 1984. Dan pada saat itu dirinya masih menjadi seorang pengamen jalanan. Dengan hanya beromadalkan ukulele dan gendang, penyanyi campursari kondang tersebut mulai mengamen di kota kelhairannya, yaitu Kota Solo selama tiga tahun ( 1984-1986 ).

Tak hanya itu, dirinya juga sempat pindah ke Yogyakarta, disitulah dia menjadikan Malioboro sebagai tempat kebolehan dirinya dalam mengamen. Pada saat itu, selama berada di Malioboro, Didi Kempot menyanyi lagu keroncong dangdut ( congdut ) yang kemudian dikenal oleh masyarakat dengan music campursari.

Dan dari situlah musik keroncong mulai terkenal dari tangan seniman musik yang berlatar belakang hanya seorang pengamen. Sungguh pencapaian yang sangat luar biasa dari seorang pengamen bisa menghipnotis masyarakat dengan alunan musik keroncong.

Perjalanan karir Didi Kempot berlanjut di Jakarta,dimana pada tahun 1988 penyanyi campursari asal Solo tersebut mulai menginjakkan kakinya Jakarta. Dari sinilah untuk pertama kalinya kaset rekaman Didi Kempot dilirik oleh sebuah label musik studio setelah sebelumnya sempat  beberapa kali ditolak. Hingga pada saat itu dirinya mengeluarkan album pertamanya dan sekaligus lagu andalannya dalam album tersebut, lagu itu adalah Cidro.

Kemudia pada tahun 1993, Didi Kempot mulai mengapakkan sayap karir bermusiknya ke luar negeri. Penyanyi asal Solo tersebut mulai tampil di luar negeri, tepatnya di Suriname, Amerika Selatan. Dan lagu cidro yang dibawakannya sukses meningkatkan pamornya sebagai musisi terkenal dalam genre campursari di Suriname. 

Berkat kesuksesannya itulah, menjadikan karirnya semakin meroket ketika dirinya kembali ke tanah air. Hingga melalui karya-karyanya dirinya sempat didaulat menjadi maestro music campursari. Sungguh pencapaian yang amat luar biasa dari seorang musisi pengamen jalanan sampai menjadi seorang maestro.

The God Father of Brokenheart

Hampir semua karya musik Didi Kempot bernuansa lagu yang kental dengan patah hati. Satu diantara beberapa album yang dia ciptakan yaitu Cidro. Dimana dalam lagu tersebut terinspirasi dari kisah asmara yang ia jalani bersama kekasih namun tidak direstui oleh orang tua kedua belah pihak. Oleh sebab itu, lagu tersebut begitu menyentuh hingga membuat pendengar terbawa perasaan.

Oleh karena itu, mengapa kaum muda sering menyebut dirinya The God Father of brokenheart, karena memang karya-karyanya begitu menyentuh dan menyayat hati perasaan bagi pendengarnya. Bukan tidak mungkin sebagian anak muda menjadikannya sebagai inspirasinya, dari seorang pengamen bisa menghasilkan karya-karya yang begitu menyentuh. Tidak salah kalau dia memang pantas dijuliki maestro music campursari.

[zombify_post]

Previous articleWork From Home, Tips Untuk Peluang Usaha Di Tengah Pendemi
Next articlePertimbangan Saat Akan Memutuskan Bekerja Sambil Kuliah