Kelewat Cantik, Wanita Ini Curhat Kurang Nyaman Di Tempat Kerja

Banyak orang di dunia yang mengaku kerap mendapatkan diskriminasi atau perlakukan tak menyenangkan di dunia kerja karena penampilannya. Namun yang menarik, perlakuan tak menyenangkan itu tak melulu terjadi pada mereka yang memiliki penampilan fisik kurang atau memenuhi standar saja.

Pasalnya, seorang model baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapatkan diskriminasi atau perlakuan tidak menyenangkan di tempat ia bekerja. Bukan karena jelek, tapi justru karena ia mempunyai paras cantik dan pintar merias wajah alias makeup.

Model yang sekaligus ternyata juga seorang ratu kecantikan asal Australia yang dimaksud dari cerita diatas adalah Maria Thattil. Ya, Maria mengaku kerap mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan di tempat kerja karena berwajah cantik.

Maria secara blak-blakan mengatakan bahwa wajahnya yang cantik bukannya memberi ia keuntungan malah terkadang jadi penghalangnya untuk bisa bekerja dengan nyaman. Maria yang saat ini berusia 27 tahun merasa jika penampilan cantiknya malah membuat ia memiliki image yang buruk di tempat kerja.

“Aku diberi tahu ketika magang, saat itu aku baru saja memulai karier, bahwa kamu perlu mencoba bersikap ekstra baik pada semua orang di kantor karena kamu cantik. Jika tidak, mereka akan berpikiran bahwa kamu bodoh,” ucap Maria meniru perkataan seorang pekerja wanita senior di tempatnya bekerja.

Maria yang tercatat sebagai pemenang Miss Universe Australia 2020 dan baru saja dimahkotai bulan Oktober kemarin itu juga menyebutkan bahwa pria atasannya pernah mengomentari bajunya yang dinilai kelewat glamor, termasuk riasan makeup-nya yang dianggap terlalu tebal.

Belum selesai sampai disitu, ada juga beberapa karyawan wanita yang menudingnya bisa diterima bekerja di tempat itu karena pihak yang mewawancara-nya tertarik kepada kecantikan dirinya. Padahal Maria diwawancarai lewat telepon oleh dua orang wanita. Nah Lho!

Maria sebenarnya sangat memahami bahwa kebanyakan orang akan menilai seseorang yang belum ia kenal betul hanya berdasarkan penampilan fisiknya saja. Tapi menurut Maria, banyak pria yang justru kerap salah persepsi karena kebanyakan dari mereka menilai seorang wanita hanya berdasarkan penampilan mereka.

“Jika kita melihat wanita sebagai pemimpin, yang tegas dalam membuat keputusan, dia akan dinilai mungkin tidak memiliki empati dan sedikit sulit diajak berbicara. Berbeda jika ada wanita yang cerdas, pintar dan ambisius, dia bakal dianggap tidak cantik, tidak sensual, dan tidak kreatif.” sembur Maria.

“Banyak orang membuat kesimpulan soal seseorang hanya berdasarkan pengetahuan yang terbatas, berdasarkan label, stereotip, dan representasi,” kesal Maria lagi.

Meski begitu, Maria tak memungkiri bahwa penampilan cantik memang sebuah hak istimewa. Karena itu, ia merasa penting untuk berbicara mengenai diskriminasi yang kerap didapatkan diakibatkan oleh penampilan, dan tak menutup kemungkinan ini terjadi pada kebanyakan orang diluar sana.

Maria mengaku sangat kecewa karena sebagai Miss Universe Australia 2020 justru pandangan negatif kepada seseorang bakal mengaburkan etika kerja dan nilai-nilai yang semustinya diterapkan.

Untuk informasi, selain sukses jadi ratu kecantikan, Maria yang kuliah S1 di jurusan psikologi dan S2 di jurusan personalia itu, saat ini bekerja sebagai staf HRD di kantor pemerintahan. Ia juga masih aktif di media sosial sebagai blogger dan influencer.