Letjen Ke Mayor Hanya Hitungan Jam, Kisah Lucu TNI Di Masa Lalu

Pada saat ini, kita patut berbangga pada kondisi TNI kita. Bagaimana tidak, TNI Indonesia sekarang menduduki peringkat ke-14 dunia, bukti betapa militer kita sebenarnya punya prestasi di dunia internasional.

Bayangkan saja, Israel saja hanya berada di urutan ke-16 sementara Korea Utara yang begitu disegani Amerika Serikat malah ada di posisi ke-25.

Ya, TNI kita yang sekarang memang harus diakui sudah sangat mumpuni. Tapi sebenarnya untuk mencapai seperti sekarang ini, para tentara kita dulunya harus berjuang susah payah.

Oke, mari kita sedikit kembali ke masa lalu, dimana militer kita boleh dibilang sangat lemah. Mayoritas tentara kita bahkan tidak profesional dengan alutsista yang ada juga sangat kurang dan tidak layak dipakai untuk perang besar melawan Belanda.

Saat itu, para tentara kita hanya bergantung pada tekad, dan keyakinan akan bisa meraih kemerdekaan dari tangan penjajah. Dan seiring berjalannya waktu, militer Indonesia pun semakin kuat dan bisa seperti sekarang.

Dan berikut beberapa gambaran tentang mirisnya para tentara kita di masa lalu. Banyak kejadian lucu tapi punya kebanggaan luar biasa jika diperhatikan secara saksama. Simak ulasan menariknya dibawah ini.

Bermodalkan Keberanian Naik Pesawat, Bisa Langsung Jadi Pilot

Di masa perjuangan, sama sekali tidak ada susahnya untuk seseorang yang bercita-cita menjadi pilot angkatan udara. Yang penting kamu berani naik pesawat, maka bisa dipastikan kamu sudah bisa diresmikan jadi pilot di AU.

Terlepas apakah seseorang itu punya kemampuan menerbangkan pesawat atau tidak, itu soal nanti. Bagaimana keren kan? Hanya dengan bermodalkan keberanian sudah langsung bisa masuk angkatan udara.

Alasan kenapa rekrutan menjadi seorang pilot AU begitu mudah dilakukan? Karena pada saat itu, waktu tidak cukup banyak untuk melakukan rekrutmen panjang. Pasalnya, Indonesia butuh seseorang yang bisa cepat diajak berjuang. Tak punya kapasitas tapi berani mencoba, itulah karakter para pejuang dulu, rela berjuang dengan risiko sangat besar.

Naik Pangkat Hanya Dalam Hitungan Jam

Di jaman sekarang, bagi tentara kita, naik pangkat adalah hal yang sangat susah tuk didapati. Butuh waktu yang cukup lama dan mustik mempunyai kemampuan lebih. Tapi hal seperti ini tidak bakal kamu temui di masa lalu. Di masa perjuangan, seorang tentara bisa naik pangkat hanya dalam waktu hitungan jam saja lho.

Syaratnya juga cukup mudah, terpenting orang tersebut punya pengaruh ke banyak orang, alias memiliki banyak pengikut. Sekadar kamu tahu saja, Bung Karno pernah mengangkat seorang Letnan menjadi Mayor hanya dalam tempo beberapa jam saja. Tapi kita harus maklum karena negara memang sedang butuh perjuangan besar.

Satu Senapan Dibagi Lima Orang Prajurit

Tak seperti sekarang, dulu alutsista tentara Indonesia itu sangat miris. Indonesia hanya punya sedikit sekali persenjataan. Otomatis, bagaimana caranya agar tetap bisa berjuang di medan laga, para tentara kita terpaksa musti berbagi senjata dimana lima tentara hanya menggunakan satu senapan

Senapannya sendiri merupakan hasil rampasan dari Jepang atau sisa Belanda namun jumlahnya itu juga sangat sedikit dan kondisinya boleh dibilang sudah kuno. Makanya sangat masuk akal kalau orang-orang dulu hanya berjuang dengan memakai bambu atau golok-golok, karena memang hanya itu yang paling kita miliki.

Seragam Prajurit Bisa Lebih Mewah dari Komandannya

Masa perjuangan dulu, keadaan para tentara Indonesia sangatlah miris. Jangankan hidup mewah, punya baju dan bisa makan saja sudah sangat beruntung. Kondisi ini merata di semua kalangan.

Dulu, para tentara kita jarang ada yang memakai baju perang. Seragam yang sering dipakai ya hanya baju yang menempel di badan saja. Jika ada yang memakai baju tentara maka dipastikan ia mengambilnya dari pasukan musuh.

Uniknya, keadaan ini membuat seorang prajurit bisa berpenampilan lebih oke dari komandannya, dan hal tersebut memang banyak terjadi

Jadi Perwira Syaratnya Sangat Mudah

Tentu saja menjadi perwira itu sangat susah. Butuh pendidikan militer mumpuni dengan sederetan prestasi yang memukau. Setidaknya butuh waktu yang lama bagi seorang tentara tuk menjadi perwira. Tapi, di masa lalu, hal tersebut tidak berlaku. Mau jadi perwira syaratnya sangat-sangat gampang.

Tak perlu ada pendidikan khusus seperti sekarang, hanya cukup bisa dengan merampas senjata musuh kemudian menunjukkannya.

“Seorang sukarelawan yang mendaftarkan diri dengan membawan 10 anak buah bakal diberi pangkat kopral. Bila memimpin 20 orang, ia bisa menjabat sebagai Sersan. Tetapi bila senapan dan granat selundupan, ia langsung menjadi perwira.” tegas Bung Karno kala itu.

Bagamana, kamu tidak menyangka kan dulunya para tentara kita seperti ini. Begitu banyak hal-hal lucu yang bikin senyum. Namun, sangat masuk akal sebenarnya jika merujuk pada kondisi saat itu. Sebabnya, Indonesia memang sedang dalam masa prihatin dan belum merdeka.

Meski demikian, semangat berjuang orang-orang dulu begitu membuncah. Atribut sama sekali bukan hal yang penting, Indonesia bisa merdeka adalah satu-satunya hal yang dipikirkan para pejuang.