Jangan Sampai Salah! Di Negara Ini, Gelengkan Kepala Artinya Iya

Buat para traveler, liburan ke Bulgaria bisa jadi akan bikin kamu sedikit bingung. Mau tahu kenapa? Karena negara ini punya bahasa non verbal yang artinya justru berlawanan dengan yang di pahami masyarakat dunia.

Sebagai traveler, pasti saat melancong ke berbagai negara ada-ada saja hal unik dan khas yang bakal kamu dapati dan bisa dijadikan cerita. Seperti di Bulgaia ini, dirangkum dari berbagai sumber, negara ini diketahui punya bahasa non-verbal yang lumayan unik untuk diketahui dan dipelajari.

Jadi begini sob, bahasa non-verbal seperti gelengkan kepala atau menganggukkan kepala boleh jadi memiliki makna yang sama di banyak negara di dunia. Geleng-geleng kepala artinya tidak, sedangkan mengangguk bermakna iya.

Nah di Bulgaria, karena ada beberapa faktor, warga disana justru melakukan gerakan geleng kepala dan menganggukkan kepala dengan arti yang berbeda. Nah loh kenapa?

Tapi sebelumnya, buat para traveler, di Bulgaria sana, menggelengkan kepala bermakna mengiyakan. Sebaliknya, anggukan kepala diisyaratkan sebagai tidak. Bahasa non-verbal ini dipergunakan di Bulgaria tidak terjadi begitu saja, tapi ada sejarahnya.

Katanya sih, ada tiga teori yang dipercaya menjadi awal mula perubahan bahasa non-verbal di Bulgaria. Teori pertama datang dari kepercayaan orang Bulgaria sendiri.

Oke, mari kita mundur sejenak ke abad 14 dimana Bulgaria belumlah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Mereka waktu itu masih masuk dalam kawasan Balkan yang dijajah oleh Utsmaniyah dari Turki selama 500 tahun.

Negara Balkan sudah lebih dulu memegang kepercayaan sebagai umat kristen dan dalam masa penjajahan tersebut, konon ada paksaan untuk warga Bulgaria pindah agama. Jika sampai menolak sama artinya itu akan berujung pada kematian.

Nah untuk menyelamatkan diri, orang-orang Bulgaria di masa lalu merubah tradisi bahasa non-verbal mereka ini. Semua orang di sana sepakat bahwa menggelengkan kepala sama artinya dengan kata 'Iya'. Sedangkan mengangguk artinya 'tidak'.

Namun makna bahasa ini hanya diketahui oleh sesama orang Bulgaria. Sehingga ketika mereka kembali ditanya oleh penjajah dari Turki terkait persoalan sudah pindah agama atau belum, mereka akan menganggukkan kepala kepada para penjajah tersebut. Tanda universalnya sudah pasti iya atau setuju, padahal artinya tidak bagi orang Bulgaria.

Teori kedua adalah soal akulturasi budaya dari India. Sebagaimana yang sudah diketahui, di India menggelengkan kepala sama artinya sebagai tanda setuju, atau iya.

Adapun teori yang terakhir datang dari suku semi nomaden Bulgaria. Ceritanya, mereka meniru kuda yang menggelengkan kepala atau mengangguk saat ada makanan di depan.

Meski ketiga teori ini belum bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya ataupun asal-usulnya, tapi cerita dengan teori pertama adalah yang diyakini masyarakat Bulgaria sekarang. Dan saat ini sudah banyak orang Bulgaria yang memutuskan untuk menyamakan bahasa non-verbal ini dengan arti internasional.

Jadi buat kamu para travele yang ingin liburan ke Bulgaria, ada baiknya untuk menggunakan bahasa verbal ketimbang anggukan kepala yang besar kemungkinan menjadi salah tafsir. Pasalnya, untuk sesama orang Bulgaria, bahasa non-verbal ini terkadang masih kerap tercampur-campur.