Jadi Tukang Cebok Raja Inggris, Profesi Paling Bergengsi Di Kerajaan Inggris

35389
Jadi Tukang Cebok Raja Inggris, Profesi Paling Bergengsi Di Kerajaan Inggris
Groom of the Stool, Photo: Boombastis

Sejarah masa lalu kerajaan Inggris tampaknya menyimpan banyak kisah unik yang jarang diketahui banyak orang. Selain cerita kepahlawanan dan legenda di baliknya, ada sebuah profesi bernama ‘Groom of the Stool’ yang dianggap sebagai pekerjaan paling menjijikan di dunia, namun membuat pelakunya jadi sosok terhormat.

Dilansir dari Tudor Society, Groom of the Stool merupakan profesi tukang cebok raja saat usai buang hajat di sebuah tempat berbentuk kubus yang dibawa ke mana pun sang raja pergi. Terdengar aneh sekaligus menjijikkan, namun memang benar-benar terjadi di masa lalu. Dan berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir dari Boombastis.

Tukang cebok yang setia berada di samping Raja

Groom of the Stool atau lebih lengkapnya Groom of the King’s Close Stool alias tukang ‘cebok’ raja, pertama kali diadakan pada masa pemerintahan Henry VIII. Tugasnya adalah memastikan sebuah kubus yang disebut sebagai ‘bangku’ untuk buang air besar. Groom of the Stool bertanggung jawab untuk menyediakan air, handuk, dan wastafel.

Kerajaan Inggris pada era tersebut disebut sebagai zaman Tudor, di mana keterbukaan antara Raja dan pengawal khususnya adalah hal yang biasa. Meski ditugaskan untuk membersihkan (cebok) beberapa argumen meragukan bahwa tugas Groom of the Stool tidak lebih hanya sekedar membersihkan bagian tubuh yang lain.

Pekerjaan bergengsi yang memiliki kedekatan tersendiri dengan Raja

Meski terkesan menjijikkan, Groom of the Stool ternyata merupakan pekerjaan terhormat dan memiliki kasta tertinggi di masa itu. Dilansir dari Tudor Society, mereka memiliki akses hingga ke kamar pribadi raja yang disebut sebagai King’s Privy Chamber, di mana mereka bisa beristirahat, membaca, dan bersosialisasi secara pribadi.

Kamar Privy ini muncul di era pemerintahan Raja Henry VII sekitar tahun 1495 dan digunakan oleh para anggota Groom of the Stool untuk berinteraksi dan memenuhi kebutuhan sang raja. Ketika peralihan takhta jatuh ke tangan Raja Henry VIII, tugas para ‘tukang cebok’ ini semakin bertambah ke pelayanan lainnya.

Tugas tambahan para Groom of the Stool selain tukang cebok

Salah satu dari tugas tambahan itu adalah memantau pergerakan usus Raja lewat pola makan dan sebagainya, kemudian berhubungan dengan dokter untuk memastikan bahwa Raja dalam keadaan sehat dan tidak menderita penyakit apa pun. Saat berada di dalam kamar Privy, Groom of the Stool ikut mengatur orang-orang yang merawat raja.

Tugas lainnya yang masih berkaitan dengan pelayanan terhadap raja adalah, membantu raja dalam berpakaian, mengatur pengeluaran biaya yang dikeluarkan di kamar Privy, memastikan keamanan barang-barang di dalam Kamar Privy seperti permata dan piring Raja, dan mendikte siapa yang boleh dan tidak diizinkan untuk mengakses kamar pribadi sang raja.

Para bangsawan yang pernah menjadi Groom of the Stool

Selain profesi yang setara dengan bangsawan, banyak dari para pekerjanya adalah datang dari kalangan ningrat Kerajaan Inggris. Nama-nama tersebut adalah Sir William Compton, yang wafat akibat sakit pada tahun 1528.

Meski terlihat sebagai suatu hal yang aneh, profesi semacam ini ternyata memang benar-benar terjadi dan dilakukan oleh Raja Inggris di era tersebut. Hingga pada tahun 1901 saat tahta kerajaan dijabat oleh Raja Edward VII, barulah keberadaan Groom of the Stool dihapus sama sekali. Meninggalkan sejarah bahwa tukang cebok raja Inggris itu memang benar adanya.