Kiat-Kiat Menjadi Quality Control Yang Baik Dalam Suatu Pekerjaan

Dalam setiap lowongan pekerjaan, kita sering melihat beberapa bagian yang memang sedang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan tersebut. Dan hampir disetiap lowongan pekerjaan, itu sering membutuhkan seorang Quality Control dalam kualifikasi untuk menjadi seorang karyawannya.

Tentunya kita sudah tidak aneh lagi bukan dengan yang namanya Quality Control? Ya, dialah yang mengontrol ataupun mengendalikan kualitas suatu barang atau produk yang diproduksi oleh suatu perusahaan. Tanpa adanya Quality Control dalam sebuah perusahaan, tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas produknya sehingga hal tersebut juga berpengaruh terhadap penilaian konsumen terhadap produk yang mereka jual.

Seorang Qualitu Control tentunya harus memiliki penglihatan yang baik dan juga jelas, dalam artian dia tidak memiliki buta warna ataupun huruf. Dan terkadang dalam persyaratan untuk menjadi seorang Quality Control itu dikhususkan bagi mereka yang memiliki mata yang normal atau tidak berkacamata minus ataupun plus. Dikarenakan memang tugas utama seorang Quality Control itu mengecek serta mempertimbangkan kualitas suatu produk, dalam hal ini penglihatan mereka lah yang menjadi alat kerja mereka selama dalam pekerjaan.

Bagus atau tidaknya kualitas produk suatu perusahaan itu tergantung pada kinerja para Quality Control itu sendiri. Maka dari itu seorang Quality Control memiliki peranan yang amat penting dalam suatu perusahaan yang memproduksi suatu produk yang memang pemasarannya hingga ke luar negeri. Kesalahan sedikit saja dalam pengecekan akan berakibat buruk bagi keberlangsungan produktifitas suatu perusahaan.

Hal ini dikarenakan kepuasan seorang pelanggan itu dinilai dari bagaimana mereka menyukai serta puas akan barang ataupun produk yang mereka beli. Dan itu dilihat dari kualitas produk yang bagus dan juga daya tariknya yang mampu memikat berbagai konsumen lokal hingga mancanegara, karena memang pemasarannya pun sampai ke luar negeri.

Lantas apa saja sih yang harus dimiliki oleh seorang Quality Control untuk menjamin pekerjaannya itu baik dimata atasan maupun konsumen dilaur sana atas hasil kualitas produk yang mereka hasilkan. Berikut ini kita ulas sedikit beberapa hal yang mungkin akan menjadi referensi anda dalam menjadi Quality Control yang baik dalam suatu perusahaan.

Seorang Quality Control Tidak Menerima Bahan Reject ( Tidak Layak Produksi )

Dalam sebuah produksi, tentunya akan ada penyuplai bahan baku ataupun mentah untuk nantinya diproses kembali menjadi bahan yang siap diproduksi ke proses selanjutnya. Dalam memilih bahan yang bagus dan layak untuk diproduksi dari supplier, tentunya disini peran seorang Quality Control sangat diperlukan guna kelancaran produksi selanjutnya.

Untuk itu, dalam menerima bahan dari orang luar atau yang sering kita sebut supplier diharuskan memilih bahan yang OK dan siap produksi. Seorang Quality Control harus mampu memilih dan membedakan mana bahan yang OK dan siap produksi dengan yang tidak layak produksi. Dengan begitu sebuah perusahaan akan dengan langsung menerima barang yang sepenuhnya Ok dan siap produksi dari supplier tanpa harus mempertimbangkan kembali.

Seorang Quality Control Tidak Membuat Barang Reject ( Tidak Layak Pakai )

Ketika bahan sudah diterima dari supplier untuk kemudian diproduski ke proses selanjutnya setelah melalu proses pemeriksaan Quality Control, maka akan memasuki proses pembuatan produk dari bahan yang sudah diterima tadi. Selama proses pembuatan ini, tentunya peran dan fungsi seorang Quality Control amat sangat diperlukan, bahkan pada tahapan inilah penentuan jadi atau tidaknya sebuah produk yang berkualitas tinggi.

Salah sedikit dalam pemeriksaan atau pengecekan saja akan berakibat pada lambatnya produktifitas sebuah perusahaan. DIkarenakan kualitasnya yang amat rendah hingga mengharuskan bahan yang sudah diproduksi tersebut harus dimusnahkan atau dibuang ke limbah.

Oleh karena itu, ketelitian seorang Quality Control sangat dibutuhkan ketika proses pembuatan produk berlangsung. Sehingga produk yang dihasilkannya pun memiliki kualitas yang tinggi dan mampu member kepuasan terhadap konsumen.

Seorang Quality Control Tidak Menjalankan Barang Reject ( Tidak Layak Jual )

Dalam tahapan proses produksi sebuah perusahaan, tentunya hasil akhir lah yang akan menajdi penentu layak atau tidaknya produk tersebut untuk dipasarkan ke konsumen local ataupun mancanegara. Dan pada tahapan akhir ini pun seorang Quality Control menjadi penentu baik buruknya kualitas produk tersebut sebelum dipasarkan.

Tingginya kualitas akan menimbulkan rada puas pada diri konsumen sehingga mereka pun akan menjadi pelanggan setia sekaligus buyer pada perusahaan tersebut. Alhasil tingkat popularitas produk perusahaan itu pun kian meningkat dan produktivitas pun akan meningkat juga.

Begitulah kiat-kiat menajdi seorang Quality Control yang baik agar mampu menunjang kualitas suatu produk perusahaan. Bagaimana, tertarik untuk menjadi Quality Control?