Mengenal Suku Baduy, Suku Asli dari Banten Yang Menolak Hidup Dengan Teknologi

430

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya. Baik akan sumber daya alam, budaya, keaneka ragaman hayati dan hewani, hingga sumber manusianya. Negara kita terkenal sebagai salah negara yang memiliki budaya terbanyak di dunia.

Mulai dari ujung pulau Sumatera hingga di ujung dataran Papua, tersebar ribuan suku yang memiliki budaya yang unik. Jika kita berusaha membandingkannya dengan negara lain, jumlahnya sangat jauh.

Salah satu wilayah yang memiliki jumlah suku terbanyak di Indonesia adalah di pulau Jawa. Hal ini bukan tanpa sebab. Pulau Jawa merupakan salah satu pulau terpanjang yang ada di Indonesia selain pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Hal ini menjadikan pulau Jawa memiliki banyak budaya yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Budaya yang dimiliki masing-masing provinsi mungkin masih saling berkaitan satu sama lain. Namun tentunya memiliki keunikannya masing-masing.

Salah satu suku di pulau Jawa yang cukup unik dan sudah dikenal oleh dunia adalah suku Baduy. Suku Baduy merupakan suku asli yang bermukim di provinsi Banten, teptnya di Kabupaten Lebak.

Masyarakat suku Baduy sangat memegang teguh tradisi dan budaya mereka. Mungkin banyak yang belum mengetahui jika mereka adalah salah satu suku di Indonesia yang tidak memanfaatkan teknologi seperti listrik di area pemukiman mereka.

Suku Baduy sendiri dibagi menjadi 2 kelompok. Agar tidak salah mengenai perbedaan kedua komunitas ini, berikut penulis berikan ulasannya.

Suku Baduy Dalam

Yang pertama ada kelompok suku Baduy dalam atau yang juga dikenal dengan nama Tangtu. Kelompok ini merupakan kelompok yang paling memegang teguh segala aturan adat yang diterapkan oleh para kepala adat. Suku Baduy dalam tinggal di bagian dalam hutan.

Ciri khas dari kelompok suku Baduy dalam dapat dilihat dari pakaiannya yang tidak memiliki kancing dan juga tidak memiliki kerah. Selain itu, pakaian mereka cenderung berwarna putih atau biru tua. Mereka juga tidak mengenakan alas kaki sepanjang hidup mereka.

Keunikan lainnya dari masyarakat suku Baduy dalam adalah mereka tidak mengenal akan teknologi, uang hingga sistem sekolah. Mereka juga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asli mereka yaitu bahasa Sunda dan masih menggunakan aksara Hancara.

Karena tidak diperkenakan menggunakan peralatan maupun teknologi dari dunia luar, penduduk suku Baduy pun hidup dengan kearifan lokal. Bahkan mereka mampu membuat jembatan bambu sendiri untuk menghubungkan desa mereka.

Jembatan bambu ini diikat menggunakan ijuk dan disususn sedemikian rupa hingga menjadi jembatan yang kokoh dan kuat.

Suku Baduy Luar

Berikutnya ada suku Baduy luar.Berbeda dengan suku Baduy dalam, Suku Baduy luar merupakan kelompok yang sudah mengenal kebudayaan dan teknologi luar seperti barang elektronik, uang, hingga sekolah. 

Ini merupakan salah satu pembeda dari kedua komunitas ini. Karena sudah mengenal uang, beberapa masyarakat suku Baduy luar pun sudah mulai pergi berjualan madu dan hasil bumi lannya.

Meskipun sudah mengenal dunia luar, kelompok Baduy luar tetap harus patuh dengan aturan adat yang berlaku, meskipun memiliki sedikit kelonggaran.

Salah satu ciri khas dari masyarakat suku Baduy luar adalah pakaian yang digunakan oleh masyarakat suku Baduy dalam. Bahkan beberapa dari mereka sudah bisa menggunakan baju kaos normal.

[zombify_post]

Previous articleDeretan Profesi Dengan Gaji Tertinggi Dunia, Gila, Ada Sampai Rp 1 Miliar Perhari
Next articleMitos Kerajaan Shambala, Sebuah Kerajaan Mistis Yang Memiliki 0% Hal Negatif didalamnya