Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

110

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari di mana amal sholeh pada hari itu lebih dicintai Allah ‘Azza wa Jalla daripada hari-hari ini-yaki 10 hari pertama dzulhijah.”

para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”

Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah kecuali orang yang keluar (berjihad) denga jiwa, raga, dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi” (HR Bukhari).

Kalau pada Ramadhan, ada 10 hari terakhir yang mulia. Sebab, di dalamnya umat menanti lailatul Qadar.

Adapun pada bulan Dzulhijah, ada 10 hari pertama yang utama. Pada masa itu, amal sholeh yag dikerjakan menjadi sangat dicintai Allah, bahkan melebihi jihad fi sabilillah.

Allah ersumpah dega keutamaa hari-hari terseut dalam Al-Qur’an, “Demi waktu fajar, dan malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr: 1-2).

Di antara 10 hari ini, yang paling utama adalah hari Haji Akbar, yaitu 10 Dzulhijjah. Itu disebut pula Hari Nahar. “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah SWT. adalah Hari Nahar, lalu Hari Tasyrik (setelah Hari Nahar)” (HR Abu Dawud, disahihkan oleh  Hakim).

Amal-Amal Saleh yang Dianjurkan

Di antara amal sholeh yang disyaratkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah sebagai berikut.

Pertama, melaksanakan ibadah haji dan umrah. “Dan haji  mabrur, tidak ada balasan untuknya selain surga.” (HR Muslim).

Ketiga, berpuasa selama sembilan hari, terutama hari Arafah. “Bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjah, hari ‘Asyura serta tiga hari dalam setiap bulan.” (HR Ahmad dan Nasa’i dari Hafshah RA). Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan. Khususnya pada tanggal sembilan (yakni Hari Arafah) bagi yang tidak berada di Arafah. “Berpuasa pada hari ‘Arafah  dapat menghapuskan dosa di tahun yang lalu dan setelahnya.” (HR Muslim)

Keempat, bertakbir dan berdzikir. “Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS Al-Hajj: 28).

Kelima, berkurban pada Hari Nahar (tanggal 10 Dzulhijjah) atau pada hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). “Barang siapa yang memiliki kemampuan, namun tidak berkurban, maka janganlah sekali-sekali mendekati tempat sholat kami.” Shahih At-Targhiib).

Keenam, memperbanyak amal sholeh, seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, birrul waalidain (berbuat baik kepada orangtua), silaturrahim, memenuhi kebutuhan kaum Muslimin, menghibur orang yang tertimpa musibah, dan sebagainya.

Ketujuh, bertaubat dari dosa dan maksiat serta menjauhi larangan Allah. “Sesungguhnya Allah cemburu, dan kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menjauhi larangan-Nya.” (HR Muslim).

Kedelapan, melaksanakan sholat Idul Adha.

[zombify_post]

Previous articlePatricia Mayoree : The Real ‘Crazy Rich Asian’ Asal Surabaya
Next articleBukan Mati Listrik! Restoran Ini Tawarkan Sensasi Makan Dalam Kegelapan