Hiii! Di Gua Peden Pacitan Ada Batu Pocong, Berani Datang?

Besar kemungkinan, belum banyak traveler atau wisatawan domestik apalagi wisatawan mancanegara yang sudah tahu soal Gua Peden yang berlokasi Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini.

Ya, gua Peden di Pacitan, Jawa Timur ini mempunyai keunikan tersendiri yang mungkin tidak akan kamu jumpai di goa-goa lainnya di Indonesia. Bagaimana tidak, Gua Peden di Pacitan tersebut ternyata mempunyai sebuah batu berwarna putih yang disebut-sebut sebagai batu pocong. Hii, berani lihat?

Namun sebelum kita membahas soal batu pocong versi Gua Peden, buat para traveler wajib tahu dulu kalau Pacitan dikenal dengan sebutan kota 1001 Gua. Berkunjung ke sini, para traveler akan banyak disuguhkan dengan keindahan bentangan alam batuan karst khas Gunung Sewu.

Nah, salah satu keindahan yang berada di balik batuan cadas kepunyaan Gunung Sewu itu adalah Gua Peden ini.

Gua Peden dikenal sebagai gua yang memiliki bentuk bertipikal horizontal dan berlokasi di Dusun Seso, Desa Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sejatinya, letak gua Peden ini sangat terpencil. Buat para travele yang bermaksud ingin menelusurinya, ada baiknya para traveler bertanya pada warga sekitar dan paling penting adalah meminta izin kepada Kepala Dusun setempat.

Gua Peden di Pacitan ini memang belum banyak diketahui banyak wisatawan atau para traveler lokal. Dan keindahan dari Gua Peden ini adalah mempunyai stalagtit dan stalagmit yang sangat keren.

Kendati demikian, para traveler memerlukan fisik dan mental yang kuat untuk bisa menelusuri kedalaman gua ini, karena di dalam Gua Peden terdapat empat bagian.

Selain itu senter menjadi peralatan yang wajib para traveler bawa jika bermaksud ingin menjelajahi kedalaman gua Peden. Nah pada bagian pertama gua, para traveler akan mendapat jalan berbentuk mendatar tanpa jurang. Sayangnya, pada bagian awal gua Peden ini, ada banyak batu stalagtit yang sudah dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Memasuki bagian kedua gua Peden, para traveler akan mulai mendapat jalan yang lumayan sulit, yang mana para traveler harus bisa memanjat batu jika ingin lanjut menelusuri gua Peden.

Buat yang kesulitan memanjat, siap-siap saja petualangan kamu hanya akan sampai di tahap pertama, dan dipastikan bakal menyesal karena di bagian kedua gua Peden disitulah mulai terlihat keunikan gua tersebut.

Pasalnya, saat sudah berada di ruang kedua Gua Peden, para traveler saat baru melangkah beberapa meter akan dikejutkan dengan sesosok putih mirip pocong.

Namun jika diperhatikan lebih saksama lagi, ternyata penampakan berupa pocong itu bukanlah pocong sungguhan, melainkan seonggok batu stalagmit yang memiliki corak wana putih yang memiliki rupa atau bentuk menyerupai hantu pocong.

Saat terus berjalan, para traveler akan mulai memasuki ruang ketiga di Gua Peden. Sampai disini, pemandangan stalagtitnya masih tampak begitu cantik dan keren. Di ruangan ketiga gua Peden ini juga sangat lapang dan luas, tapi para traveler harus berhati-hati karena banyak terdapat jurang.

Nah buat para traveler, saat sudah berada di ruang ketiga Gua Peden ini, oksigen yang berada di dalam gua sudah semakin tipis dan bakal membuat para traveler mudah kelelahan dan sesak napas. Untuk itu disarankan untuk menyetop perjalanan sampai di ruang ketiga saja dan memutuskan untuk keluar gua.

Satu hal penting untuk dipahami, buat para traveler yang bermaksud ingin menelusuri gua ini, ada baiknya menjaga sikap dan menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di area gua. Selamat jalan-jalan!