Ini Laptop Paling Berbahaya Sedunia, Isinya 6 Virus Paling Ganas

Kalau dilihat dari tampilan luarnya, laptop Samsung NC10-14GB ini terlihat seperti laptop pada umumnya berukuran 10,2 inch. Tapi siapa sangka, laptop ini ternyata merupakan gadget yang paling berbahaya di dunia. Tak main-main, isinya total ada enam malware paling ganas di dalamnya.

Laptop Samsung NC10-14GB ini sendiri merupakan karya seni buatan seorang seniman internet Guo O Dong dan diberi nama ‘Persistence of Chaos’. Guo O Dong mengungkapkan bahwa dirinya sengaja menciptakan karya seni dalam laptop Samsung NC10-14GB ini menunjukkan ancaman cyber yang abstrak namun sebagai sesuatu yang nyata dalam bentuk fisik.

“Kita memiliki fantasi bahwa sesuatu yang terjadi di komputer tidak bisa mempengaruhi kita, tapi pemikiran seperti itu di saat sekarang ini sudah tidak relevan dan tidak masuk akal,” ucap Guo kepada The Verge, seperti dikutip dari detikINET.

“Virus yang dipersenjatai sangat memungkinkan untuk bisa mempengaruhi jaringan listrik atau infrastuktur umum yang mampu menyebabkan kerusakan langsung,” sambungnya.

Adapun keenam virus yang dimasukkan dalam laptop Samsung NC10-14GB ini dipilih karena dampak dari kerugian ekonomi fantastis yang bisa disebabkan oleh virus-virus tersebut. Secara total, Guo memperkirakan enam virus yang berada di dalam laptop Samsung NC10-14GB kepunyaannya bisa menyebabkan kerugian hingga sebesar USD 95 miliar.

Keenam malware yang ada dalam laptop Samsung NC10-14GB tersebut adalah WannaCry, ILOVEYOU, BlackEnergy, Mydoom, SoBig dan DarkTequila. Dari keenam malware diatas, dua malware yang paling dahsyat tentu saja adalah WannaCry dan ILOVEYOU karena penyebarannya yang sangat luas dan kerugian yang ditimbulkannya di seluruh dunia sangat besar.

ILOVEYOU sendiri adalah virus yang menyebar lewat email pada tahun 2000. Ciri khas utamanya adalah lampiran berjudul ‘LOVE-LETTER-FOR-YOU.txt.vbs’ yang berpura-pura sebagai surat cinta.

Sedangkan WannaCry adalah sebuah serangan ransomware yang banyak menyerang komputer di rumah sakit dan pabrik di seluruh dunia pada tahun 2017. Guo menyebutkan malware WannaCry merupakan contoh yang sempurna bagaimana serangan siber memiliki konsekuensi secara fisik.

“WannaCry menyebabkan National Health Service di Inggris mendapat kerugian hingga senilai USD 100 juta dan menyebabkan pembatalan puluhan ribu janji dengan dokter,” kata Guo.

“Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa ini menyebabkan bahaya yang signifikan terhadap manusia, meski mungkin agak sulit untuk melihat dampaknya secara langsung ke pasien,” imbuhnya.

Laptop Samsung NC10-14GB ini diciptakan oleh Guo bersama perusahaan keamanan Cyber DeepInstict. Pada bulan Mei 2019, laptop ini berhasil terjual dengan harga mencapai USD 1,345 juta atau sekitar Rp 19 miliar lewat sebuah lelang.

Guo pun memberikan sejumlah syarat-syarat khusus agar laptop ini tidak disalahgunakan oleh pemilik barunya. Syarat tersebut adalah laptop ini dibeli atas alasan akademis atau akademik, dan pembelinya harus berjanji untuk tidak menyebarkan malware yang ada di dalamnya. Jika tidak, maka ini akan menjadi kejahatan siber baru yang mengerikan.

Untungnya, laptop Samsung NC10-14GB tersebut sudah terintegrasi dan airgapped alias tidak terhubung dengan jaringan mana pun. Jadi asalkan tidak terhubung dengan Wi-Fi atau mencolokkan sesuatu ke port USB, laptop ini seharusnya aman-aman saja.