Masa Orde Baru Soeharto

250

Setelah Soeharto menjabat sebagai presiden Republik Indonesia kedua menggantikan Soekarno. Maka saat itu pula masa orde lama berakhir dan digantikan dengan masa orde baru. Banyak kebijakan politik pada masa orde lama diubah oleh Soeharto. Salah satu kebijakannya adalah mengembalikan Indonesia menjadi anggota PBB tanggal 28 September 1966, setelah sebelumnya Indonesia keluar dari keanggotaan PBB pada masa Soekarno. Selain itu, Soeharto juga memberlakukan pengucilan politik kepada PKI dan segala hal yang terkait dengan PKI. Semua yang terlibat PKI dihukum. Ada yang “dibuang” ke Pulau Buru dan ada juga yang dieksekusi secara massal di hutan oleh militer waktu itu.  

Selain membuat kebijakan politik, Soeharto juga membuat kebijakan ekonomi untuk menjamin demokrasi ekonomi Indonesia dan perekonomian Indonesia stabil. Beberapa kebijakannya diantaranya membendung laju inflasi antara 1967 – 1968. Setelah Kabinet Pembangunan dibentuk pada Juli 1968, target kebijakan ekonomi pemerintah beralih pada pengendalian harga sandang, pangan, dan nilai tukar rupiah. Sejak itu perekonomian Indonesia relatif menjadi stabil.

Setelah politik dan ekonomi Indonesia stabil, Soeharto melanjutkan kebijakannya untuk melaksanakan pembangunan nasional. Pembangunan ini direalisasikan dengan pembangunan jangka pendek dan jangka panjang. Program tersebut diberi nama REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Pada rencana jangka pendek, pemerintah bertujuan untuk mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sedangkan rencana jangkan panjang memiliki target selama 25 sampai 30 tahun.

Pembangunan nasional sendiri adalah serangkaian kegiatan pembangunan yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Pembangunan ini meliputi semua aspek kehidupan bermasayarakat, berbangsa, dan bernegara. Pembangunan ini bertujuan untuk mewujudkan cita-cita nasional.

Oleh karena itu, selama masa orde baru tidak mengalami banyak perubahan kebijakan. Karena pemerintah dianggap sukses menstabilkan politik dan ekonomi Indonesia.

Semua kebijakan pemerintah itu terangkum dalam trilogi pembangunan, yaitu:

Stabilitas politik

Pertumbuhan ekonomi yang stabil

Pemerataan pembangunan

Karena keberhasilannya, presiden Soeharto dijuluki sebagai Bapak Pembangunan.

Namun semua kestabilan itu ternyata menyimpan luka. Akhirnya tahun 1998 menjadi masa paling kelam bagi sejarah Indonesia setelah G-30S/PKI. Terjadi demonstrasi berskala nasional yang digagas oleh Mahasiswa dan rakyat yang tidak puas dengan kepemimpinan Soeharto. 

Akibatnya stabilitas politik dan ekonomi Indonesia tidak terkendali. Terjadilah krisis moneter terparah waktu itu. Pada 21 Mei 1998 jam 09.05 WIB, Soeharto resmi mengundurkan diri dari kursi kepresidenan dengan pidatonya “pernyataan berhenti sebagai presiden RI”.

Soeharto menjabat sebagai presiden selama 32 tahun. Kemudian diganti oleh wakilnya BJ Habibie. Setelah mundurnya Soeharto, berakhirlah masa orde baru. Kemudian Indonesia menyongsong era baru yang dikenal dengan “Era Reformasi”.

Soeharto menutup mata selama-lamanya pada hari Minggu, 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB di Rumash Sakit Pusat Pertamina, Jakarta pada usia 87 tahun. Berita wafat beliau diinformasikan pertama kali oleh Kompol Dicky Sonandi. Kemudian disampaikan dalam siaran pers secara resmi oleh Tim Dokter Kepresidenan tentang wafatnya Soeharto akibat gagalnya fungsi multi organ.

Kira-kira pukul 14.40 WIB, jenazah beliau dibawa menuju kediamannya di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang membawa jenazah beliau dikawal dengan iring-iringan kendaraan keluarga dan kerabat juga pengawal. Banyak wartawan memaksa mendekati iring-iringan kendaraan saat berjalan ke kediaman Soeharto. Akibatnya seorang wartawan televisi berjenis kelamin perempuan tertabrak.

Ribuan masyarakat menyambut datangnya ambulan yang membawa jenazah Soeharto beserta iring-iringan kendaraan. Tangisan warga pun pecah saat rombongan tersebut memasuki Jalan Cendana.

Presiden Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono atau dikenal dengan pak SBY bersama pak Jusuf Kalla selaku wakilnya dan jajaran menteri mengadakan konferensi pers di Kantor Kepresidenan. Presiden SBY menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya presiden Republik Indonesia kedua H. Muhammad Soeharto.

Itulah sepenggal kisah perjalan Soeharto di masa Orde Baru sampai beliau wafat. Semoga kita dapat mengambil pelajaran hidup dari beliau. 

[zombify_post]

Previous article5+ Objek Wisata di Sukabumi yang Keren dan Indah
Next articleFilm Sains Fiksi tahun 2000an Terbaik