Edit Fotonya Keren, Pria Indonesia Ini Ditawar Adobe Rp 90 Juta

Sebenarnya ada banyak tawaran pekerjaan bisa tiba-tiba datang menghampiri tanpa harus lebih dulu mengirim Curriculum Vitae (CV) atau surat lamaran. Dan hal ini terjadi pada seorang pria asal Indonesia yang menceritakan kisah suksesnya bisa diajak bekerjasama oleh perusahan software Adobe.

Pria tersebut bernama Kevin Pramudya Utama yang mengungkapkan kisah perjalanan hidupnya yang diakuinya awalnya bukanlah siapa-siapa tapi bisa dikontrak dan dibayar hingga Rp 90 juta oleh sebuah perusahaan besar seperti Adobe.

Sebelum bercerita soal kisah suksesnya, awalnya Kevin yang diketahui memiliki akun Twitter yang bernama @sadness_loop menuloretzziskan bahwa dirinya dihubungi Adobe hingga dikontrak dengan bayaran 6.000 US dollar atau setara Rp 90 jutaan.

Karena tweetnya ini mendapat banyak tanggapan positif dan meminta Kevin agar mau menceritakan kisahnya, Kevin yang saat ini tinggal di Jepang akhirnya memutuskan untuk mengungkap cerita suksesnya melalui sebuah thread yang jadi viral.

Menurut Kevin, Adobe tertarik untuk merekrutnya usai ia mengikuti sebuah kontes foto. Dalam cuitannya itu, Kevin mengaku dirinya sangat menyukai dunia fotografi. Dan beberapa waktu lalu, Kevin yang baru berusia 23 tahun memutuskan untuk mengikuti kontes Lightroom yang diadakan oleh Adobe dan JNTO singkatan dari Japan National Tourism Organization.

Sempat pesimis akan menang, ternyata dua foto Kevin terpampang di daftar para juara. Saking tidak disangkanya, ia mengaku menangis.

“11 Maret 2020, Foto saya muncul ga tuh di paling atas sendiri, menangidddd rasanya demi apapun, pulang kerja sepanjang perjalanan nangis karena terharu, bangsat menang ga tuh wkwowkwok ga nangis dirumah karena malu diliatin temen serumah,” tulisnya.

“Ga cukup sampai di situ, scroll kebawah lagi niatnya ngecek pemenang yang lain juga, DEMI APA TERNYATA ADA FOTO SAYA YANG LAIN LAGI, dipilih sama sponsor yang lain, mau meninggal aja udah.,” tambahnya.

Meski dua fotonya sukses juara, kemenangan tersebut sebenarnya tidak membuatnya mendapat hadiah. Tapi perjuangan Kevin mengirim sejumlah fotonya untuk lomba ternyata tidak sia-sia.

Karena beberapa hari setelahnya, dirinya mulai dihubungi oleh product manager Adobe untuk diajak bekerja sama. Tak lama kemudian, mereka kemudian memutuskan untuk menggelar meeting.

“Ternyata ga main-main, saya yang sama sekali belum pernah online meeting hidup, sekalinya online meeting langsung sama Adobe, rambut disisir rapi pokoknya udah kayak anak kecil abis mau main sore-sore tuh tinggal dibedakin aja, udah terobos aja lah yang penting yakin,”cuit Kevin.

Berawal dari situlah, Kevin akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan untuk membuat project Discovery Files dan 20 tutorial editing untuk Lightroom. Proyek itu pun diakuinya butuh perjuangan yang berdarah-darah, tapi untungnya ia tetap bisa menyelesaikan proyek tersebut dengan hasil memuaskan.

Kevin pun mengisahkan bahwa dulunya, hasil editannya sering sekali diejek, tapi dengan terus belajar dan bekerja keras, saat ini ia akhirnya bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan sebuah perusahaan software grafis besar.

“Gimana ga nyangka coba, saya itu editannya dulu cuma diejek, direndahin, dan segala macem yang pokoknya jahat deh. Eh kok bisa-bisanya dipercaya Adobe buat bikin tutorial edit foto, sekali lagi, rencana Tuhan emang ga ada yang tau.” tutupnya