Mas Menteri Ingin Hapuskan Ujian Nasional, Apa Alasannya?

52

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Makarim, kembali mencuri perhatian. Setelah mengguncang Indonesia dengan teks pidato yang singkat dan viral itu, kali ini Nadiem mewacanakan penghapusan Ujian Nasional (UN) sebagai syarat kelulusan karena dianggap membebankan siswa.
Rencananya Ujian Nasional tahun 2020 akan jadi yang terakhir. Selanjutnya Kemendikbud akan menyiapkan alternatif pengganti UN yang tidak membebani siswa. Hal ini mendapat persetujuan dari sejumlah praktisi pendidikan. Salah satunya adalah pakar pendidikan dari Center of Education Regulation and Development Analysis, Indra Charismiadji. Baginya Ujian Nasional sudah tidak relevan sebagai alat ukur kualitas siswa karena hanya berkutat pada angka.
Menurutnya sudah waktunya pendidikan di Indonesia bertransformasi dengan mengukur kemampuan siswa berdasarkan keterampilan dan karya. Sehingga pengetahuan dan kemampuan siswa nantinya tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dan hapalan, akan tetapi pengaplikasian pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Ujian Nasional juga dianggap menyita waktu siswa untuk mempelajari kembali apa yang sudah mereka dapatkan sejak duduk di tingkat pertama. Padahal akan sangat baik dan efektif jika siswa diberi tugas untuk membuat sebuah karya sebagai salah satu indikator kelulusan. Selain lebih terlihat nyata hal ini juga diyakini dapat merangsang kreativitas siswa menjelang lulus.Namun tak semua mendukung wacana ini. Ada pula suara sumbang dan meragukan wacana yang hendak dilakukan Mendikbud ini. Beberapa anggota DPR, misalnya, mempertanyakan seperti apa konsep alternatif pengganti UN yang akan dihapuskan. Apakah lebih bagus atau malah tidak akan berjalan efektif. Pasalnya saat ini sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia belum lah merata. Bahkan untuk pelaksanaan UN berbasis komputer, sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer harus menumpang di sekolah lain.
Akan tetapi di kalangan siswa hal ini tentu disambut hangat. Mereka berharap alternatif pengganti UN tidak akan memberatkan mereka dan menyita waktu untuk menghapal rumus demi rumus yang sudah dipelajari sejak tahun pertama sebagai siswa. Menarik untuk dinantikan seperti apa konsep pengganti UN ala Mas Menteri.

[zombify_post]

Previous articleRenungan untuk Kamu yang Kerap Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Next articleKuota Internetmu Cepat Habis? Coba Dulu 4 Tips Ampuh Ini!