Lisensi Dokter Myanmar Dicabut Karena Posting Bikini di Facebook

251

Seorang model dan dokter Myanmar mengatakan dia akan mengajukan banding terhadap keputusan dewan medis untuk mencabut lisensi untuk posting foto dirinya di Facebook dalam mengungkapkan pakaian dan bikini.

Dewan Medis Myanmar menangguhkan lisensi medis Nang Mwe San dalam sebuah surat kepadanya tertanggal 3 Juni, mengatakan ia berpakaian tidak tepat.

Di halaman Facebook-nya, wanita 28 tahun itu sering memposting foto dirinya mengenakan gaun ketat, pakaian dalam, pakaian renang, dan bahkan pakaian tradisional Burma dalam pose seksi.

Mwe San telah menjadi dokter umum selama empat tahun, tetapi berhenti dua tahun lalu untuk mengejar karir modeling. Langkah untuk mencabut lisensi itu melarangnya dari praktik medis.

Menurut surat yang diposting di halaman Facebook-nya, dewan mengatakan Mwe San terus memposting foto dirinya dalam pakaian yang “tidak sesuai dengan tradisi Burma” meskipun berjanji untuk berhenti melakukannya setelah peringatan pada bulan Januari.

“Saya terkejut dan sangat sedih. Untuk menjadi seorang dokter, itu adalah perjuangan yang panjang,” kata Mwe San kepada Thomson Reuters Foundation melalui telepon pada hari Jumat.

“Apakah aku mengenakan pakaian seksi saat aku bertemu pasienku? Tidak pernah.”

Dewan Medis Myanmar tidak menanggapi permintaan komentar Yayasan Thomson Reuters.

Posting Mwe San dari surat dewan telah menarik lebih dari 18.000 reaksi dan 5.600 komentar.

Seorang pengguna, May Thet Htar, berkomentar: “Anda harus memilih antara menjadi seorang profesional medis dan seorang eksibisionis. Anda tidak dapat mengambil keduanya karena mereka saling bertentangan.”

Shunn Lei, pendiri majalah feminis Myanmar Rainfall, mengatakan kasus Mwe San adalah contoh kontrol masyarakat terhadap tubuh perempuan di Myanmar, yang sebelumnya dikenal sebagai Burma.

“Seksisme berakar dalam pola pikir orang Burma. Masalahnya adalah masyarakat patriarkal kita menyamakan peran wanita dengan melindungi tradisi dan budaya Burma,” katanya kepada Thomson Reuters Foundation.

“Kapan pun seorang model berpose untuk foto-foto seksi, itu selalu bertentangan dengan budaya Burma. Tapi apa budaya Burma? Aku tidak begitu mengerti.”

Mwe San mengatakan dia belum melakukan kontak dengan dewan, tetapi dia berencana untuk mengajukan banding atas keputusan mereka.

“Ada banyak masalah etika penting di sektor medis Myanmar. Saya tidak ingin mereka membuang-buang waktu mengurus masalah kecil seperti pemodelan saya,” katanya.

“Tapi apa pun yang aku hadapi, aku tidak akan melepaskan profesi modeling-ku.”

Previous articleThe Lion King remake: Cast, trailer, tanggal rilis dan semua yang perlu kamu ketahui
Next articleUdah Lulus Lama Tapi Belum Dapat Kerja? Hmmm…mungkin ini penyebabnya!