Imbas Dari Wabah Covid-19, Sejumlah Perusahaan Merumahkan Karyawannya

101

Tidak dapat dipungkiri imbas dari wabah Covid-19 memang telah membuat dampak yang buruk bagi perekonomian. Terlebih kepada perusahaan-perusahaan besar yang memang dengan kehadirannya itu member dampak positif bagi perekonomian negara dan juga warganya.

Turunnya tingkat perekonomian antar negara yang disebabkan oleh wabah yang menyebar secara universal ini telah menjadi suatu bencana ekonomi bagi sejumlah perusahaan. Bagaimana tidak, semenjak kemunculan wabah tersebut, pendapatan tiap perusahaan menurun drastic.

Imbas dari penurunan pendapatan tersebut, sejumlah perusahaan melakukan pengurangan karyawan dan yang lebih parahnya lagi merumahkan karyawannya untuk sementara waktu dikarenakan tidak adanya kegiatan produksi dan omset pendapatan yang kian menurun.

Ekspor Yang Terhambat Dan Income Yang Menurun

Larangan untuk bepergian ke luar atau sering kita sebut lockdown itu bedampak pada aktivitas keluar masuk di tiap negara. Dengan diberlakukannya lockdown, secara otomatis memberikan dampak kepada aktivitas ekspor di tiap negara. 

Dalam hal ini, yang kena imbasnya adalah perusahaan-perusahaan yang memang akan mengirim barang hasil produksinya ke negara buyer yang menjadi pembeli produk-produknya.

Sungguh disayangkan barang-barang yang memang sudah siap untuk dikirim ke luar negeri harus terhambat karena pendemi ini. Dan karena hal tersebut lah,pendapatan  di tiap perusahaan menjadi terganggu dan bahkan mengalami penurunan drastis.

Oleh karena itulah tiap perusahaan yang merumahkan karyawannya memang tidak bisa lagi diganggu gugat seiring dengan pendapatan yang kian menurun akibat terhambatnya ekspor. 

Imbas dari wabah Covid-19, Kuota karyawan yang tidak seimbang dengan pendapatan

Seperti yang kita ketahui, suatuperusahaan tidak akan berjalan tanpa ada karyawannya. Karena karyawan tersebut lah yang membantu keberlangsungan usahanya.

Dari waktu ke waktu, seiring bertambahnya kegiatan produksi, suatu perusahaan seringkali mengadakan perekrutan karyawannya dari atursan hingga ribuan sesuai dengan kebutuhan produksinya.

Namun tidak ada yang tahu datangnya wabah yang universal ini datang dan langsung secara drastic menghancurkan dunia perekonomian. Imbas dari wabah Covid-19, sejumlah perusahaan melakukan pengurangan terhadap karyawannya karena memang mereka tidak mampu untuk menggaji dengan pendapatan yang kian menurun dan dengan jumlah karyawan yang terbilang banyak.

Lebih parahnya lagi, dengan kegiatan produksi yang lumpuh total, dalam artian sudah tidak ada lagi kegiatan produksi selama pendemi, sejumlah perusahaan merumahkan karyawannya karena memang sudah tidak mempu lagi berproduksi untuk jangka waktu yang belum bisa ditentukan.

Kehilangan Pekerjaan Di Tengah Kebutuhan Hidup Yang Harus Dipenuhi

Kehilangan sebuah pekerjaan merupakan suatu hal yang memang sangat dikhawatirkan oleh orang-orang yang memang harus tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup, apalagi di tengah pendemi yang tak kunjung reda.

Namun memang apa boleh buat, pendemi ini member dampak bukan hanya bagi para pengusaha yang sudah susah payah membangun perusahaannya dari nol, tapi juga harus dirasakan oleh para karyawannya. Karena mereka harus menerima kenyataan pahit untuk dirumahkan dalam batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Dimana dampak dari tiap perusahaan yang merumahkan karyawannya tersebut, beberapa orang harus kehilangan pekerjaannya ditengah kebutuhan hidup yang harus tetap terpenuhi.

Sebagai contoh, PT. Pou Yuen Indonesia  pabrik sepatu terbesar di asia tenggara yang tergabung dalam Pou Chen Group telah melakukan pengurangan karyawannya dan juga menghentikan aktivitas produksi sampai batas waktu yang belum pasti. Sebanyak 7000 karyawannya terpaksa dirumahkan karena memang sudah tidak ada lagi kegiatan produksi di perusahaan tersebut. Coba bayangkan, sudah 7000 orang yang kehilangan pekerjaan akibat dirumahkan.

Namun sebagai antisipasi banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan tersebut, sebagian perusahaan menjamin para karyawannya untuk dapat kembali bekerja selama pendemi ini berakhir dan aktivitas produksi juga perekonomian normal kembali.  

[zombify_post]

Previous articlePenghasilan 7 Youtuber Terkaya di Indonesia Tahun 2020, Atta Halilintar Kebalap!
Next articlePotret Upaya Warga Dalam Mengahadapi New Normal