Inilah 5 Akibat Apabila Terlalu Bayak mengonsumsi Gula!

Apabila adalah penggemar minuman bersoda, jus, minuman dalam kemasan, atau juga beragam kue-kue manis, aka kaliam harus lebih berhati-hati.

Karena dengan mengonsumsi gula secara berlebih sangat tidak baik untuk kesehatan dan juga kondisi fisik kalian. Bahkan hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Berikut ini adalah 5 alasan untuk mengontrol konsumsi gula lewat pola makan sehari-hari. Jangan sampai kalian menyesal di kemudian hari!

1. Penambahan berat badan

Salah satu penyebab utama dari terjadinya penambahan berat badan pada tubuh adalah karena konsumsi gula yang terlalu berlebihan, baik melalui makanan maupun minuman.

Konsumsi gula yang melewati batas normal akan menyebabkan terjadinya peningkatan fruktosa di dalam tubuh dan dapat meningkatkan jumlah lemak viseral.

Lemak ini adalah jenis lemak yang disimpan oleh tubuh di area rongga perut. Jenis lemak yang satu ini diketahui dapat memicu diabetes hingga penyakit jantung.

Apabila kadar fruktosa di dalam tubuh meningkat, seseorang akan merasakan sensasi lapar yang cukup kuat dan keinginan untuk makan bakal melebihi tingkat glukosa.

Selain itu, konsumsi fruktosa yang berlebihan juga bisa menyebabkan terjadinya resistansi leptin, yaitu hormon yang berfungsi untuk mengatur rasa lapar dan juga mengirim sinyal untuk berhenti makan.

2. Meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, jantung, hingga kanker

Apabila kalian mengonsumsi kandungan pemanis tambahan yang sangat berlebihan, dapat  meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis seperti obesitas, diabestes, penyakit  jantung, hingga menyebabkan penyumbatan arteri atau dikenal dengan aterosklerosis. Penyakit tersebut juga dapat meningkatkan risiko kematian bagi para penderitanya.

Dilansir dari “The Relationship of Sugar to Population-Level Diabetes Prevalence: An Econometric Analysis of Repeated Cross-Sectional Data” yang diterbitkan di dalam jurnal PLOS One pada tahun 2013, menyatakan bahwa ada lebih dari 175 negara yang memiliki risiko diabetes sebesar 1,1 persen dalam setiap asupan 150 kalori gula.

Selain itu, ada juga penelitian lainnya yang menyatakan bahwa konsumsi gula secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker esofagus, kanker pleura, dan kanker usus kecil bagi seseorang. Bahkan, juga ditemukan fakta bahwa wanita yang sering memakan roti manis lebih dari tiga kali seminggu dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker endometrium.

3. Dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi

Salah satu hal yang cukup mengagetkan tentang mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebih adalah dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang.

Apabila terjadi perubahan kadar gula dalam darah, disregulasi neurotransmiter serta peradangan dapat mengakibatkan kerusakan kesehatan mental. Akibatnya seseorang dapatmen jadi lebih berisiko untuk mengalami depresi.

4. Mempercepat penuaan kulit dan dan menyebabkan jerawat

Dilansir dari sebuah penelitian berjudul “Dietary Sugars and Endogenous Formation of Advanced Glycation Endproducts: Emerging Mechanisms of Disease” pada jurnal Nutrients tahun 2017, disebutkan bahwa makanan yang tinggi karbohidrat dan gula rafinasi dapat memicu produksi advanced glycation end products (AGEs) yang dapat menyebabkan kulit seseorang menjadi menua sebelum waktunya.

Bahkan, produksi AGEs ini diketahui dapat merusak lapisan kolagen dan juga elastin, yang mana adalah protein yang dapat menjaga kulit agar awet muda.

5. Menguras energi, sehingga membuat seseorang menjadi mudah lelah

Berdasarkan salah satu penelitian di dalam Journal of the American Dietetic Association yang terbit pada tahun 2009, makanan yang minim protein, serat, serta lemak, dapat menyebabkan lonjakan energi yang diikuti dengan penurunan kadar gula darah.

Itulah beberapa akibat apabila kalian mengonsumsi gula di dalam pola makan sehari-hari secara berlebihan. Menjaga pola makan dan memperhatikan asupan makanan dan minuman itu sangat penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.