Inilah yang Dapat Dilakukan saat Kekasihmu Menolak untuk Putus

Kamu memang sudah mengakhiri hubungan special dengan kekasihmu. Namun, mantan kekasihmu masih terus saja tak berhenti mengejarmu. Bukan karena mereka masih memiliki perasaan saying, namun karena belum terbiasa menerima keaadaan bahwa hubungan kalian sudahlah berakhir.

Situasi sepertin ini sering sekali terjadi, dan tak jarang menimbulkan rasa frustasi. Namun, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan jika mengalami kondisi tersebut. Berikut ini merupakan penjelasannya:

Yakin dengan keinginanmu

Hal yang pertama yang bisa kamu lakukan adalah kamu harus yakin dengan keinginanmu. Jika kamu tampak tidak jelas tentang perasaanmu dan seperti tidak yakin benar-benar ingin mengakhiri hubungan, perpisahan menjadi samar, dan membuat stress bagi kamu dan mantan. Jadi pastikanlah kamu yakin dengan keputusan yang diambil untuk mambantumu menghadapi mantan yang tidak ingin putus.

Buatlah semua menjadi jelas

Kamu mungkin masih ingin manjadi temannya setelah putus, tetapi ada baiknya menunda  terlebih dahulu ide tersebut untuk sementara waktu. Sebab, jika mantanmu masih bersikeras untuk kembali, maka mempertahankan persahabatan hanya akan memberinya harapan kosong.

Jangan terlalu sopan

Ketika putus, tentu saja kamu tidak ingin menyakiti hati nya, atau terlalu kasar ketika memutuskan hubungan. Masalahnya adalah bersikap terlalu baik atau telalu sopan jsutru membuatmu akan bicara tidak jelas dan memberinya harapan saja. Sebab, memutuskan hubungan melalui pesan teks justru berpotensi membuat hal yang ingin kamu sampaikan menjadi tidak jelas.

Beri kesempatan untuk bertanya

Biarkan dia mengajukan beberapa pertanyaan, namun jangan beri dia kesempatan untuk terlalu banyak bertanya tentang keputusanmu. Ini bisa menjadi cara untuk dia mempengaruhi mengubah kembali keputusanmu. Lakukanlaah ini sejak awal dengan menajwab pertanyaan pada saat putus.  Namun hindari juga menjawab pertanyaan pesan teks di waktu larut malam, ketika ia tampaknya terdorong untuk mencari simpatimu.

Hapuslah akun media sosialnya

Ketika kamu putus dengan kekasihmu, pastikan untuk menghapus segala jenis media sosialnya dan jangan pernah dibuka kembali. Alasanya, beberapa setelah putus, kamu mungkin akan tergoda untuk mengecek akun media sosialnya. Mungkin, hanya untuk melihat apakah dia bahagia atau terpuruk setelah berpisah denganmu. Namun, hal tersebut justru berpotensi membuatmu mengiriminya pesan untuk menanyakan kabarnya. Jangan pernah lakukan itu. Sebab, itu hanya akan membuatnya berfikir bahwa kamu tidak yakin dengan keputusan yang telah kamu buat.

Jangan merasa bertanggung jawab

Ketika kamu sudah mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan, maka janganlah merasa bertanggung jawab tentang apa yang terjadi pada mantan kekasihmu. Putus cinta memanglah kondisi yang tidak nyaman, namun tidak terjadi setiap hari. Kamu boleh merasa sedih akan hal itu. Mantanmu juga mungkin saja mengunggah cerita-cerita untuk menarik simpatimu. Namun, janaganlah merasa sedih untuk itu. Dia harus bertanggung jawab atas perasaanya sendiri, dan kamu mungkin perlu memberitahunya.

Abaikan perminta maafnya

Jika mantanmu itu ingin mengajakmu berbicara, mungkin dia merindukanmu atau berharap bisa kembali bersama. Dia bahkan mungkin menemukan alsan yang sangat bodoh untuk menghubungi atau menanyakan hal yang konyol. Meskipun begitu, pertanyaan itu membuatmu merasa perlu menjawabnya. Namun sebenarnya kamu tidak perlu menajwabnya, terlebih lagi jika kamu sudah tahu jawabannya. Terlebih lagi jika kamu sudah memahami betul dia akan memanfaatkan responsmu sebagai langkah awal untuk berbincang dengannya.

Memutuskan hubungan dengan teman bersama

Tentu saja sangat sulit untuk berhenti berbicara dengan teman yang sama sama kenal dengannya. Tapi terkadang hal itu adalah keharusan, terutama jika mereka digunakan oleh mantanmu untuk menghubungimu dan mengetahui kabarmu.

Jangan melindungi diri

Jika mantanmu bersemangat, mungkin dia akan memilih bertengkar denganmu. Ini adalah upaya licik dalam mencoba membantu merespons. Meskipun kamu mungkin merasa bersalah tentang perpisahan itu, tetaplah berpegang teguh dengan keputusanmu. Jangan terjebak dengan apa yang dia coba lakukan karena dia hanya mencari reaksimu, bahkan meskipun itu negatif.

Itulah beberapa hal yang dapat kalukan ketika kekasihmu menolak untuk putus.