Mengenal Suku Ainu Dari Jepang, Penduduk Asli Negeri Para Samurai Yang Terasingkan

330

Mungkin sebagian besar hanya untuk orang Jepang lewat kisah ninja dan samurainya yang melegenda. Dan bagi sebagian besar orang, bagi orang Jepang melalui anime yang menemani tahun-tahun 90an hingga 2000an akhir. Namun, pernahkah kalian mendengar tentang Suku Ainu?

Suku Ainu sebagai populasi pertama atau asli di wilayah Jepang. Bahkan yang disetujui adalah semenjak periode Jomon. Periode Jomon, diperkirakan berlangsung antara tahun ke 14.000 tahun hingga 300 sebelum masehi.

Jauh sebelum negara Jepang menjadi salah satu negara termaju di Asia, kehidupan Suku Ainu dapat dibilang sangat jauh dari kata kemewahan dan hidup sederhana seperti suku-suku asli lainnya di dunia. 

Suku Ainu sendiri disebut-sebut sebagai cikal bakal dari masyarakat Jepang yang hidup di zaman modern ini. Dan diketahui, masyarakat suku Ainu menyimpan berbagai fakta-fakta menarik yang tidak diakui mayoritas orang. Beberapa orang dari masyarakat Jepang belum tentu dengan hal ini.

Nah, berikut ini, akan diberikan beberapa fakta menarik tentan suku Ainu yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Merupakan Penduduk Asli Jepang Yang Hidup Dari Era Jomon

Masyarakat suku Ainu Jepang. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Suku Ainu merupakan penduduk asli Jepang yang sudah ada sejak Periode Jomon. 

Periode atau jaman Jomon adalah sebutan masa prasejarah wilayah kepulauan Jepang. Periode atau Jaman Jomon ini ada di antara tahun 14.500 sebelum masehi hingga 300 sebelum masehi. 

Pada masa ini, barang-barang mulai digunakan. Dan pada masa depan ini juga budaya Jepang yang kita kenal sekarang mulai terbentuk.

2. Suku yang hidup dalam persembunyian

Masyarakat suku Ainu hidup bersembunyi hingga tahun 2008. 

Meskipun merupakan penduduk asli atau penduduk asli Jepang, Suku Ainu kini menjadi suku minoritas di tanah airnya sendiri. 

Diperkitakan masih ada dari masyarakat suku ainu yang hidup sampai sekarang. Namun jumlah ini tidak dapat dipastikan. Karena sebagian besar berasal dari usul mereka.

Lebih banyak dari generasi jaman sekarang yang sama sekali tidak berhasil jika mereka berasal dari Suku Asli Jepang tersebut. 

Hal ini karena keluarga mereka ingin dilindungi darinya dari masaah sosial. Karena hingga tahun 1997, pemerintah Jepang memberlakukan dan melakukan penangkapan terhadap masyarakat yang melakukan kegiatan budaya suku Ainu.

Pelarangan ini mengubah agar masyarakat dapat mengubah pola hidup dan budaya mereka menyesuaikan dengan budaya modern. Keberadaan dari Suku Ainu sendiri baru dilihat oleh pemerintah lokal tahun 2008 lalu.

3. Mata pencaharian Suku Ainu

Masyarakat suku Ainu kini hidup dari masa lampau. 

Dari berbagai literasi, partisipasi masyarakat Suku Ainu pada masa lampau hidup dengan cara bertani, berburu, dan memancing ikan. 

Meski demikian, saat ini pekerjaan seperti itu sudah jarang dilakukan oleh penduduk suku Ainu. Kini Suku Ainu hidup di wilayah Hokkaido dan desa mereka kini telah terbuka untuk kegiatan wisata.

Masyarakat di desa ini mendukung perdagangan dengan turis. Salah satu yang paling sering dilakukan adalah membuat kerajinan tangan dan menjualnnya kepada para wisatawan yang berkunjung.

4. Kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan Jepang modern

Kebudayaan suku Ainu cukup berbeda dengan budaya moderen Jepang. 

Kebudayaan yang menuntut masyarakat suku Jeu. Salah satu aspek budaya yang aling berbeda adalah bahasa.

Dilansir dari berbagai sumber, bahasa Jepang modern disampaikan bersumber dari bahasa Cina sebagai patokannya. Akan tetapi, jika dibandingkkan dengan bahasa yang digunakan suku Ainu, bahasa Jepang saat ini memiliki perbedaan yang cukup jauh.

Tulisan populer atau aksara juga cukup berbeda dari aksara Jepang modern yang kita kenal sekarang. Hingga kini, hanya ada beberapa orang penutur asli Ainu yang masih hidup dan lebih dari mereka sudah sangat Tua.

Hal ini menjadikan bahasa mereka cukup langka dan bahkan bisa dilakukan punah.

Karena kurang pengetahuan tentang bentuk dan tata penulisannya, penggunaan bahasa Ainu sekarang diterbitkan dengan aksara Jepang modern.

Dan sebagian besar masyarakat suku Ainu sudah bisa berbahasa Jepang agar bisa berbaur dengan masyarakat sekitar.

Selain bahasa, ada budaya yang unik dari suku Ainu. Yaitu penggunaan tato di mulut para wanitanya. Ini biasa diperlihatkan pada wanita yang sudah mencapai kedewasaan. Dan tuntuk para pria, biasanya akan berhenti memangkas jenggot mereka pada usia tertentu.

[zombify_post]

Previous articleMengenal Sosok Ninja Terakhir, Jinichi Kawakami
Next articleMiris! Segini Gaji Tim Pembuat Konten Youtuber Ternama Dengan Subscriber Jutaan