Efek Samping Dari Suka Memendam Perasaan

135

Memendam emosi atau memendam perasaan, sering kali dianggap sebagai tindakan yang baik dan mulia, karena khawatir akan bisa menyakiti pihak lain apabila emosi itu diekspresikan.

Maka sangat banyak kita jumpai anjuran di tengah masyarakat, agar memendam emosi dan perasaan tanpa mengekspresikannya. Bahkan hal ini terjadi sejak masih anak-anak, dimana mereka selalu disuruh diam saat menangis, dan segera tenang saat ribut.

Yang dimaksud dengan memendam emosi (emotion suppression) adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekspresikan emosi tersrbut, demikian pula dengan memendam perasaan. Seseorang cenderung berusaha mengingkari perasaan tertentu, atau memendam berbagai perasaan yang berkecamuk dalam dirinya, tanpa diekspresikan.

photo source: idntimes.com

Studi dalam ilmu kesehatan menunjukkan, ternyata emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah bagi kesehatan. Hal seperti ini tampak remeh dan sepele, namun memendam emosi dan perasaan dalam waktu lama akan berdampak dengan terganggunya kesehatan fisik maupun mental.

Karena jika seseorang menekan emosi atau memendamnya, kemungkinan emosi itu akan terbuang dengan cara yang tidak tepat. Bahkan dapat terekspresikan secara negatif kepada pihak yang tidak bersalah.

Ketika seorang istri memendam emosi negatif kepada suami karena tidak mampu mengekspresikannya, bisa jadi emosi negatif itu akan terekspresikan kepada orang lain yang berada di sekitarnya. Misal, ia akan mudah marah dan emosional terhadap anak atau pembantu rumah tangga.

Demikian pula ketika suami memendam emosi negatif kepada istri, bisa jadi emosi negatif itu akan terekspresikan kepada orang lain yang berada di sekitarnya. Misal, ia akan mudah memarahi bawahannya di tempat kerja.

photo source:hallosehat.com

Memendam emosi membawa pengaruh buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Sebuah penilitian yang dilakukan selama lebih dari 12 tahun menunjukkan bahwa orang yang sering memendam perasaannya memiliki resiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang terbiasa mengekspresikan perasaannya secara positif.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Psychosomatic Research volume 75, tahun 2013, juga menemukan bahwa memendam emosi dapat meningkatkan risiko kematian bagi penderita penyakit jantung dan kanker.

Bahkan pada banyak kasus, seseorang yang terlalu sering memendam emosi dan perasaan kepada pasangan, akan mulai terbiasa dengan tindakan memendam perasaan itu, dan akhirnya menyebabkan mati rasa terhadap pasangan.

Jadi, untuk Anda yang sedang jatuh cinta, masih ragu mengungkapkan perasaan ke pujaan hati? Hati-hati penyakit, lho!

[zombify_post]

Previous articleHal Yang Jangan Pernah Diubah Dari Kekasih Mu
Next article[Rendang] Menu Tanggal Mudanya Anak Kost!