Kebijakan Privasi Baru WhatsApp Menurut Pakar

Beberapa waktu terakhir, public berdebat mengenai kebijakan privasi baru yang dihadirkan oleh WhatsApp. Banyak penggunanya yang tidak setuju dan merasa keberatan tentang kebijakan priavasi baru itu, sebab data pengguna akan ditransfer ke perusahaan induk yaitu Facebook. Pakar Keamanan Siber Ruby Alamsyah mengatakan bahwa Kebijakan Privasi dari WhatsApp ini merupakan kebijakan lanjutan dari tahun 2016.

Dilansir dari CNBC Indonesia, berikut ini rangkuman hasil wawancara bersama Ruby Alamsyah mengenai pendapatnya tentang kebijakan Privasi Baru WhatsApp

Pesan Tetap Aman karena menggunakan End-to-end encryption

Aplikasi yang menggunakan fitur end-to-end end encryption seperti WhatsApp, Telegram atau yang lainnya akan menjamin pesan para penggunanya tetap aman. WhatsApp yang menggunakan fitur end-to-end encryption ini akan melindungi pesan-pesan tersebut dan tidak bisa terbaca oleh pihak mana pun, termasuk pihak WhatsApp, ataupun perusahaan induk Facebook. Sehingga pesan yang ada di WhatsApp akan tetap aman walaupun adanya kebijakan Privasi WhatsApp baru.

Data Pengguna yang Akan di Share ke Facebook

Sebenarnya, kebijakan ini telah ada sejak tahun 2016. Namun, untuk Februari tahun 2021, kebijakan privasi baru ini hanya akan melengkapi para pengguna yang belum  menyetujui kebijakan tahun 2016 lalu. Hal-hal yang berubah dari kebijakan baru ini adalah data-data penggunaan yang bersifat umum dan yang harus diketahui WhatsApp akan digunakan dan di Share ke Facebook. Data-data ini antara lain, No. Hp WhatsApp yang digunakan saat daftar, Log kegiatan menggunakan WhatsApp (Seberapa sering pengguna membuka dan menggunakan WhatsApp, untuk apa saja), Informasi Handphone  yang digunakan (Type Handphone), Operator seluler yang digunakan oleh pengguna, IP Adddess, dan Browser apa yang digunakan oleh pengguna. Pengguna dapat memilih apakah akan mengijinkan WhatsApp untuk menggunakan dan menshare data tersebut ke Facebook ataupun tidak. Data-data tersebut merupakan data yang bersifat umum dan tidak ada data yang bersifat pribadi. Menurut Pakar Keamanan Siber itu, Data-data tersebut merupakan data yang bersifat umum dan tidak ada data yang bersifat pribadi.

Tujuan WhatsApp Membuat Kebijakan Privasi Baru

Menurut Ruby Alamsyah, tujuan WhatsApp membuat kebijakan baru ini adalah untuk mengembangkan, membuat produk baru, atau service-servie baru yang akan menambah kenyamanan pengguna. Oleh Sebab itu, data-data pengguna sangat diperlukan.  Data-data yang dikumpulkan oleh WhatsApp dan Facebook ini akan di kumpulkan dalam big data untuk menganalisa lebih dalam lagi apa yang paling dibutuhkan oleh setiap pengguna. Misalnya saja, dalam membuat iklan, Facebook akan menyesuaikan iklan mana yang akan muncul dan disesuaikan dengan latar belakang si pengguna. Pakar Keamanan siber tersebut juga mengatakan bahwa kebijakna baru ini bertujuan untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada para pengguna dan tetap menyungsung tinggi keamaan dan privasi pengguna.

Bagaimana pendapatmu tentang kebijakan privasi yang baru dari WhatsApp ini? Apakah kamu tidak keberatan untuk menshare data-data mu ke Facebook?