Fakta Dibalik Mitos Bersepeda Membuat Betis Besar

303

Belakangan ini, publik sedang menyukai kegiatan bersepeda. Tidak hanya terjadi di kota Jakarta saja, penduduk di kota-kota besar lainnya dan daerah sekitar juga dilanda demam bersepeda ini.

Alasan masyarakat menjadi menyukai kegiatan bersepeda ini pun cukup bervariatif. Ada yang hanya memerlukan hiburan yang aman di saat pandemi, ada juga yang hanya mengikuti tren.

Namun, tidak semua orang berminat untuk ikut serta dalam tren bersepeda ini. Banyak yang juga tidak ingin ikut bersepeda dikarenakan takut jika nantinya betisnya menjadi lebih besar.

Meskipun tidak sedikit yang menganggap hal ini serius, sebagian besar lainnya menganggap hal ini hanyalah mitos belaka. Namun, timbul pertanyaan baru. Mana yang benar?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini kita akan membahas mengenai fakta dibalik mitos bersepeda membuat betis besar.

Simak artikel ini hingga selesai.

1. Hubungan antara bersepeda dengan kaki kita

Mungkin sebagian besar dari kita mengetahui jika kebanyakan atlet balap sepeda memilki paha dan betis yang besar. Bahkan, dilansir dari Bicycling Magazine, kebanyakan pembalap sepeda akan lebih bangga jika memiliki kaki yang lebih besar dibandingkan para pesaingnya.

Hal ini dikarenakan adanya anggapan kaki yang besar menunjukan seberapa keras latihan dan usaha dari sang pembalap sepeda. Bahkan hal ini seakan menjadi sebuah perlombaan.

Mungkin bentuk kaki dari para pembalap sepeda inilah yang menjadi salah satu patokan mengenai anggapan bersepeda dapat membuat betis dan paha menjadi lebih besar.

Namun, faktanya bersepeda memang dapat membuat otot kaki menjadi lebih kencang dan berisi..

menurut Live Strong, kaki seseorang akan terlihat membesar jika ia rutin melakukan latihan ketahanan yang berfokus pada bagian bawah tubuh setiap hari selama empat minggu berturut-turut.

2. Perempuan lebih sulit mengalami pembesaran otot

Meskipun bukan merupakan hal yang pasti, namun kebanyakan kaum perempuanlah yang lebih takut akan terjadninya pembesaran kaki akibat bersepeda. Namun, sepertinya tidak perlu terlalu takut dengan hal ini.

Karena pada kenyataannya, pembesaran otot yang terjadi pada perempuan lebih lambat terjadi jika dibandingkan dengan laki-laki.

Seperti laporan dari American Council on Exercise, penyebab untuk peningkatan massa otot perempuan lebih sulit dikarenakan tingkat hormon testosteron yang 15% lebih rendah dibanding laki-laki.

Hormon testosteron merupakan salah satu “faktor utama” untuk menunjang proses pembentukan otot. Ini adalah alasan kenapa wanita akan lebih sulit membentuk otot jika dibandingkan dengan laki-laki.

3. Bersepeda bisa menurunkan berat badan

Ini merupakan salah satu faktor yang dapat membantah anggapan yang beredar dimasyarakat jika bersepeda akan meningkatkan massa otot pada bagian paha dan betis. Karena pada dasarnya bersepeda merupakan olahraga aerobik yang dapat membasmi lemak.

Jika melihat hasil penelitian dari Harvard School of Public Health kepada 18 ribu responden, wanita yang tidak rutin bersepeda akan mengalami peningkatan berat tubuh.

Bahkan hasil penelitian tersebut juga mengatakan bahwa bersepeda santai mampu membakar 500 kalori per jamnya. Selain itu, lemak memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan jaringan otot meski memiliki berat yang sama.

4. Bersepeda tidak serta-merta membuat betis besar

Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa penelitian yang sudah disebutkan sebelumnya adalah, mungkin dengan bersepeda dapat memperbesar otot kaki. Akan tetapi, proses ini tidak akan berlangsung cepat. Bahkan olahraga tersebut dapat membentuk badan menjadi lebih ideal dan lebih fit.

Previous article7 Sosok Dewa dan Dewi Dalam Mitologi Mesir yang Populer
Next articleBubonic Plague, Salah Satu Wabah Penyakit Mematikan Di Dunia