Menguak Fakta Menyeramkan Burung Garugiwa, Si Penunggu Arwah Di Danau Kelimutu

379

Mitos Danau Kelimutu di Ende, Nusa Tenggara Timur bukan hanya soal warnanya yang kerap berubah, ada juga kisah tentang burung Garugiwa yang oleh masyarakat setempat disebut burung penunggu arwah, sang penjaga danau Kelimutu.

Burung Garugiwa ini aneh. Wujudnya itu nggak kelihatan tapi suaranya ada terus. Suaranya bisa sampai 15 macam lagi. Orang-orang disini menyebutnya burung arwah, begitu kata penduduk setempat soal si penunggu danau Kelimutu ini.

Burung Garugiwa sendiri dipercaya hanya akan muncul pada saat tertentu saja. Misalnya pada saat menjelang upacara Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata. Kicaunya yang nyaring terdengar sedari pagi, tepat sehari sebelum upacara adat tersebut dilaksanakan.

Masyarakat suku Lio di NTT percaya bahwa barang siapa ada orang yang melukai atau membunuh burung Garugiwa, pelakunya akan mendapatkan kutukan atau celaka. Pesan orang tetua setempat, burung ini harus dijaga dengan baik karena sangat langka.

Seiring waktu, burung Garugiwa ini memang sangat misterius. Hanya sedikit traveler yang bisa melihat wujud burung ini. Padahal, burung ini selalu berkicau dari mulai pagi pukul 06.00 hingga pukul 10.00. Suaranya juga terdengar sangat dekat, tapi penampakannya belum tentu bisa kamu lihat.

Burung Garugiwa sendiri termasuk jenis burung yang dilindungi dan sangat langka. Studi terakhir menyebutkan bahwa populasi burung ini tidak lebih dari 20-an ekor dengan luasan wilayah surver sekitar 20 hektar.

Sebenarnya, burung Garugiwa ini dikenal juga sebagai Kancilan Flores atau dalam bahasa ilmiahnya biasa dipanggil Pachycephala Nudigula. Burung jenis ini memang dikenal sebagai peniru suara paling ulung, tak heran jika dia bisa sampai memiliki 15 jenis suara bahkan mungkin lebih.

Burung Garugiwa memiliki warna bulu di bagian kepala hitam, sementara bulu di bagian sayap dan ekor berwarna hijau. Bulu di bagian tubuhnya agak kekuningan serta memiliki paruh berwarna hitam bergaris putih di bagian tengahnya. Dengan warna seperti ini, pantas saja jika burung Garugiwa susah untuk dilihat karena warnanya sama dengan pepphonan hijau tempatnya bertengger.

Perilakunya yang senang menyendiri juga semakin menambah susah buat para traveler yang ingin mengamatinya. Terlepas dari benar tidaknya mitos tentang burung penunggu arwah ini, burung Garugiwa tetaplah melekat di Danau Kelimutu dan tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Nah buat kamu yang penasaran, bisa langsung datang ke Danau Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, NTT. Selain bisa menyaksikan kedahsyatan danau tiga warna Kelimutu, kamu sekalian juga bisa sekaligus mendengarkan kicauan burung arwah yang tidak ada duanya di dunia ini.

[zombify_post]

Previous article5 Film Seru yang Membahas Perang Nuklir
Next articleKisah ‘Setan Merah’ Si Penghuni Danau Sentani Di Papua