Fakta Mobil Van Tempat Eksekusi Mati Narapidana Di China

17386

China memang dikenal sebagai negara paling tegas bin kejam bagi koruptor dan beberapa kejahatan yang merugikan negara. Bagaimana tidak, selain hukuman penjara atau denda yang menanti, China juga bisa langsung memberikan vonis mati.

Makanya wajar banyak orang yang dibuat mikir dua kali kalau ingin melakukan kejahatan di negeri tirai bambu karena takut dengan konsekuensinya yang memang sangat berat.

Nah, bicara mengenai hukuman mati di China, kamu tahu gak sih mengenai mobil Van yang dijadikan tempat eksekusi mati bagi para narapidana kelas berat? Ya, Van adalah kendaraan khusus tuk mengeksekusi narapidana hukuman mati di sana.

Lalu bagaimana fakta sebenarnya mobil Van itu? Apakah keberadaan Van tersebut bikin penjahat jera? Biar gak penasaran, berikut ulasan lengkapnya.

Van Maut untuk Mengeksekusi

Memang China dikenal sebagai salah satu negara yang doyan banget melakukan eksekusi kepada tahanannya. Hal itu tidak terlepas dari ketatnya hukum di sana pada beberapa perkara, seperti korupsi dan narkoba yang memang dikenal sebagai kejahatan berat. China sendiri memiliki metode yang sangat unik ketimbang kebanyakan negara lainnya.

Pasalnya, China menyiapkan sebuah mobil Van khusus yang dimanfaatkan sebagai tempat eksekusi hukuman mati. Jadi bukan hal yang aneh kalau orang melihat mobil Van ini sedang ada di jalan raya, berarti akan ada eksekusi mati yang sementara dilakukan.

Mobil Van itu juga secara tidak langsung jadi pengingat agar warga tidak sampai bertindak kejahatan, karena bisa saja mengalami nasib yang sama.

Eksekusi Matinya Dilakukan di Dalam Mobil

Dilansir dari laman Okezone, narapidana yang sudah divonis dan sudah menjalani peradilan berkali-kali, mereka akan dibawah ke mobil ini. Van itu bukan kendaraan pengangkut ke tempat eksekusi, melainkan jadi tempat eksekusi itu sendiri. Ya, proses eksekusi dilakukan di dalam mobil, dengan cara pidana tadi disuntikkan senyawa khusus dalam tubuhnya, supaya cepat bertemu ajalnya.

Eksekusi model seperti ini mulai populer di China sejak tahun 2007. Sebelumnya, negara ini masih melakukan eksekusi seperti yang sering kita ketahui semisal ditembak mati dan lain-lain. Selain lebih singkat, eksekusi menggunakan Van ini dinilai lebih effisien karena hanya sedikit orang yang terlibat dan biaya lebih murah.

Eksekusi Mati Untuk Gembong Narkoba

Memang penyalahgunaan obat-obatan terlarang adalah hal yang sangat merugikan bangsa. Rusaknya moral generasi muda karena narkoba adalah harga besar yang harus dibayar jika hal itu benar terjadi. Oleh sebab itu China memberikan hukuman sampai vonis mati pada perkara yang satu ini. Nah, mobil Van maut ini biasanya dipakai untuk mengeksekusi narapidana mati atas kasus ini.

Namun tak menutup kemungkinan, kejahatan seperti korupsi pun menggunakan metode ini. Seperti kasus 2008 di mana seorang pejabat dihukum karena melakukan penyuapan dan merugikan negara setara Rp 4,2 Triliun.

Mereka yang Divonis Mati Melewati Banyak Persidangan

Karena berurusan dengan nyawa seseorang, maka tak sembarangan pengadilan memutuskan vonis mati seseorang. Para terpidana tentunya berhak melakukan pembelaan diri sampai beberapa tingkat peradilan. kalau mereka bisa membuktikan tidak bersalah atau dapat keringanan, maka hukuman mati dapat dibatalkan.

Namun untuk yang telah terbukti, apalagi sampai merugikan negara, maka jelas Van maut sudah menanti kehadiran mereka. Hal ini sejatinya jadi pro dan kontra sejak dulu. Di sisi lain pemerintah sana ini tegas pada hukum, namun di sisi sebaliknya hal itu dinilai melanggar HAM. Oleh sebab itu dalam memutuskan vonis mati diperlukan proses yang sangat panjang.

Bagaimana Van maut dari China ini, kalau misalkan ini diadakan di Indonesia, kira-kira koruptor dan gembong narkoba bakal jera tidak ya? Pasti selalu ada pro dan kontra yang ada, kamu di pihak yang mana?