Jauh Sebelum Habibie, Pria Kelahiran Kalsel Ini Sudah Bikin Pesawat Tuk Indonesia

149

Selama ini, masyarakat Indonesia hanya mengenal B.J Habibie sebagai pencipta pesawat terbang paling masyhur di tanah air. Tapi jangan salah, ternyata ada sosok lain yakni Nurtanio Pringgoadisurjo yang menjadi pionir kedirgantaraan Indonesia. Bahkan Nurtanio ini sudah merancang pesawat jauh sebelum B.J Habibie membangun pesawat N250 pada tahun 1995 silam.

Berkat ketelitian dan kejeniusan seorang Nurtanio, ia akhirnya bisa membuat pesawat terbang pertama di Indonesia dengan metal di keseluruhan badan pesawat. Moda transportasi udara buatan Nurtanio ini dinamakan si Kumbang yang merupakan sebuah pesawat tempur dengan spesifikasi anti gerilya.

Nurtanio sendiri lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923. Semenjak kecil, ia memang sudah menggilai pesawat terbang. Dalam buku Nurtanio: Perintis Industri Pesawat Terbang Indonesia seperti dilansir dari CNN Indonesia, Nurtanio kerap mengajak sang adik Nurprapto pergi ke lapangan terbang Kalibanteng, Semarang (kini Bandara Achmad Yani) untuk melihat pesawat pada akhir 1930-an.

Kebiasaannya itu membuat Nurtanio akhirnya terobsesi pada dunia penerbangan hingga menginjak sekolah menengah, ia memilih masuk di jurusan teknik. Saat bersekolah di tingkat STM ini, Nurtanio banyak bertemu dengan kawan-kawanya yang kelak menjadi pionir penerbangan modern Angkatan Udara Indonesia.

Di masa kekuasaan Jepang, Nurtanio yang saat itu masih menempuh sekolah tinggi tekni atau Kogyo Senmin Gakko di Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, sempat mendirikan sebuah perkumpulan yang dinamakan Junior Aero Club. Komunitas ini berisikan orang-orang yang hobi dengan pesawat, dan mereka kerap mendiskusikan tentang bagaimana teknik pembuatan pesawat, termasuk dasar-dasar aerodinamika.

Di komunitas itu pula, Nurtanio bertemu dengan R.J Salatun dan seorang guru olahraga bernama Iswahyudi yang sangat menggemari dunia penerbangan dan banyak terinspirasi dari majalah kedirgantaraan Vliegwereld yang berbahasa Belanda.

Awal-awal masa kemerdekaan Indonesia menjadi jalan bagi Nurtanio bersama kawannya R.J Salatun dan Iswahyudi untuk membangun pesawat impiannya. Mereka lalu bergabung dengan Angkatan Udara di Yogyakarta pimpinan Suryadi Suryadarma. Kala itu AU Indonesia masih bernama TKR Jawatan Penerbangan.

Di satuannya, Nurtanio kebagian tugas merancang sekaligus mewujudkan kekuatan udara Indonesia dalam bentuk pesawat terbang. Hasilmya, sebuah Glider yang diberi nama NWG-1 (Nurtanio Wiweko Glider) berhasil dibuat.

Pesawat NWG-1 yang dibuat Nurtanio menggunakan 100 persen kandungan lokal Indonesia. Dari sinilah cikal bakal dirinya mulai banyak menghasilkan produk-produk udara asli buatan anak negeri.

Salah satu yang paling fenomenal adalah hadirnya pesawat anti-gerilya, Si Kumbang yang seluruh badannya menggunakan metal. Dilansir dari CNNIndonesia.com, pesawat buatan Nurtanio ini mendapat sorotan internasional dan dimuat di majalah penerbangan Amerika, Inggris, Jepang dan Filipina.

Si Kumbang bahkan masuk dalam jurnal publikasi tahunan penerbangan dunia, Jane's All The World AirCraft.

"Bangsa yang merdeka harus memiliki pesawat buatan sendiri untuk keperluan sipil dan militer. Jangan bergantung pada bangsa lain, bangun kekuatan udara sendiri." tegas Nurtanio dilansir dari CNN Indonesia.

Masih menurut CNNIndonesia.com, Nurtanio juga berhasil membuat pesawat latih Belalang, pesawat olahraga Kunang, pesawat penyemprot hama, Kinjeng, Helikopter kursi terbang Gyrocopter Kolentang dan pesawat serbaguna Gelatik. Sayang, semua kreasi Nurtanio ini harus terhenti karena ia gugur dalam kecelakaan pesawat ketika ia coba menerbangkan Aero 45 atau Arev buatan Cekoslowakia yang sudah dimodifikasi.

Memang tidak banyak yang mengenal dan mengetahui sosok Laksamana Muda Udara Anumerta Nurtanio Pringgoadisuryo. Selain berhasil menciptakan pesawat mandiri untuk Indonesia, ia juga menjadi peletak dasar-dasar penerbangan modern bagi Angkatan Udara Indonesia.

[zombify_post]

Previous article5 Film terbaik yang Bertema Skateboard
Next articlePunya Tabungan Di Bank Rp 900 Juta, Ini 3 Fakta Pengemis Tajir Di Pati