Kecanggihan Alugoro, Kapal Selam Pertama Buatan Anak Bangsa

Di tengah maraknya pemberitaan tentang keinginan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengimpor kapal panjang Ocean Going berukuran 150 meter dari Denmark, ternyata anak-anak bangsa juga bisa lho membuat sebuah kapal selam untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia. Mau tahu namanya? Ya, kapal selam Alugoro.

Kapal selam Alugoro ini sebenarnya tidak dibuat sendiri, melainkan kerja sama yang dijalin oleh PT PAL dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.Ltd (DSME) Korea Selatan. Total ada 206 teknisi atau engineer dari Indonesia yang dilibatkan dalam pembuatan kapal ini.

“Pembangunan section di Korea Selatan dan melibatkan orang PT PAL. Itu kurang lebih ada 100 orang. Banyak engineer dan teknisi kami yang dikirim kesana (Korsel) untuk program ini. Untuk pembuatan kapal selam.” ungkap Plt. Kadep Humas PT PAL Indonesia (Persero) Utario Esna Putra kepada CNBC Indonesia.

Yang menjadi pertanyaannya kemudian, apa sih kelebihan dari kapal selam buatan Indonesia ini?

Seperti yang disampaikan oleh Utario, proses pembuatan kapal selam Alugoro ini terdiri dari dua sesi. Yang pertama yakni section atau bagian perakitan. Jadi kapal dibagi beberapa blok. Kemudian di section kedua atau disebut join.

“Bukan seperti mengelas-mengelas langsung jadi satu, tidak begitu juga. Kan ada banyak pipa dan elektronika yang musti dikoneksikan. Elektronika juga, kan termasuk sonar. Tapi ini semuanya dibuat di PT PAL,” jelas Utario.

Dari kerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.Ltd (DSME) Korea Selatan, selain berhasil membuat kapal selam, ada juga transfer ilmu. Karena teknisi Indonesia dibolehkan menyaksikan langsung pembuatan kapal selam di pabrik Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering yang berlokasi di Korea Selatan.

Utario mengungkapkan bahwa KRI 405 Alugoro menjadi kapal selam yang paling optimal selama dibuat oleh PT PAL. Salah satu indikator yang dibuat adalah cocok untuk menyisir perairan di Indonesia.

“Karena pengaturan atau settingan kapal selam Alugoro ini kan berbeda dengan kapal selam samudera lepas. Nanti malah sulit untuk bermanuver. Kapal selam Alugoro ini manuver serta ability-nya sengaja dibuat cocok dengan kedalaman kepulauan di Indonesia. Itu yang terutama,” katanya.

Adapun keunggulan lain yang masuk ke dalam perhitungan adalah kapal selam Alugoro bisa atau mampu untuk menembus kedalaman laut yang cukup dalam.

“Kemarin sudah berhasil melewati 250 meter, itu sangat dalam, dan baru-baru ini kita berhasil menembus kedalaman 310,8 meter. Ini bukan kedalaman maksimum. Jadi nanti ada pengetesan lagi lebih dalam,” jelas Utario.

Kapal selam KRI 405 Alugoro sendiri merupakan satu dari tiga kapal selam yang dipesan Indonesia kepada Korea Selatan. Namun kapal selama Alugoro dipastikan diproduksi di PT PAL, sedangkan dua unit sudah dibuat di Korea Selatan yaitu KRI Ardadedali 404 dan KRI Nagapasa 403.

Saat ini, keduanya juga sudah berdinas di Satuan Kapal Selam TNI AL. Sekadar informasi, untuk pengembangan kapal selam Alugoro ini, PT PAL Indonesia Persero mendapatkan dukungan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,5 yang dialokasikan pada APBN TA. 2015.

Pembangunan kapal selam KRI 405 Alugoro sendiri sudah dimulai sejak 6 April 2015, dimulai groundbreaking pembangunan infrastruktur kapal selam di PT PAL Indonesia (Persero). Pada 11 April 2019 berhasil diselesaikan di galangan kapal milik PT PAL.