Fenomena PSK Online, Hanya Ratusan Ribu, Laku Di Kalangan Mahasiswa Yogya

251

Praktik prostitusi online masih marak terjadi. Baru-baru ini, jajaran polsek Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengamankan seorang muncikari berinisial AP alias Kuyang yang baru berusia 21 tahun dan kerap beroperasi di kawasan Yogyakarta.

Kuyang sendiri adalah seorang Mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta dan berada di luar Yogyakarta. Saat ditangkap, kepada penyidik, pemuda yang berasal dari Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah itu mengaku merekrut dan menawarkan jasa pekerja seks komersial (PSK) melalui media sosial.

Dan yang menarik adalah, rata-rata pelanggan PSK yang dijajakan Kuyang berasal dari kalangan mahasiswa di Yogyakarta. Berdasarkan penuturan Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto, banyaknya mahasiswa Yogyakarta yang menggunakan jasa PSK yang dijajakan Kuyang ditengarai karena tarif yang ditawarkan untuk sekali berhubungan badan sangat pas untuk kantong mahasiswa.

"Mungkin tarifnya, karena kan untuk short time itu hanya Rp 500 ribu dan long time cuma Rp 800 ribu." ucap Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto kepada wartawan.

Dan sejauh ini, berdasarkan penuturan Kuyang, sedari awal beroperasi pada Juni 2020 hingga 4 Juli 2020, tercatat sudah ada 20 kali transaksi. Dan jumlah sebanyak itu, Kuyang hanya mengambil keuntungan dalam setiap transaksi berkisar diantara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

"Pengakuan tersangka, sudah 20 kali transaksi, dan kalau dari harga yang ditawarkan, pelaku mendapat jatah sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu." jelas Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto.

Lebih lanjut, Kuyang disebut oleh Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto, mengelabui dua orang wanita untuk dijadikan sebagai pekerja seks komersial dengan cara memposting lowongan sebagai terapis pijat di salah satu grup Facebook.

"Modusnya, pelaku melakukan perekrutan korban melalui iklan di grup info Loker Jogya dan sekitarmya yang berada di Facebook. Dan ia menuliskan lowongan sebagai terapis pijat, namun faktanya mereka dipaksa untuk menjadi PSK." jelas Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto.

Adapun transaksi antara pengguna jasa dan muncikari, dibayar melalui sistem cash on delivery (COD). Iptu Noor mengatakan setelah ada pelanggan yang terjaring, komunikasi antara Kuyang dengan pelanggannya akan dilanjutkan melalui WhatsApp (WA).

Bisnis prostitusi online berpelanggan mahasiswa Yogyakarta ini menurut sosiolog kriminal UGM Suprapto mengatakan bahwa kemunculan prostitusi online merupakan dampak dari pergeseran sistem komunikasi dan informasi. Yang dulunya langsung bertatap muka kini dilakukan dengan sistem daring.

"SAya melihat fenomena prostitusi daring ini disebabkan oleh pergeseran sistem informasi dari face to face langsung menjadi berperantara yang artinya disebabkan oleh kemajuan sistem informasi dan komunikasi.

Lebih lanjut, Suprapto menyebut pelanggan PSK online yang rata-rata mahasiswa ini merupakan dampak dari persaingan antar PSK yang mengakibatkan adanya pergeseran harga. Dan bukan hanya itu, kalangan pelajar dan mahasiswa dianggap sebagai sebuah market baru.

"Akhirnya muncul pelanggan baru dari kalangan mahasiswa. Bahkan dari penelitian saya, bukan hanya mahasiswa, tapi pelajar juga ada karena harga yang relatif terjangkau." jelasnya.

[zombify_post]

Previous article5 Hal yang Dapat Mendatangkan Setan tapi Tidak Kamu Sadari
Next articleBikin Ngakak! 5 Pelatih Top Eropa Ini Alami Robek Celana Saat Laga Berlangsung