Ganti Smartphonemu dengan Buku!

79

Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, tanpa sadar kita tidak pernah terlepas dari teknologi seperti, smarthphone, laptop, tablet, dan lainnya. Teknologi adalah hal yang sangat sulit dipisahkan dari kehidupan kita saat ini, terutama ketika kita sudah nyaman dengan yang namanya ‘media sosial’. Tanpa disadari, notifikasi selalu berdatangan setiap saat, setiap menit, setiap detik.

Sepanjang hari kita bekerja di depan layar laptop, lalu selepas kerja bahkan di sela waktu rehat kerja sering kali kita kembali menatap smarthphone, entah untuk mengecek notifikasi, scrolling timeline, membaca  artikel imajiner, bahkan hanya untuk mencari meme. Hal itu sah-sah saja, tidak ada yang salah. Namun, jika terlalu sering hal itu dapat menjadi kebiasaan buruk dan menumpulkan kemampuan kognitif kita.

Coba renungkan, sudah berapa banyak waktu yang kita buang hanya untuk menatap layar smarthphone? Istirahatlah dulu, simpan smarthphone mu gantilah dengan buku.  Membaca buku akan membuat kita masuk ke dalam otak da kehidupan orang lain, imajinasi kita akan bermain dan terlatih disana. Tidak peduli seberapa banyak stress yang didapatkan dari pekerjaan, hubungan pribadi, atau dari aspek kehidupan lainnya, teknologi tidak pernah benar-benar dapat meredakannya meskipun yang kita cari adalah konten hiburan. 

Kita juga bisa mengganti smarthphone dengan hal-hal yang bersifat pribadi untuk diri kita sendiri, seperti mengasah minat dan bakat. Kita juga bisa menganggantinya dengan mempererat relasi antar keluarga, teman, dan rekan kerja.

photo source: pinterest.com

Penelitian menunjukkan bahwa buku memberi pembacanya lebih dari sekedar kesampatan untuk menghilang dan menenggelamkan diri dalam dunia fantasi. Orang-orang sukses di dunia rata-rata membaca 10 buku per-tahun, sedangkan rata-rata orang di dunia hanya membaca 1 buku per-tahunnya. Kalau kalian, sudah berapa banyak buku yang kalian baca tahun lalu?

Membaca itu seperti olahraga, secara otomatis meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup ketika kita mulai membacanya. Pernahkah kalian mendengar headline berita “ditemukan sekelompok orang stres diduga akibat terlalu banyak membaca”? Tidak pernah bukan? Membaca justru dapat mengurangi tingkat depresi seseorang. Berfantasi dari buku yang kita baca lebih baik dari pada menghabiskan waktu berjam-jam di layar smartphone. Membaca itu sehat, seperti jus dan lari pagi, jadi luangkanlah waktu kalian untuk membaca.

Namun kalian harus hati-hati, efek samping dari membaca adalah pengetahuan! Novel roman misalnya, mengajarkan kita akan rasa empati. Bukan hanya novel roman, membaca literatur artistik juga dapat meningkatkan rasa empati dan pengertian kita. Dari alur cerita yang disajikan penulis menjadikan pembaca introspeksi kepada emosi diri sendiri, dan hal itu akan menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi.

Kita membaca untuk meyakinkan diri kita sendiri bahwa pencarian makna itu tak mengenal henti dan menyadarkan kita bahwa banyak pemikiran kreatif di luar sana yang berhasil mempengaruhi pikiran dan hati kita untuk masuk di dalamnya. Membaca buku dapat membuat kita lebih terhubung dengan sesama manusia, dengan tempat dan benda, dengan dunia, dan dengan alam semesta. Jadi, masih ragu buat baca buku?

[zombify_post]

Previous articleMakmum The Movie: Film Horror Religi yang Diadaptasi dari Kisah Nyata
Next articleJangan Ngaku Pernah ke Bali Kalau Belum Cobain Kuliner Hits Ini!