Memahami tentang Resesi Ekonomi Akibat Pandemi, Yang Perlu Diwaspadai, dan Yang Perlu Dilakukan

Di tengah pandemi Corona yang berkepanjangan, banyak negara yang berada di ujung jurang resesi. Dan beberapa negara seperti Singapura dan Korea Selatan sudah mengalaminya. Indonesia pun bisa mengalami hal serupa.

Lalu apakah resesi itu?

  1. 1 Pengertian Resesi


    Resesi adalah sebuah keadaan krisis ekonomi dalam suatu negara. Resesi dapat disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya adalah bencana alam termasuk juga hantaman pandemi virus Corona yang merepotkan hampir seluruh negara di dunia. Ketika resesi terjadi maka angka kemiskinan akan semakin meningkat, pendapatan menurun, dan banyak orang kehilangan pekerjaan.

    Sebuah negara dapat dikatakan dalam tahap resesi jika mengalami minus pendapatan selama dua kuartal secara berturut-turut. Dua kuartal berarti pendapatan negara dari aktivitas ekonomi selalu minus dalam jangka waktu sekitar enam bulan.

    Sebab pendapatan yang berkurang tersebut karena beberapa sektor ekonomi mengalami kelumpuhan. Pabrik-pabrik yang mulanya dapat melakukan produksi menjadi lesu. Hal tersebut juga dapat merembet pada pemecatan karyawan-karyawan sehingga banyak pengangguran terjadi.

  2. 2 Kondisi Jika Terjadi Resesi


    Ketika resesi terjadi hampir seluruh kalangan pasti merasakan dampaknya. Para pengusaha akan kesulitan bertahan menjalankan perusahaannya. Sementara itu kalangan bawah juga akan sulit mendapat pekerjaan.

    Hal lain yang dapat terjadi dalam kondisi resesi adalah adanya tahap deflasi di mana harga barang-barang akan menurun. Namun jika resesi berkelanjutan dalam jangka waktu yang lebih lama juga dapat menimbulkan hyper inflasi di mana barang-barang akan melambung naik secara signifikan. Akibatnya, daya beli masyarakat akan sangat lemah. Dan itu sudah pasti akan kian memperburuk keadaan.

    Dalam kondisi seperti itu, pabrik-pabrik yang menjadi penopang aktivitas ekonomi dalam sebuah negara pasti akan mengalami kesulitan. Aktivitas produksi dalam negeri akan menurun secara drastis. Jumlah barang yang bereda sangat terbatas dan tentu saja harganya mahal.

    Lebih parahnya lagi, pabrik-pabrik tidak akan sanggup lagi mempekerjaan banyak karyawan seperti saat kondisi normal. Sehingga banyak pekerja harus kehilangan pekerjaan dan pengangguran terjadi di mana-mana.

  3. 3 Yang Perlu Diwaspadai saat Resesi


    Ketika terdapat tanda-tanda resesi dalam sebuah negera maka masyarakat harus siap, harus waspada. Misalnya, mengambil kredit di tengah resesi pasti akan lebih berisiko di mana berpotensi tak mampu membayar angsuaran setiap bulannya. Hal itu tentu saja karena pekerjaan yang makin sulit.

    Meskipun memiliki dana cadangan untuk pengajuan kredit, hal itu juga perlu dipertimbangkan secara matang. Pasalnya, dana cadangan akan sangat bermanfaat dalam kondisi yang sangat genting. Kondisi resesi tak ada yang dapat menjamin kapan berakhirnya. Maka menggunakan dana cadangan secara hati-hati adalah suatu keharusan.

    Jika kamu ingin melakukan pembelian rumah secara angsuaran atau kredit kendaraan, misalnya, harus mempertimbangkan dalam-dalam di masa resesi. Pasalnya, pendapatan kamu bisa saja mandek dan kamu tak bisa membayar kredit.

    Untuk kamu yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan mendapatkan penghasilan tetap, kamu perlu mempertahankannya. Jangan dulu berpikir untuk pindah pekerjaan atau keluar. Sebab, hal itu justru akan menyulitkan kamu di tengah resesi yang terjadi.

    Lalu bagi para pengusaha juga perlu waspada dalam menjalankan usahanya. Misalnya jika memiliki rencana untuk membuka cabang baru lebih baik ditahan dulu. Sebab di tengah resesi keadaan tak akan pernah mudah.

  4. 4 Cara Menghadapi Resesi


    Untuk menghadapi resesi idealnya memang harus memiliki dana cadangan. Kamu harus bisa mengatur dana cadangan tersebut untuk bertahan di tengah masa sulit resesi. Idealnya, dana cadangan tersebut dapat kamu cairkan hingga 3-12 kali setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan kamu.

    Dalam masa resesi memang serba sulit. Namun jika mau keluar bersama-sama dari kondisi sulit seperti ini harus tetap melakukan transaksi secara rutin. Misalnya, belanja harus tetap rutin agar ekonomi tetap bergerak dan tidak semakin memburuk.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang resesi dan hal-hal yang harus kamu siapkan jika kondisi seperti itu benar-benar terjadi.